iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mengembangkan mobil listrik mungil tanpa awak atau sopir
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT), melakukan pengembangan mobil listrik tanpa sopir atau biasa dikenal otonom.
Sebelumnya, BRIN telah mengembangkan kendaraan listrik semi otonom. Adapun kendaraan ramah lingkungan tersebut dikendalikan dari jarak jauh atau teleoperation.
Fokus pengembangan pada penguasaan teknologi komponen kunci seperti motor listrik, battery control system/power electronics, platform dan charging system.
“Sedangkan Prioritas Riset nasional (PRN) Kendaraan Listrik 2020 – 2024 berfokus pada penguasaan teknologi kunci kendaraan otonom, seperti deteksi objek/sensor, sistem telekomunikasi, human to vehicle interaction, computer vision,” ucap Budi Prawara, Plt Kepala Organisasi Riset IPT BRIN pada lama resminya.
Kendaraan yang dinamakan Micro Electric Vehicle-Teleoperated Driving System (MEVi-TDS) ini masih menggunakan sistem yang dikemudikan dari jarak jauh. Potensinya adalah kendaraan otonom untuk satu atau dua penumpang.
MEVi-TDS dikatakan dapat digunakan di area terbatasatau kawasan khusus seperti kebun raya, objek wisata, kawasan perumahan, industri dan perkantoran.
Selain itu, kendaraan juga dapat digunakan sebagai pengangkut untuk transportasi massal di kawasan khusus tersebut.
Secara desain, MEVi-TDS terlihat futuristik dengan lampu depan empat buah berteknologi LED. Sementara bagian belakangnya terdapat lampu berbentuk oval dan tambahan LED bulat yang membentuk segitiga.
Lalu pada bagian atasnya terdapat lampu rotater berkelir kuning. Lampu tersebut akan menyala sebagai alarm ketika terjadi kegagalan fungsi dari sistem.
Bentuknya sendiri seperti kapsul atau lebih mirip mobil golf dengan dimensi yang lebih kompak.
MEVi-TDS memiliki dimensi panjang 1.475 mm, lebar 990 mm dan tinggi 1.570 mm. Berat keseluruhan kendaraan ini mencapai 80 kilogram.
Dengan penggunaan pelek 8 inci, jarak sumbu roda 1.150 mm dengan ground clearance 70 mm, mobil ini cukup kompak untuk ditumpangi satu orang dewasa. Bahkan kami melihatnya akan sempit jika dinaikki satu penumpang berperawakan besar.
Kendaraan listrik BRIN ini dijejali baterai lithium-ion 48 volt 12 Ah. Kapasitas baterai yang cukup kecil, membuat kendaraan hanya bisa digunakan selama 46 menit.
Adapun kecepatan maksimum yang bisa diraih adalah 10.88 km/jam. Disebutkan jika kapasitas baterai akan ditingkatkan, namun tidak untuk kecepatan maksimumnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda