Bos GWM Nilai Mobil Cina Masih Tertinggal dari Jepang dan Eropa
23 Februari 2026, 18:00 WIB
BYD Atto 1 mampu menorehkan kesuksesan setelah resmi diluncurkan dalam gelaran GIIAS 2025 beberapa waktu lalu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Belum lama meluncur, BYD Atto 1 telah menorehkan kesukses. Terutama di pasar kendaraan roda empat Indonesia yang sedang lesu.
Bila dilihat data milik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada Oktober 2025 mobil listrik mungil tersebut berhasil terdistribusi dari pabrik ke diler (wholesales) sebanyak 9.396 unit.
Angka tersebut mengantarkan BYD Atto 1 menjadi mobil terlaris di Tanah Air pada bulan lalu. Sebuah pencapaian yang cukup positif.
Apalagi jumlah di atas, mampu berkontribusi sekitar 88,7 persen dari total wholesales BYD Sepanjang Oktober 2025. Sebab di bulan lalu jenama asal Cina itu mendistribusikan 10.593 Electric Vehicle (EV).
Selain itu wholesales BYD Atto 1 masih berpotensi terus bertambah. Mengingat mobil listrik ini diklaim ramai peminat.
Kemudian ada gelaran GJAW 2025 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang pada 21-30 November mendatang.
Sehingga waktu tunggu atau inden sempat mengular. Jadi BYD masih terus berupaya memenuhi permintaan konsumen di Tanah Air.
Di sisi lain keberhasilan BYD Atto 1 meraup banyak pemesan ternyata, membawa dampak bagi pasar mobil Low Cost Green Car (LCGC) di dalam negeri.
Seperti diberitakan KatadataOTO sebelumnya, kinerja pasar produk-produk LCGC masih jauh dari harapan.
Gaikindo membukukan wholesales kendaraan roda empat pada segmen LCGC, hanya 8.505 unit sepanjang Oktober 2025.
Jadi bukti kalau kehadiran BYD Atto 1 di Indonesia, mampu menggoda banyak konsumen terutama first car buyer.
Pasalnya mobil listrik BYD satu ini diniagakan dengan harga sangat kompetitif, yakni termurah mulai Rp 195 juta.
Perlu diketahui, banderol mobil LCGC mayoritas di bawah Rp 200 jutaan. Sehingga kedatangan BYD Atto 1 memberikan opsi baru bagi konsumen.
Tak heran jika banyak masyarakat yang berbondong-bondong, memboyong kendaraan roda empat setrum tersebut.
Lalu mampu menggoyang pasar mobil LCGC di dalam negeri. Sehingga sempat terkoreksi di September serta Agustus 2025.
"LCGC juga kena imbas dengan masuknya merek-merek atau model-model baru," ungkap Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Jongkie menuturkan bahwa produk-produk anyar, apalagi dengan banderol sangat miring yang datang ke pasar Indonesia menggerogoti segmen LCGC.
Sebab mampu mendorong masyarakat buat berpaling dari Daihatsu Sigra, Toyota Calya dan lain-lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Februari 2026, 18:00 WIB
23 Februari 2026, 11:00 WIB
23 Februari 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 16:27 WIB
Terkini
25 Februari 2026, 20:50 WIB
Geely membukukan 1.776 SPK termasuk Zeekr, EX2 mendominasi 80 persen dari keseluruhan pemesanan selama IIMS 2026
25 Februari 2026, 16:00 WIB
Agrinas Pangan Nusantara memberikan kesempatan bagi Mitsubishi Fuso Canter jadi armada Koperasi Merah Putih
25 Februari 2026, 15:00 WIB
MotoGP SEG yang dulu dikenal Dorna tengah menyiapkan aturan terbaru untuk meminimalisir gap gaji pembalap
25 Februari 2026, 14:00 WIB
Beberapa harga mobil LCGC terpantau terkoreksi, bisa menjadi opsi buat Anda saat musim mudik Lebaran 2026
25 Februari 2026, 13:00 WIB
KPK memastikan proses impor pikap untuk Koperasi Merah Putih tidak menimbulkan masalah seperti kasus korupsi
25 Februari 2026, 12:00 WIB
Pembuatan SIM Internasional pada akhir Februari 2026 masih belum mengalami perubahan bila dibanding sebelumnya
25 Februari 2026, 11:00 WIB
GAC Indonesia berhasil mendapat hasil baik di IIMS 2026 dengan meraih 2.095 setelah memberi promo potongan harga
25 Februari 2026, 10:00 WIB
PT Agrinasi Pangan Nusantara disebut butuh kendaraan pikap 4x4, Gaikindo akui 4x2 lebih populer di RI