Pemerintah Tegaskan Bakal Percepat Pembangunan Ekosistem EV
10 April 2026, 15:04 WIB
Ada beberapa keunggulan kendaraan listrik otonom shuttle BSD, Tangerang termasuk besarnya kapasitas baterai
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Di Indonesia, kendaraan otonom masih terbilang asing karena memang hanya hadir di lokasi dan acara tertentu. Salah satu kehadiran yang cukup diingat oleh masyarakat adalah Asian Games 2018 di Jakarta - Palembang.
Meski mendapat respon positif dari masyarakat, tetap saja kendaraan otonom terbilang masih jauh untuk bisa hadir di Indonesia. Minimnya infrastruktur serta rendahnya etika berkendara merupakan tantangan utama.
Namun Sinar Mas Land tetap melakukan uji coba atau proof of concept (PoC) transportasi umum kendaraan elektrik (EV) otonom. Mereka bahkan berani untuk mengoperasikan mobil tersebut di dua titik yakni Q Big BSD City serta Kawasan BSD Green Office Park.
Kendaraan listrik otonom shuttle BSD ini berasal dari Prancis dengan merek dagang Navya varian Arma. Daya listrik diambil dari battery pack berkapasitas 33 kWH dan diklaim cukup untuk bertahan selama 9 jam sementara lama pengisian adalah 3 jam.
Arma dilengkapi beragam sensor mulai dari pemanfaatan GPS (Global Positioning System), sensor LIDAR (Light Radar) yang digabungkan kamera resolusi tinggi untuk big data analysis, kemudian akan diproses oleh komputer. Dengan banyaknya fitur tersebut maka diharapkan keselamatan pengguna mobil dan jalan bisa lebih aman.
Ada banyak keunggulan kendaraan listrik otonom tersebut di atas bila dibandingkan konvensional berbahan bakar fosil. Mulai dari rendahnya emisi karbon yang dihasilkan sehingga lebih ramah lingkungan, hingga dapat menurunkan tingkat kecelakaan akibat kesalahan manusia (human error).
“Saya bangga sektor swasta telah berperan aktif mendukung upaya pemerintah menghadirkan kendaraan masa depan di Indonesia. Sistem transportasi cerdas (intelligent transport system) ini adalah suatu keniscayaan yang akan terjadi,” ungkap Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan.
Transportasi listrik tanpa awak ini mempunyai kemampuan akselerasi, navigasi, hingga dapat mendeteksi kondisi lingkungan di sekitarnya. Tak mengherankan bila mobil dapat menghindari halangan hingga melakukan pengereman secara otonom.
Budi Karya pun menambahkan bahwa kendaraan otonom tersebut cocok dengan konsep Ibu Kota Negara (IKN) yang berkonsep pintar, hijau dan berkelanjutan. Oleh karenanya Ia akan mendorong agar pihak swasta bisa ikut andil dalam pembangunan transportasi di sana.
“Sektor swasta punya sistem lebih fleksibel dan terdepan untuk memanfaatkan teknologi seperti ini. Kami dorong swasta juga ikut terlibat dalam pembangunan sistem transportasi di IKN nanti,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 April 2026, 15:04 WIB
02 April 2026, 17:00 WIB
19 Februari 2026, 16:27 WIB
19 Februari 2026, 15:00 WIB
10 Februari 2026, 12:00 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia