Cek Rekayasa Lalu Lintas Hari Ini, Ada Demo di Monas dan Istana
20 Oktober 2026, 11:00 WIB
Demo di sejumlah lokasi masih berlangsung hari ini Selasa (02/09), aksi tersebut berpeluang merugikan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Industri otomotif tengah menghadapi tantangan sangat serius akhir-akhir ini. Apalagi setelah digelarnya demo di berbagai wilayah di Indonesia.
Dimulai sejak Senin (25/08), aksi demostrasi terus meluas serta melebar. Bahkan terjadi penjarahan di beberapa rumah pejabat negara.
Seperti Contoh Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio sampai Sri Mulyani, Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia.
Meski demo di Jakarta sudah sedikit mereda, namun di sejumlah daerah masih memanas. Misal di Kota Bandung yang berlangsung sampai Selasa (02/09) dini hari.
Situasi mencekam pecah di kawasan Universitas Islam bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas). Dua kampus tersebut ditembaki gas air mata oleh kepolisian.
Di sisi lain beberapa aksi demo dikabarkan masih akan digelar di Jakarta pada pekan ini. Aktivitas perkantoran maupun bisnis kian terganggu.
“Demonstrasi meningkatkan persepsi ketidakpastian pendapatan. Membuat rumah tangga menunda pembelian barang tahan lama,” ungkap Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO belum lama ini.
Lebih jauh Josua mengungkapkan para perusahaan pembiayaan menunjukan gejala down trading. Ia menjelaskan bahwa kredit mobil bekas tumbuh sampai dua digit.
Sementara kredit mobil baru justru menyusut. Para kreditur cenderung memperketat seleksi konsumen yang akan memboyong kendaraan.
Lalu uang muka untuk mencicil kendaraan roda empat turut dinaikan. Situasi tersebut otomatis menekan penjualan unit baru.
“Pada puncak aksi banyak kantor beralih Work From Home (WFH) dan ruas utama ditutup. Ini mengganggu traffic showroom serta distribusi harian di Jakarta,” lanjut Josua.
Aksi penyampaian pendapat yang tidak kunjung selesai turut membuat rupiah terdepresiasi. Berpotensi mengerek biaya produksi atau pengiriman mobil Completely Built Up (CBU).
Jika hal tersebut terjadi, maka harga On The Road (OTR) mobil-mobil CBU bakal melambung tinggi serta margin para pabrikan tergerus.
“Guncangan demo (juga) memperburuk ‘wait-and-see” konsumen. Sehingga risiko penjualan kuartal (tiga) berjalan makin lemah, terutama di mass-market seperti LCGC dan low MPV,” tegas Josua.
Melihat berbagai dampak buruk di atas, pemerintah diminta segera membuat kondisi di sejumlah daerah kembali kondusif.
Jika tidak maka industri otomotif terutama penjualan mobil baru akan semakin berdarah-darah ke depan.
Tentu dalam jangka panjang ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal, kian menghantui para pabrikan dan pelaku industri komponen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Oktober 2026, 11:00 WIB
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
05 Oktober 2026, 21:00 WIB
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
22 September 2026, 20:01 WIB
Terkini
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
Debut di Chery Brand Night, Tiggo X7 dan all new Tiggo 7 jadi amunisi baru untuk penjualan di pasar global
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Toyota Innova Zenix Hybrid kini dilengkapi T Intouch terbaru, berbagai fungsi kendaraan dapat diakses dari HP
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027
21 Oktober 2026, 15:00 WIB
Bersamaan dengan acara Chery International User Summit 2026, iCar V25 resmi meluncur dan berpeluang masuk RI