Daihatsu Catat Pertumbuhan Penjualan, Kendaraan Niaga Laris
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
Kemenperin percaya diri produksi mobil baru di Indonesia pada 2025 bisa kembali menyentuh angka satu juta unit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Industri otomotif menemui berbagai tantangan di 2024. Berdapak pada penjualan mobil baru anjlok ke angka 865 ribuan unit.
Hal tersebut membuat banyak pihak bersuara. Salah satunya datang dari Kemenperin (Kementrian Perindustrian).
Mereka berharap kalau pasar kendaraan roda empat segera pulih. Sehingga dapat menggairahkan penjualan di dalam negeri.
“Tentu saja di 2025, Kemenperin sangat optimistis bahwasannya bisa mencapai target produksi satu juta unit,” kata Dodiet Prasetyo, Direktur Industri Maritim Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kemenperin di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menurut Dodiet ada sejumlah faktor yang mampu mendorong hal tersebut terjadi. Seperti berbagai relaksasi diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto dan para menteri.
Misal insentif mobil hybrid sebesar tiga persen. Sehingga dapat menarik minat masyarakat menggunakan kendaraan roda empat ramah lingkungan ini.
“Syaratnya adalah menjadi peserta LCEV yang telah menyampaikan komitmen untuk penggunaan komponen diproduksi lokal,” tutur dia.
Lalu insentif mobil listrik yang kembali dilanjutkan pada 2025. Pemerintah akan menanggung PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 10 persen.
Dengan begitu masyarakat hanya membayarkan PPN dua persen saja. Jadi lebih meringankan para pembeli kendaraan roda empat setrum.
“Kemudian bagi industri KBLBB (Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai) yang sedang membangun fasilitas produksi atau ingin memperluas lini produksinya, akan diberikan stimulus berupa bea masuk ditanggung pemerintah dan PPnBM nol persen,” lanjut Dodiet.
Dodiet turut menyampaikan bahwa ada sekitar 25 daerah memberikan keringanan buat penerapan opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) serta BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor).
Bentuknya pun berbeda-beda maupun bervariasi setiap provinsi. Ambil contoh diskon pajak kendaraan selama tiga bulan.
Ada juga daerah yang tidak menerapkan opsen BBNKB maupun PKB di 2025, seperti dilakukan oleh pemerintah daerah Jakarta.
Berbagai stimulus di atas diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat. Apalagi setelah pemerintah menerapkan PPN 12 persen di tahun ini.
“Jadi kami sangat berharap dengan sinergitas antara pemerintah pusat maupun daerah, akan mendukung target pencapaian produksi mobil baru sebesar satu juta unit,” tegas Dodiet.
Sekadar mengingatkan, Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) telah menetapkan target penjualan mobil baru di 2025, berada di angka 850 ribu unit.
Jumlah di atas disertai potensi koreksi sampai 750 unit. Kemudian juga berpeluang naik sampai ke 900 ribu unit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
SUV EV kompak Changan Nevo Q05 membuktikan keandalannya sebagai mobil listrik urban, simak ulasan lengkapnya
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
Ford akan memproduksi SUV crossover pakai platform GEA yang saat ini juga dipakai Geely EX5 dan Starray
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana