MG Tunggu Aturan Teknis Insentif Mobil Listrik 2026
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Test tabrak MG 5 tidak dapat satupun bintang dari ANCAP, fitur Safety Assist hanya meraih angka 13 persen
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – MG 5 gagal raih bintang keselamatan pada crash test yang dilakukan oleh Australasian New Car Assessment Program (ANCAP). Sedan entry-level ini dinilai gagal melindungi pengendara penumpang karena tidak adanya beragam fitur keselamatan dalam kondisi darurat.
Dalam laporan disebutkan bahwa mobil memang telah menyediakan airbag depan, samping dan kepala sebagai standar. Tetapi tidak ada airbag tengah untuk mencegah benturan antara penumpang ke penumpang.
Selain itu mobil yang diuji juga tidak dilengkapi oleh Seatbelt Pre-tensioners bagi penumpang depan maupun belakang. Sementara Seatbelt Reminder (SBR) hanya hadir untuk pengemudi dan penumpang depan saja.
Walau Autonomous Emergency Braking merupakan fitur standar tetapi hanya bisa membaca halangan di depan kendaraan. Sementara fitur serupa untuk persimpangan dan penyebrangan tidak tersedia.
Sejumlah fitur penting lain seperti Lane Support System (LSS), Speed Limit Information Function (SLIF), Driver Monitoring System (DMS) dan Child Presence Detection (CPD) tidak tersedia.
Beragam fitur hilang tersebut sangat mempengaruhi hasil penilaian ANCAP terhadap MG 5. Hal ini terlihat dari nilai saat pengujian dilaksanakan.
Untuk skor Adult Occupant Protection mobil hanya meraih 15.09 padahal poin maksimal adalah 40. Artinya mobil cuma memenuhi 37 persen dari harapan.
Kemudian Child Occupant Protection meraih nilai 28.81 meski skor maksimal adalah 49. Akibatnya MG 5 cuma sanggup memenuhi 58 persen dari standar.
Kemudian Vulnerable Road User Protection yang hanya meraih 26.78 dari 63 poin atau cuma memenuhi 42 persen.
Hasil terburuk adalah Safety Assist karena MG 5 cumaberhasil meraih 2.48 dari 18 poin tersedia. Perolehan itu menjadikan mobil sekedar memenuhi 13 persen persyaratan.
“Ini mengingatkan kita bahwa tidak semua mobil menawarkan tingkat keselamatan serupa meski merupakan mobil baru,” ungkap Carla Hoorweg, Chief Executive Officer ANCAP.
Oleh karena itu konsumen benar-benar harus memilih kendaraan yang memang terbaik bagi dirinya terutama dari sisi keselamatan. Bila tidak maka risiko kecelakaan akan menjadi lebih tinggi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Mei 2026, 06:01 WIB
07 Mei 2026, 21:00 WIB
06 Mei 2026, 09:50 WIB
12 Maret 2026, 17:00 WIB
06 Februari 2026, 13:00 WIB
Terkini
25 Mei 2026, 11:00 WIB
Berkaca dari data pembeli Prelude, loyalis Honda disebut memiliki peran penting dalam mendongkrak penjualan
25 Mei 2026, 09:00 WIB
Teknologi REEV yang bakal masuk di Indonesia dalam waktu dekat dan memiliki beberapa keunggulan yang menarik
25 Mei 2026, 07:00 WIB
Banyak yang menganggap masalah pada mobil bisa diperbaiki sendiri, namun jika dipaksakan akan menjadi masalah
25 Mei 2026, 06:01 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilakukan di layanan SIM keliling Jakarta, ada di lima lokasi berbeda
25 Mei 2026, 06:00 WIB
Kepolisian kembali menghadirkan SIM keliling Bandung untuk melayani para pengendara motor maupun mobil
25 Mei 2026, 06:00 WIB
Jelang libur Idul Adha 2026, skema Ganjil Genap Jakarta masih tetap berlaku untuk meminimalisir kepadatan
24 Mei 2026, 20:00 WIB
iCar V23 resmi dipasarkan di Tanah Air dengan banderol Rp 389,9 Juta dan menjadi SUV bertenaga listrik paling terjangkau
24 Mei 2026, 19:00 WIB
16 ribu unit mobil listrik Jaecoo J5 EV terkirim ke konsumen sejak awal peluncurannya jelang akhir 2025