Serbuan REEV ke Indonesia Dimulai, Alternatif Baru Mobil Listrik
11 Juli 2026, 09:00 WIB
BYD Atto 1 mampu menorehkan kesuksesan setelah resmi diluncurkan dalam gelaran GIIAS 2025 beberapa waktu lalu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Belum lama meluncur, BYD Atto 1 telah menorehkan kesukses. Terutama di pasar kendaraan roda empat Indonesia yang sedang lesu.
Bila dilihat data milik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada Oktober 2025 mobil listrik mungil tersebut berhasil terdistribusi dari pabrik ke diler (wholesales) sebanyak 9.396 unit.
Angka tersebut mengantarkan BYD Atto 1 menjadi mobil terlaris di Tanah Air pada bulan lalu. Sebuah pencapaian yang cukup positif.
Apalagi jumlah di atas, mampu berkontribusi sekitar 88,7 persen dari total wholesales BYD Sepanjang Oktober 2025. Sebab di bulan lalu jenama asal Cina itu mendistribusikan 10.593 Electric Vehicle (EV).
Selain itu wholesales BYD Atto 1 masih berpotensi terus bertambah. Mengingat mobil listrik ini diklaim ramai peminat.
Kemudian ada gelaran GJAW 2025 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang pada 21-30 November mendatang.
Sehingga waktu tunggu atau inden sempat mengular. Jadi BYD masih terus berupaya memenuhi permintaan konsumen di Tanah Air.
Di sisi lain keberhasilan BYD Atto 1 meraup banyak pemesan ternyata, membawa dampak bagi pasar mobil Low Cost Green Car (LCGC) di dalam negeri.
Seperti diberitakan KatadataOTO sebelumnya, kinerja pasar produk-produk LCGC masih jauh dari harapan.
Gaikindo membukukan wholesales kendaraan roda empat pada segmen LCGC, hanya 8.505 unit sepanjang Oktober 2025.
Jadi bukti kalau kehadiran BYD Atto 1 di Indonesia, mampu menggoda banyak konsumen terutama first car buyer.
Pasalnya mobil listrik BYD satu ini diniagakan dengan harga sangat kompetitif, yakni termurah mulai Rp 195 juta.
Perlu diketahui, banderol mobil LCGC mayoritas di bawah Rp 200 jutaan. Sehingga kedatangan BYD Atto 1 memberikan opsi baru bagi konsumen.
Tak heran jika banyak masyarakat yang berbondong-bondong, memboyong kendaraan roda empat setrum tersebut.
Lalu mampu menggoyang pasar mobil LCGC di dalam negeri. Sehingga sempat terkoreksi di September serta Agustus 2025.
"LCGC juga kena imbas dengan masuknya merek-merek atau model-model baru," ungkap Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Jongkie menuturkan bahwa produk-produk anyar, apalagi dengan banderol sangat miring yang datang ke pasar Indonesia menggerogoti segmen LCGC.
Sebab mampu mendorong masyarakat buat berpaling dari Daihatsu Sigra, Toyota Calya dan lain-lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Juli 2026, 09:00 WIB
09 Juli 2026, 07:00 WIB
08 Juli 2026, 17:07 WIB
08 Juli 2026, 09:00 WIB
05 Juli 2026, 19:42 WIB
Terkini
12 Juli 2026, 20:01 WIB
Marc Marquez kembali membuktikan performanya di MotoGP Jerman 2026, duo rider satelit Aprilia naik podium
12 Juli 2026, 14:44 WIB
Changan Indonesia menggelar Media Test Drive produk mereka yang terbaru yakni Deepal S05 BEV dan REEV
11 Juli 2026, 21:00 WIB
Data terbaru dari Gaikindo menunjukkan angka wholesales PHEV berhasil mencapai 2.402 unit sepanjang Juni 2026
11 Juli 2026, 20:48 WIB
Marc dan Alex Marquez berhasil menjadi yang terdepan dalam balapan di sesi sprint race MotoGP Jerman 2026
11 Juli 2026, 09:00 WIB
REEV menjadi satu alternatif teknologi ramah lingkungan baru yang bakal ditawarkan oleh berbagai merek Cina
11 Juli 2026, 07:00 WIB
Kecelakaan McLaren kembali menjadi pengingat tentang pentingnya kesadaran keselamatan berkendara sportscar
10 Juli 2026, 22:34 WIB
Honda Bangka Belitung baru saja menggelar kegiatan CSR, yakni menanam sebanyak ratusan pohon mangrove
10 Juli 2026, 18:09 WIB
Pada awal Juli 2026, Honda serta Yamaha kembali melakukan penyesuaian harga pada lini motor matic murah mereka