Ekspor Mobil Listrik Cina Bakal Meroket saat Pasar Domestik Lesu
12 Januari 2026, 14:00 WIB
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mengembangkan mobil listrik mungil tanpa awak atau sopir
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT), melakukan pengembangan mobil listrik tanpa sopir atau biasa dikenal otonom.
Sebelumnya, BRIN telah mengembangkan kendaraan listrik semi otonom. Adapun kendaraan ramah lingkungan tersebut dikendalikan dari jarak jauh atau teleoperation.
Fokus pengembangan pada penguasaan teknologi komponen kunci seperti motor listrik, battery control system/power electronics, platform dan charging system.
“Sedangkan Prioritas Riset nasional (PRN) Kendaraan Listrik 2020 – 2024 berfokus pada penguasaan teknologi kunci kendaraan otonom, seperti deteksi objek/sensor, sistem telekomunikasi, human to vehicle interaction, computer vision,” ucap Budi Prawara, Plt Kepala Organisasi Riset IPT BRIN pada lama resminya.
Kendaraan yang dinamakan Micro Electric Vehicle-Teleoperated Driving System (MEVi-TDS) ini masih menggunakan sistem yang dikemudikan dari jarak jauh. Potensinya adalah kendaraan otonom untuk satu atau dua penumpang.
MEVi-TDS dikatakan dapat digunakan di area terbatasatau kawasan khusus seperti kebun raya, objek wisata, kawasan perumahan, industri dan perkantoran.
Selain itu, kendaraan juga dapat digunakan sebagai pengangkut untuk transportasi massal di kawasan khusus tersebut.
Secara desain, MEVi-TDS terlihat futuristik dengan lampu depan empat buah berteknologi LED. Sementara bagian belakangnya terdapat lampu berbentuk oval dan tambahan LED bulat yang membentuk segitiga.
Lalu pada bagian atasnya terdapat lampu rotater berkelir kuning. Lampu tersebut akan menyala sebagai alarm ketika terjadi kegagalan fungsi dari sistem.
Bentuknya sendiri seperti kapsul atau lebih mirip mobil golf dengan dimensi yang lebih kompak.
MEVi-TDS memiliki dimensi panjang 1.475 mm, lebar 990 mm dan tinggi 1.570 mm. Berat keseluruhan kendaraan ini mencapai 80 kilogram.
Dengan penggunaan pelek 8 inci, jarak sumbu roda 1.150 mm dengan ground clearance 70 mm, mobil ini cukup kompak untuk ditumpangi satu orang dewasa. Bahkan kami melihatnya akan sempit jika dinaikki satu penumpang berperawakan besar.
Kendaraan listrik BRIN ini dijejali baterai lithium-ion 48 volt 12 Ah. Kapasitas baterai yang cukup kecil, membuat kendaraan hanya bisa digunakan selama 46 menit.
Adapun kecepatan maksimum yang bisa diraih adalah 10.88 km/jam. Disebutkan jika kapasitas baterai akan ditingkatkan, namun tidak untuk kecepatan maksimumnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Januari 2026, 14:00 WIB
12 Januari 2026, 13:00 WIB
11 Januari 2026, 17:00 WIB
10 Januari 2026, 07:00 WIB
08 Januari 2026, 18:00 WIB
Terkini
13 Januari 2026, 06:00 WIB
Pemerintah gelar ganjil genap Jakarta pada puluhan jalan utama yang kerap jadi pusat kemacetan lalu lintas
13 Januari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta berada di sejumlah tempat sekitar Ibu Kota, namun perhatikan jam operasionalnya
13 Januari 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara, para pengendara dapat memanfaatkan kehadiran SIM keliling Bandung hari ini
12 Januari 2026, 18:00 WIB
Aprilia disebut telah melakukan banyak kemajuan, sehingga bisa membuat Bezzecchi tampil kompetitif di MotoGP
12 Januari 2026, 17:00 WIB
Terpantau sejak Agustus 2025, Honda City Hatchback sudah tak lagi disuplai ke diler dan stoknya mulai kosong
12 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD memisahkan model-model yang akan ditawarkan sebagai mobil penumpang dan komersial untuk armada taksi
12 Januari 2026, 15:00 WIB
BYD, Wuling dan Chery menjadi tiga besar merek mobil Cina dengan penjualan retail terbanyak tahun lalu
12 Januari 2026, 14:00 WIB
Pasar mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada 2026 karena beberapa faktor, seperti penghentian subsidi