BYD Resmi Buka Pabrik di Subang, Mampu Produksi 150 Ribu Mobil
03 September 2026, 16:02 WIB
BYD berhasil produksi 13 juta mobil elektrifikasi di seluruh dunia dan RI menjadi pasar penting bagi mereka
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – BYD mengumumkan telah berhasil memproduksi sedikitnya 13 juta unit New Energy Vehicle di seluruh dunia. Ada pun produk yang menjadi unit tersebut adalah Yangwang U7, salah satu sedan andalan perusahaan.
Menariknya, mereka berhasil meraihnya hanya selisih delapan bulan setelah BYD mencapai tonggak sejarah NEV ke-10 juta dengan Denza Z9 GT pada November 2024. Pencapaian tersebut tentu menjadi catatan tersendiri buat perusahaan mengingat saat ini penjualan kendaraan ramah lingkungan semakin meningkat.
Di Indonesia sendiri, BYD tengah melakukan pembangunan pabrik di kawasan Subang, Jawa Barat. Bila proses tersebut selesai maka diharapkan penjualan di Tanah Air bisa semakin besar.
Perlu diketahui bahwa BYD dan Denza telah mendapat respon positif dari masyarakat Indonesia. Berdasarkan data Gaikindo, pada semester 1 2025, wholesales BYD sudah mencapai 14.092 unit atau setara 3,8 persen dari total pasar di Tanah Air.
Sementara untuk retailsales BYD pada semester 1 2025 adalah sebesar 13.705 unit dan duduk di posisi ke 6 pabrikan mobil terlaris di Tanag Air. Mereka meraih marketshare sebesar 3,5 persen dari total penjualan kendaraan.
Selain BYD, Denza juga sudah mendapat respon positif dari masyarakat. Merek tersebut telah mengantongi wholesales sebanyak 5.733 unit, menguasai market share sebesar 1,5 persen dan duduk di posisi ke 13 pabrikan terbesar.
Sementara untuk retail sales jumlahnya adalah sebanyak 5.003 unit. Angka ini cukup buat menguasai 1,3 persen dari total pasar dan meraih peringkat 13 penjualan terbesar di Tanah Air.
Angka itu diperkirakan bakal lebih besar di masa depan karena BYD dikabarkan akan meluncurkan produk baru yaitu Atto 1. Mobil tersebut hadir dengan konsep sederhana namun tetap tajam.
Mobil juga memiliki dimensi cukup ringkas yaitu panjang 3.780 mm, lebar 1.715 mm, dan tinggi 1.540 mm dengan jarak sumbu roda 2.500 mm. Berkat ini maka kendaraan dipercaya bisa lincah dalam saat harus melintas di tengah kepadatan.
Meski demikian jarak tempuh kendaraan terbilang sangat menarik terlebih BYD sudah menawarkan dua baterai berkapasitas 30,08 kWh serta 38,88 kWh. Berkat ini maka Atto 1 bisa menempuh perjalanan sejauh 305 km hingga 405 dalam kondisi penuh.
Daya tersebut kemudian bakal dipasangkan ke motor listrik agar menghasilkan tenaga sebesar 55 kW (73,7 hp) serta torsi puncak 135 Nm. Jumlah itu dinilai cukup buat menjawab kebutuhan berkendara masyarakat di Tanah Air.
Sampai berita ini dibuat BYD masih belum memberi bocoran terkait harga yang akan ditawarkan. Namun beberapa tenaga penjual mengungkap bahwa harganya akaan berkisar antara Rp 250 juta hingga Rp 350 juta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 September 2026, 16:02 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
Terkini
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan
04 September 2026, 09:00 WIB
Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia
04 September 2026, 07:00 WIB
AUKSI memanfaatkan momentum hari pelanggan nasional untuk memberikan persembahan istimewa bagi peserta lelang
04 September 2026, 06:00 WIB
Masih ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
04 September 2026, 06:00 WIB
Salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang melayani pada pengendara sejak pagi, ada di BPR KS Wastu Kencana
04 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengendalikan jumlah kendaraan pribadi
03 September 2026, 16:46 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas