Kredit Kendaraan Bermotor Diperkirakan Tumbuh di Akhir Tahun

Kredit kendaraan bermotor di Indonesia diperkirakan bakal terus tumbuh meski mengalami perlambatan dari tahun lalu

Kredit Kendaraan Bermotor Diperkirakan Tumbuh di Akhir Tahun
  • Oleh Adi Hidayat

  • Selasa, 10 September 2024 | 23:00 WIB

KatadataOTO – Penjualan kendaraan di Indonesia berhasil mengalami sedikit peningkatan di Agustus 2024. Situasi tersebut pun diharapkan bisa terus berlanjut di beberapa bulan mendatang.

Bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan kredit kendaraan bermotor akan terus tumbuh hingga akhir 2024. Hal ini bisa terlihat dari Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) OJK triwulan III-2024.

“Survei menunjukkan kredit kepemilikan kendaraan bermotor sampai akhir 2024 diperkirakan masih tumbuh meski melambat dibanding tahun sebelumnya,” kata Aman Santosa, Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK dilansir Antara.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan kredit kendaraan bermotor terus meningkat terutama di kuartal keempat 2024. Hal ini dikarenakan akan ada banyak promo dan diskon akhir tahun yang jumlahnya cukup besar.

Penjualan mobil domestik 2024
Photo : Suzuki
Insentif pajak yang diberikan pemerintah juga diharapkan memberi dampak signifikan terhadap pasar di Tanah Air. Langkah tersebut dipercaya dapat mendorong peningkatan permintaan kredit kendaraan bermotor.

Perlu diketahui bahwa Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulan III-2024 melibatkan 93 bank responden. Dari hasil kegiatan yang dilakukan juga menunjukkan optimisme bahwa kinerja perbankan semakin baik.

Meski optimis tumbuh tetapi pabrikan kendaraan di Indonesia memiliki pandangan sendiri. Mereka menilai bahwa September 2024 akan tetap memiliki tantangan yang cukup berat.

Salah satunya adalah situasi ekonomi global dan domestik sehingga mempengaruhi daya beli serta keputusan masyarakat dalam membelanjakan uangnya.

“Tingginya suku bunga bank juga mempengaruhi sektor pembiayaan karena persyaratan kredit kendaraan menjadi lebih ketat. Dampaknya terasa pada kemampuan konsumen untuk membeli mobil,” ungkap Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor pada KatadataOTO.

Penjualan Honda
Photo : Honda Indonesia
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) juga mengatakan hal serupa. Bahkan mereka berencana merevisi target penjualan mobil tahun ini.

"Nampaknya akan direvisi (Target Penjualan Mobil di 2024). Mungkin sedikit turun dari satu juta, tidak terlalu jauh (Sekitar 900 ribu-950 ribu unit)," ungkap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo kepada KatadataOTO


Terkini

mobil
All-Terrain Circuit Experience BYD

Sirkuit All-Terrain BYD Tawarkan Pengalaman Unik Buat Pengunjung

BYD hadirkan Sirkuit All-Terrain untuk membuktikan ketangguhan teknologi kendaraan listrik yang mereka kembangkan

mobil
MotoGP

Penjelasan Aturan Restart Motor di MotoGP, Berlaku Tahun Ini

FIM menetapkan aturan baru terkait prosedur menyalakan motor pasca kecelakaan di tengah balapan MotoGP

otosport
MotoGP 2027

Kata Rossi Soal Peraturan MotoGP 2027, Tetap Andalkan Ducati

Valentino Rossi percaya Desmosedici milik Ducati masih akan kompetitif usai peraturan MotoGP 2027 dijalankan

mobil
Mobil Listrik

Insiden Mobil Listrik Terbakar saat Diparkir, Ini Analisanya

Insiden mobil listrik terbakar tidak semata-mata disebabkan oleh baterai, berikut analisa EVSafe Indonesia

mobil
Toyota Innova Zenix

Susul Avanza, Harga Toyota Innova Zenix Naik di Awal Tahun

Menurut informasi yang dihimpun, Toyota Innova Zenix paling murah dipasarkan dengan banderol Rp 437,3 jutaan

mobil
Harga Hyundai Ioniq 5

Harga Hyundai Ioniq 5 Naik Rp 81 Juta di Pertengahan Januari 2026

Harga Hyundai Ioniq 5 langsung terkerek tinggi dibandingkan tahun lalu, sehingga bisa memberatkan konsumen

mobil
Mobil listrik MG

Tahun Baru, MG Tawarkan Promo Menarik Dua Produk Unggulan

MG Motor Indonesia menggelar program penawaran menarik untuk konsumen setia di Tanah Air di awal 2026

mobil
Insentif Otomotif

Airlangga Ungkap Tengah Kaji Insentif Otomotif di 2026

Airlangga mengaku tengah melakukan evaluasi insentif otomotif untuk di 2026 agar industri bisa tetap berjalan