MG 5 Akan Ditambah Fitur Keselamatan Pasca Hasil Suram di ANCAP

Fitur keselamatan MG 5 akan ditambah mulai tahun depan setelah mendapat hasil buruk saat Crash Test oleh ANCAP

MG 5 Akan Ditambah Fitur Keselamatan Pasca Hasil Suram di ANCAP
Adi Hidayat

KatadataOTO – Setelah mendapat hasil buruk dalam Crash Test oleh Australasian New Car Assessment Program (ANCAP) pekan lalu MG 5 pun akan mendapat update. Perubahan yang dilakukan berfokus pada penambahan fitur keselamatan.

Ini tentu sebuah langkah positif dari perusahaan asal China tersebut untuk mendapat kepercayaan masyarakat disana. Mereka sadar bahwa tidak berguna membantah hasil pengujian hanya dengan jawaban diplomatis tanpa ada perbaikan nyata.

Oleh karena itu MG 5 akan ditingkatkan performa Crash Test untuk para penumpang dan pejalan kaki. Mobil terbaru direncanakan meluncur tahun tahun depan.

MG 5 gagal raih bintang keselamatan dari ANCAP
Photo : ANCAP

Dilansir Drive sejumlah fitur keselamatan terkini siap dipasangkan mulai dari Lane Keep Assist, Traffic Sign Recognition dan Autonomous Emergency Braking System terbaru. Semua dipastikan dipasang serta hadir di semua varian.

Namun keputusan penambahan fitur keselamatan MG 5 akan berdampak pada kenaikan harga. Padahal MG menempatkan modelnya sebagai Entry Level Sedan sehingga faktor tersebut dikhawatirkan dapat memberatkan pelanggan.

Kemarin diberitakan bahwa ANCAP mengumumkan hasil uji tabrak terhadap beberapa model kendaraan. Dalam Crash Test MG 5 dinyatakan tidak mendapatkan satu bintang keselamatan pun.

Ada empat komponen yang dinilai yaitu Adult Occupant Protection, Child Occupant Protection, Vulnerable Road User Protection dan Safety Assist. Semua mendapatkan hasil kurang memuaskan.

Skor Adult Occupant Protection mobil meraih 15.09 padahal poin maksimal adalah 40. Mobil hanya memenuhi 37 persen dari harapan.

Kemudian Child Occupant Protection meraih nilai 28.81 meski skor maksimal adalah 49. Akibatnya MG 5 dianggap cuma sanggup memenuhi 58 persen dari standar.

MG 5 gagal raih bintang keselamatan dari ANCAP
Photo : ANCAP

Lalu ada Vulnerable Road User Protection yang meraih 26.78 dari 63 poin atau cuma memenuhi 42 persen.

Safety Assist mendapat hasil terburuk karena MG 5 cuma berhasil meraih 2.48 dari 18 poin tersedia. Catatan tersebut menjadikan mobil sekedar memenuhi 13 persen persyaratan.

Hasil itu tentu sangat mengecewakan karena sudah kewajiban bagi pabrikan sekelas MG memperhatikan keselamatan pelanggan. Namun sampai berita dibuat belum disampaikan secara resmi apakah pabrikan akan meminta ANCAP melakukan pengujian ulang.


Terkini

news
Ganjil genap Jakarta

Aturan Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 20 Agustus 2026 Ada ETLE

Untuk memberikan efek jera, besaran denda jika melanggar Ganjil Genap Jakarta ditetapkan sebesar Rp 500 ribu

news
SIM Keliling Bandung

2 Lokasi SIM Keliling Bandung 20 Agustus, Cek Jadwalnya di Sini

Masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini, bisa mendatangi SIM keliling Bandung di dua lokasi

news
SIM Keliling Jakarta

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 20 Agustus 2026

Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, simak daftar lokasinya

motor
Imhax 2026

Hadirkan Brand Motor Mewah, IMHAX 2026 Tampil Makin Lengkap

IMHAX 2026 digelar 3 - 6 September 2026 menghadirkan deretan apparel mulai dari brand lokal hingga impor

mobil
Omoda & Jaecoo

Omoda & Jaecoo Resmikan Diler Baru di Kawasan Ciledug

Diler baru Omoda & Jaecoo memiliki fasilitas untuk melayani konsumen di wilayah Tangerang dan sekitarnya

news
GIIAS 2026

Penjualan Mobil Bekas Tumbuh 12 Persen di GIIAS 2026

OLXmobbi mengklaim bahwa selama pameran GIIAS 2026, penjualan mobil bekas meningkat dibandingkan tahun lalu

mobil
Harga Mobil Hybrid

Pasar Mobil Hybrid Juli 2026 di Indonesia: PHEV dan HEV Kompak Turun

Wholesales mobil hybrid yang mencakup PHEV dan HEV turun di periode Juli 2026, Toyota masih terlaris

motor
Motor Listrik

Purbaya Sebut Insentif Motor Listrik Akan Berjalan Bulan Depan

Saat ini insentif motor listrik belum dicairkan kepada masyarakat karena masih menunggu penerbitan PMK