Purbaya Siap Gelontorkan Anggaran Buat Beli Pindad Maung
22 Oktober 2025, 08:00 WIB
Luhut terima mobil listrik dari Toyota dan Wuling sebagai pengadaan kendaraan dinas di lingkungan Kemenko Marves
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) akhirnya menggunakan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Langkah ini diklaim sebagai implementasi dari adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022.
Inpres tersebut menyampaikan bahwa para menteri serta pejabat di pemerintahan diminta menggunakan kendaraan listrik. Oleh karena itu Kemenko Marves melakukan perubahan mobil secara bertahap mulai dari Menteri, Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) hingga Deputi.
“Ini merupakan langkah nyata bahwa Pemerintah sangat serius mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia,” tegas Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves).
Untuk mewujudkan implementasi penggunaan KBLBB sebagai kendaraan dinas di Kemenko Marves, Luhut terima mobil listrik dari Toyota dan Wuling. Kedua pabrikan itu menyediakan tujuh mobil listrik agar bisa digunakan.
Dari jumlah tersebut, Toyota menjadi kontributor terbanyak karena menyiapkan enam Toyota bZ4X. Sementara Wuling menyediakan satu unit Air EV kepada Kemenko Marves.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Sekretaris Kementerian Sesmenko Marves Ayodhia G. L. Kalake beserta jajarannya kemudian PT Toyota Astra Motors juga PT SGMW Motor Indonesia (Wuling) karena sudah berusaha keras mewujudkan kerja sama ini,” tegasnya.
Perlu diketahui bahwa pemerintah Indonesia telah menargetkan untuk mengurangi jejak karbon hingga 41 persen pada 2030 dan zero emission di 2060. Target tersebut tentunya tidak mudah sebab perlu dukungan dari banyak pihak khususnya sektor transportasi.
Pasalnya saat ini sektor transportasi menyumbang 40 persen polusi udara di Indonesia kemudian meningkat hingga 70 persen untuk wilayah perkotaan. Selain itu tingginya konsumsi BBM juga menjadi kendala pemerintah dalam mengalokasikan subsidi.
Meski demikian Luhut menyampaikan bahwa dalam dua tahun terakhir telah terjadi peningkatan investasi dan produksi KLBB secara signifikan. Baik itu untuk roda dua, empat atau lebih bahkan industri penunjang lain.
Namun peningkatan investasi dan produksi tersebut harus dibarengi dengan pertumbuhan permintaan. Bila tidak maka perkembangannya tidak akan optimal di masa depan
“Investasi serta produksi ini tentu harus dibarengi dengan aspek peningkatan penggunaan KBLBB itu sendiri. Sehingga akan mendorong tumbuh dan berkembangnya ekosistem kendaraan listrik yang tangguh di dalam negeri,” pungkas Luhut.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 Oktober 2025, 08:00 WIB
20 September 2025, 09:00 WIB
19 Juli 2025, 07:15 WIB
02 Juni 2025, 23:30 WIB
08 Mei 2025, 18:00 WIB
Terkini
29 September 2026, 16:17 WIB
Thailand jadi negara pertama di ASEAN yang akan menjual Mitsubishi Pajero terbaru, ini kisaran harganya
29 September 2026, 14:39 WIB
Mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia, wajib meningkatkan TKDN sampai 80 persen pada 2030 mendatang
29 September 2026, 09:00 WIB
Diler motor Honda siapkan aplikasi dengan fitur Booking Servis, mudahkan pelanggan saat servis kendaraan
29 September 2026, 07:00 WIB
Marc Marquez memiliki bekal penting untuk keluar sebagai pemenang di MotoGP Jepang 2026 di Sirkuit Motegi
29 September 2026, 06:00 WIB
Guna meminimalisir kesalahan pengendara di kawasan maupun jalan protokol di jalan Ibu Kota, diterapkan ganjil genap Jakarta
29 September 2026, 06:00 WIB
Agar mengurus dokumen berkendara lebih mudah, masyarakat disarankan untuk mendatangi SIM keliling Bandung
28 September 2026, 21:01 WIB
Bintang Chemical Indonesia melakukan peletakan batu pertama, siap punya pabrik cat belkote baru di Indonesia
28 September 2026, 17:49 WIB
BYD Atto 1 generasi terbaru siap hadir dengan berbagai ubahan mayor, baik pada eksterior maupun jantung pacu