Kalahkan Tesla, BYD Jadi Produsen Mobil Listrik Terlaris di Dunia
03 Januari 2026, 09:00 WIB
BYD Atto 1 mampu menorehkan kesuksesan setelah resmi diluncurkan dalam gelaran GIIAS 2025 beberapa waktu lalu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Belum lama meluncur, BYD Atto 1 telah menorehkan kesukses. Terutama di pasar kendaraan roda empat Indonesia yang sedang lesu.
Bila dilihat data milik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada Oktober 2025 mobil listrik mungil tersebut berhasil terdistribusi dari pabrik ke diler (wholesales) sebanyak 9.396 unit.
Angka tersebut mengantarkan BYD Atto 1 menjadi mobil terlaris di Tanah Air pada bulan lalu. Sebuah pencapaian yang cukup positif.
Apalagi jumlah di atas, mampu berkontribusi sekitar 88,7 persen dari total wholesales BYD Sepanjang Oktober 2025. Sebab di bulan lalu jenama asal Cina itu mendistribusikan 10.593 Electric Vehicle (EV).
Selain itu wholesales BYD Atto 1 masih berpotensi terus bertambah. Mengingat mobil listrik ini diklaim ramai peminat.
Kemudian ada gelaran GJAW 2025 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang pada 21-30 November mendatang.
Sehingga waktu tunggu atau inden sempat mengular. Jadi BYD masih terus berupaya memenuhi permintaan konsumen di Tanah Air.
Di sisi lain keberhasilan BYD Atto 1 meraup banyak pemesan ternyata, membawa dampak bagi pasar mobil Low Cost Green Car (LCGC) di dalam negeri.
Seperti diberitakan KatadataOTO sebelumnya, kinerja pasar produk-produk LCGC masih jauh dari harapan.
Gaikindo membukukan wholesales kendaraan roda empat pada segmen LCGC, hanya 8.505 unit sepanjang Oktober 2025.
Jadi bukti kalau kehadiran BYD Atto 1 di Indonesia, mampu menggoda banyak konsumen terutama first car buyer.
Pasalnya mobil listrik BYD satu ini diniagakan dengan harga sangat kompetitif, yakni termurah mulai Rp 195 juta.
Perlu diketahui, banderol mobil LCGC mayoritas di bawah Rp 200 jutaan. Sehingga kedatangan BYD Atto 1 memberikan opsi baru bagi konsumen.
Tak heran jika banyak masyarakat yang berbondong-bondong, memboyong kendaraan roda empat setrum tersebut.
Lalu mampu menggoyang pasar mobil LCGC di dalam negeri. Sehingga sempat terkoreksi di September serta Agustus 2025.
"LCGC juga kena imbas dengan masuknya merek-merek atau model-model baru," ungkap Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Jongkie menuturkan bahwa produk-produk anyar, apalagi dengan banderol sangat miring yang datang ke pasar Indonesia menggerogoti segmen LCGC.
Sebab mampu mendorong masyarakat buat berpaling dari Daihatsu Sigra, Toyota Calya dan lain-lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Januari 2026, 09:00 WIB
02 Januari 2026, 16:00 WIB
02 Januari 2026, 15:00 WIB
02 Januari 2026, 14:16 WIB
02 Januari 2026, 13:38 WIB
Terkini
04 Januari 2026, 13:00 WIB
Bearing roda depan yang mengalami kerusakan, dapat membahayakan pemilik ketika digunakan di jalan raya
04 Januari 2026, 11:00 WIB
Pramac Yamaha menjadi yang pertama dalam memperkenalkan motor balap dan seragam Toprak untuk MotoGP 2026
04 Januari 2026, 09:00 WIB
Mulai besok tarif tol Sedyatmo dari dan menuju Bandara Sokarno Hatta akan naik sehingga masyarakat harus menyesuaikan
04 Januari 2026, 07:00 WIB
Toyota Veloz Hybrid mendapatkan tanggapan positif dari konsumen, terpesan ribuan unit dalam waktu singkat
03 Januari 2026, 19:00 WIB
Penjualan mobil dan adopsi NEV didorong melalui pemberian subsidi tukar tambah, berikut skema insentifnya
03 Januari 2026, 17:00 WIB
Dikta Wicaksono memiliki koleksi kendaraan yang cukup menarik digarasinya mulai dari mobil hingga motor klasik
03 Januari 2026, 15:00 WIB
TAM memutuskan mempertahankan harga Toyota Veloz Hybrid agar konsumen semakin tertarik membeli produk mereka
03 Januari 2026, 11:00 WIB
Setidaknya penundaan kebijakan opsen PKB dan BBNKB mampu memberikan dampak positif bagi pasar motor baru