Pengamat Ungkap Kebakaran EV di RI Bukan Disebabkan oleh Baterai
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa produksi baterai EV di Indonesia tidak hanya mengandalkan LG
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian memastikan keluarnya LG dari proyek baterai kendaraan listrik tidak memberi dampak signifikan. Pasalnya saat ini sudah beberapa perusahaan yang membuat produk serupa.
Dengan demikian demikian proses pengembangan kendaraan listrik pun dipercaya tidak akan mengalami perlambatan maupun penundaan.
“Dalam sebuah proyek skala besar, pergantian investor merupakan hal lazim. Akselerasi pengembangan untuk ekosistem kendaraan listrik di Indonesia pun tetap berjalan sesuai rencana," terang Menperin dikutip dari Antara (25/04)
Ia mengungkap bahwa saat ini ada dua perusahaan yang memproduksi baterai EV. Mereka adalah PT Industri Ion Energisindo dan PT Energi Selalu Baru.
PT Industri Ion Energisindo mampu memproduksi sebanyak 10.000 baterai per tahun dengan investasi Rp 18 miliar. Sementara PT Energi Selalu Baru kapasitasnya lebih besar yaitu 12.000 baterai per tahun dan nilai penanaman modal Rp 15 miliar.
Kemudian ada juga industri baterai sel untuk mobil listrik yaitu PT HLI Green Power. Perusahaan tersebut merupakan konsorsium antara Hyundai Group dan LG.
Kapasitas produksi di tahap pertama sebanyak 10 GWh dan total investasi mencapai USD 1,1 miliar atau Rp 18,5 triliun. Perusahaan dapat memasok 150.000 hingga 170.000 unit kendaraan listrik.
Selanjutnya PT International Chemical Industry yang memiliki kapasitas produksi mencapai 100 MWh per tahun atau setara dengan 9 juta sel baterai. Target total kapasitas produksinya sebesar 256 MWh per tahun atau 25 juta sel baterai.
Selanjutnya ada produsen baterai pack lain yaitu PT Gotion Green Energy Solutions Indonesia. Mereka telah menanam investasi USD 8,7 juta atau Rp 146,8 miliar dengan kapasitas produksi sebesar 17.952 unit per tahun.
"Perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia semakin tumbuh dengan kapasitas yang melampaui perkembangan pasar. Hal ini didorong oleh berbagai kebijakan strategis dari pemerintah termasuk kemudahan usaha, penyusunan roadmap serta pengoptimalan tingkat komponen dalam negeri (TKDN)," pungkas Menperin.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
05 April 2026, 20:10 WIB
28 Januari 2026, 12:00 WIB
19 Januari 2026, 16:00 WIB
08 Januari 2026, 12:00 WIB
Terkini
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan
09 September 2026, 06:00 WIB
Beroperasi di lima lokasi berbeda, SIM keliling Jakarta hanya melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
08 September 2026, 19:00 WIB
Robot humanoid AiMOGA yang dikembangkan oleh Chery Group sudah masuk ke pasar internasional hingga 60 negara
08 September 2026, 16:50 WIB
SUV masih jadi salah satu favorit konsumen, Xpeng GX tuai respons positif sejak debut di RI beberapa waktu lalu