Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Harga mobil listrik bekas belum stabil dan cenderung anjlok, OLXmobbi ungkap alasan di balik fenomena itu
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik mulai banyak digunakan khususnya memasuki 2025. Berbagai manufaktur semakin gencar memboyong model baru buat konsumen.
Naiknya populasi mobil listrik membuat penyedia kendaraan seken perlu bersiap. Pasalnya menemukan Electric Vehicle (EV) bekas bukan lagi jadi hal sulit.
Tetapi ada keluhan dari sejumlah orang yakni harga mobil listrik bekas yang cenderung anjlok atau turun jauh dari harga beli awal.
Menurut OLXmobbi sebagai salah satu platform jual beli mobil bekas, ada beberapa faktor yang jadi penyebab.
“Pengguna atau pemilik mobil di Indonesia umumnya memakai mobil antara tiga sampai lima tahun. Mobil listrik launching (di Indonesia) belum lama, tiga tahun yang lalu modelnya masih sangat terbatas,” kata Agung Iskandar, Direktur OLXmobbi di sela GIIAS 2025, Jumat (25/07).
Menurut Agung, rata-rata pemilik mobil di Indonesia memakai mobil dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun sebelum mengganti unit baru.
Sedangkan mobil listrik di Indonesia umurnya belum terbilang lama. Baru belakangan ini semakin banyak variasi model berkat kehadiran sejumlah manufaktur asal Cina.
Melihat kondisi tersebut, Agung menegaskan mobil listrik yang masuk ke pasar mobil bekas populasinya masih sangat sedikit.
“Battery Electric Vehicle (BEV) paling hanya 0,5 persen sampai 0,7 persen dari total leasing mobil bekas yang ada di Indonesia dan umumnya hanya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya. Di luar itu masih kecil,” kata Agung.
Jika bicara soal kendaraan ramah lingkungan, Agung mengungkapkan populasi mobil hybrid di pasar kendaraan seken terbilang lebih banyak.
Sedikitnya jumlah kendaraan listrik di pasar mobil bekas disebut menjadi salah satu alasan masyarakat masih enggan mempertimbangkan BEV seken.
“Mereka bilang harganya itu belum terbentuk pasti. Tren saat ini (pabrikan) sangat cepat meluncurkan terutama EV model baru, kualitas lebih baik dan harganya semakin murah,” tegas Agung.
Dia menyimpulkan masih terlalu dini untuk melihat penyebab utama harga mobil listrik bekas masih tidak menentu.
Namun ada peluang banderolnya semakin stabil seiring berjalannya waktu dan populasi serta harga mobil lisrik semakin merata.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia