BYD Atto 2 Terdaftar di Indonesia, Versi Terbarunya Debut
22 September 2026, 07:00 WIB
BYD Atto 1 mampu menorehkan kesuksesan setelah resmi diluncurkan dalam gelaran GIIAS 2025 beberapa waktu lalu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Belum lama meluncur, BYD Atto 1 telah menorehkan kesukses. Terutama di pasar kendaraan roda empat Indonesia yang sedang lesu.
Bila dilihat data milik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada Oktober 2025 mobil listrik mungil tersebut berhasil terdistribusi dari pabrik ke diler (wholesales) sebanyak 9.396 unit.
Angka tersebut mengantarkan BYD Atto 1 menjadi mobil terlaris di Tanah Air pada bulan lalu. Sebuah pencapaian yang cukup positif.
Apalagi jumlah di atas, mampu berkontribusi sekitar 88,7 persen dari total wholesales BYD Sepanjang Oktober 2025. Sebab di bulan lalu jenama asal Cina itu mendistribusikan 10.593 Electric Vehicle (EV).
Selain itu wholesales BYD Atto 1 masih berpotensi terus bertambah. Mengingat mobil listrik ini diklaim ramai peminat.
Kemudian ada gelaran GJAW 2025 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang pada 21-30 November mendatang.
Sehingga waktu tunggu atau inden sempat mengular. Jadi BYD masih terus berupaya memenuhi permintaan konsumen di Tanah Air.
Di sisi lain keberhasilan BYD Atto 1 meraup banyak pemesan ternyata, membawa dampak bagi pasar mobil Low Cost Green Car (LCGC) di dalam negeri.
Seperti diberitakan KatadataOTO sebelumnya, kinerja pasar produk-produk LCGC masih jauh dari harapan.
Gaikindo membukukan wholesales kendaraan roda empat pada segmen LCGC, hanya 8.505 unit sepanjang Oktober 2025.
Jadi bukti kalau kehadiran BYD Atto 1 di Indonesia, mampu menggoda banyak konsumen terutama first car buyer.
Pasalnya mobil listrik BYD satu ini diniagakan dengan harga sangat kompetitif, yakni termurah mulai Rp 195 juta.
Perlu diketahui, banderol mobil LCGC mayoritas di bawah Rp 200 jutaan. Sehingga kedatangan BYD Atto 1 memberikan opsi baru bagi konsumen.
Tak heran jika banyak masyarakat yang berbondong-bondong, memboyong kendaraan roda empat setrum tersebut.
Lalu mampu menggoyang pasar mobil LCGC di dalam negeri. Sehingga sempat terkoreksi di September serta Agustus 2025.
"LCGC juga kena imbas dengan masuknya merek-merek atau model-model baru," ungkap Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Jongkie menuturkan bahwa produk-produk anyar, apalagi dengan banderol sangat miring yang datang ke pasar Indonesia menggerogoti segmen LCGC.
Sebab mampu mendorong masyarakat buat berpaling dari Daihatsu Sigra, Toyota Calya dan lain-lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
22 September 2026, 20:01 WIB
Salah satu pameran otomotif, yakni Gaikindo Auto Week (GAW 2026) akan berlangsung pada akhir November
22 September 2026, 13:00 WIB
Honda meyakini LCGC punya pasarnya sendiri terkhusus untuk pembeli mobil pertama, belum tergantikan EV murah
22 September 2026, 11:35 WIB
Changan mencatatkan penjualan retail 305 unit sepanjang periode 2026, masih berusaha naik di Agustus 2026
22 September 2026, 07:00 WIB
Belum kunjung hadir di RI, BYD Atto 2 versi baru diperkenalkan di negara asalnya dengan sejumlah penyegaran
22 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini beroperasi sejak pagi untuk mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
22 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan panjang terutama pada jam-jam sibuk
21 September 2026, 21:00 WIB
Menurut catatan, Daihatsu berhasil meniagakan hingga 97 ribu mobil baru sejak Januari hingga Agustus 2026
21 September 2026, 19:00 WIB
Hyundai dan Shell resmi melanjutkan kerja sama di Indonesia, untuk memberikan pelayanan terbaik ke pelanggan