Harga MGS5 EV Mulai Rp 333,9 Juta Untuk 1.500 Konsumen Pertama
06 Februari 2026, 13:00 WIB
Test tabrak MG 5 tidak dapat satupun bintang dari ANCAP, fitur Safety Assist hanya meraih angka 13 persen
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – MG 5 gagal raih bintang keselamatan pada crash test yang dilakukan oleh Australasian New Car Assessment Program (ANCAP). Sedan entry-level ini dinilai gagal melindungi pengendara penumpang karena tidak adanya beragam fitur keselamatan dalam kondisi darurat.
Dalam laporan disebutkan bahwa mobil memang telah menyediakan airbag depan, samping dan kepala sebagai standar. Tetapi tidak ada airbag tengah untuk mencegah benturan antara penumpang ke penumpang.
Selain itu mobil yang diuji juga tidak dilengkapi oleh Seatbelt Pre-tensioners bagi penumpang depan maupun belakang. Sementara Seatbelt Reminder (SBR) hanya hadir untuk pengemudi dan penumpang depan saja.
Walau Autonomous Emergency Braking merupakan fitur standar tetapi hanya bisa membaca halangan di depan kendaraan. Sementara fitur serupa untuk persimpangan dan penyebrangan tidak tersedia.
Sejumlah fitur penting lain seperti Lane Support System (LSS), Speed Limit Information Function (SLIF), Driver Monitoring System (DMS) dan Child Presence Detection (CPD) tidak tersedia.
Beragam fitur hilang tersebut sangat mempengaruhi hasil penilaian ANCAP terhadap MG 5. Hal ini terlihat dari nilai saat pengujian dilaksanakan.
Untuk skor Adult Occupant Protection mobil hanya meraih 15.09 padahal poin maksimal adalah 40. Artinya mobil cuma memenuhi 37 persen dari harapan.
Kemudian Child Occupant Protection meraih nilai 28.81 meski skor maksimal adalah 49. Akibatnya MG 5 cuma sanggup memenuhi 58 persen dari standar.
Kemudian Vulnerable Road User Protection yang hanya meraih 26.78 dari 63 poin atau cuma memenuhi 42 persen.
Hasil terburuk adalah Safety Assist karena MG 5 cumaberhasil meraih 2.48 dari 18 poin tersedia. Perolehan itu menjadikan mobil sekedar memenuhi 13 persen persyaratan.
“Ini mengingatkan kita bahwa tidak semua mobil menawarkan tingkat keselamatan serupa meski merupakan mobil baru,” ungkap Carla Hoorweg, Chief Executive Officer ANCAP.
Oleh karena itu konsumen benar-benar harus memilih kendaraan yang memang terbaik bagi dirinya terutama dari sisi keselamatan. Bila tidak maka risiko kecelakaan akan menjadi lebih tinggi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
06 Februari 2026, 13:00 WIB
04 Februari 2026, 13:00 WIB
02 Februari 2026, 21:00 WIB
02 Februari 2026, 10:00 WIB
31 Januari 2026, 19:00 WIB
Terkini
16 Februari 2026, 20:29 WIB
Land Rover Defender model year 2026 resmi diluncurkan dengan beragam perubahan baik dari sisi tampilan hingga fitur
16 Februari 2026, 18:01 WIB
Mitsubishi naik ke urutan tiga besar merek mobil terlaris di Indonesia per Januari 2026, berikut daftarnya
16 Februari 2026, 13:52 WIB
Menurut data milik Gaikindo, sepanjang Januari 2026 wholesales mobil LCGC hanya berkisar 10.694 unit saja
16 Februari 2026, 11:00 WIB
DFSK Indonesia siapkan model baru di pertengahan 2026 untuk menjangkau pasar yang lebih luas dibanding sekarang
16 Februari 2026, 11:00 WIB
Per Januari 2026 wholesales dan retail sales Neta nol unit, tidak ada rencana peluncuran produk baru
16 Februari 2026, 09:00 WIB
Penjualan LCGC Daihatsu di Indonesia tergerus karena sejumlah faktor yang termasuk yang mempengaruhi
16 Februari 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 PHEV dipastikan akan meluncur dan dipasarkan ke konsumen di Indonesia pada semester kedua tahun ini
16 Februari 2026, 06:09 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di layanan SIM keliling Jakarta hari ini, simak informasinya