EV Farizon SV Masuk ke Sektor Transportasi Antar Kota
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Ada beberapa keunggulan kendaraan listrik otonom shuttle BSD, Tangerang termasuk besarnya kapasitas baterai
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Di Indonesia, kendaraan otonom masih terbilang asing karena memang hanya hadir di lokasi dan acara tertentu. Salah satu kehadiran yang cukup diingat oleh masyarakat adalah Asian Games 2018 di Jakarta - Palembang.
Meski mendapat respon positif dari masyarakat, tetap saja kendaraan otonom terbilang masih jauh untuk bisa hadir di Indonesia. Minimnya infrastruktur serta rendahnya etika berkendara merupakan tantangan utama.
Namun Sinar Mas Land tetap melakukan uji coba atau proof of concept (PoC) transportasi umum kendaraan elektrik (EV) otonom. Mereka bahkan berani untuk mengoperasikan mobil tersebut di dua titik yakni Q Big BSD City serta Kawasan BSD Green Office Park.
Kendaraan listrik otonom shuttle BSD ini berasal dari Prancis dengan merek dagang Navya varian Arma. Daya listrik diambil dari battery pack berkapasitas 33 kWH dan diklaim cukup untuk bertahan selama 9 jam sementara lama pengisian adalah 3 jam.
Arma dilengkapi beragam sensor mulai dari pemanfaatan GPS (Global Positioning System), sensor LIDAR (Light Radar) yang digabungkan kamera resolusi tinggi untuk big data analysis, kemudian akan diproses oleh komputer. Dengan banyaknya fitur tersebut maka diharapkan keselamatan pengguna mobil dan jalan bisa lebih aman.
Ada banyak keunggulan kendaraan listrik otonom tersebut di atas bila dibandingkan konvensional berbahan bakar fosil. Mulai dari rendahnya emisi karbon yang dihasilkan sehingga lebih ramah lingkungan, hingga dapat menurunkan tingkat kecelakaan akibat kesalahan manusia (human error).
“Saya bangga sektor swasta telah berperan aktif mendukung upaya pemerintah menghadirkan kendaraan masa depan di Indonesia. Sistem transportasi cerdas (intelligent transport system) ini adalah suatu keniscayaan yang akan terjadi,” ungkap Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan.
Transportasi listrik tanpa awak ini mempunyai kemampuan akselerasi, navigasi, hingga dapat mendeteksi kondisi lingkungan di sekitarnya. Tak mengherankan bila mobil dapat menghindari halangan hingga melakukan pengereman secara otonom.
Budi Karya pun menambahkan bahwa kendaraan otonom tersebut cocok dengan konsep Ibu Kota Negara (IKN) yang berkonsep pintar, hijau dan berkelanjutan. Oleh karenanya Ia akan mendorong agar pihak swasta bisa ikut andil dalam pembangunan transportasi di sana.
“Sektor swasta punya sistem lebih fleksibel dan terdepan untuk memanfaatkan teknologi seperti ini. Kami dorong swasta juga ikut terlibat dalam pembangunan sistem transportasi di IKN nanti,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
10 April 2026, 15:04 WIB
02 April 2026, 17:00 WIB
19 Februari 2026, 16:27 WIB
19 Februari 2026, 15:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda