Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Dimulai Besok, Cek Syaratnya
31 Mei 2026, 15:49 WIB
Pemerintah Kanada bakal beri pajak tambahan untuk kendaraan listrik China guna mendukung produksi dalam negeri
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah Kanada bakal memberi pajak tambahan untuk kendaraan listrik China hingga 100 persen. Kebijakan berlaku mulai 1 Oktober 2024.
Angka tersebut bahkan lebih besar dibandingkan dengan pajak untuk kendaraan listrik dan hybrid yang tengah berlaku.
Tak hanya itu, pemerintah juga mengumumkan akan memberi pajak tambahan sebesar 25 persen atas produk baja serta alumunium China mulai 15 Oktober.
Bahkan bukan tidak mungkin bakal ada beberapa pajak tambahan lain yang diterapkan pemerintah. Pasalnya para pejabat berencana memeriksa sektor penting lain seperti baterai, komponen baterai hingga semikonduktor.
Departemen Keuangan Kanada mengungkap bahwa langkah tersebut diambil karena mereka menilai ada ketidakadlikan pada persaingan industri otomotif saat ini. Pasalnya China memiliki beragam kebijakan guna memungkinkan produksi kendaraan lebih besar ketimbang negara lain.
“Pekerja Kanada di berbagai sektor menghadapi kebijakan kelebihan kapasitas yang disengaja dan diarahkan oleh negara. Akibatnya melemahkan Kanada dalam persaingan di pasar domestik serta global,” ungkap Chrystia Freeland, Canadian Deputy Prime Minister and Minister of Finance dilansir dari Carscoops.
Selain mengenakan pajak tinggi pada produk otomotif China, pemerintah Kanada juga mengumumkan upaya membatasi insentif kendaraan tanpa emisi. Mereka ingin memberikan insentif secara ekslusif untuk kendaraan buatan negara yang sudah memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan mereka.
Langkah tersebut dirancang guna mendukung industri otomotif Kanada serta produsen baja dan aluminium. Sektor pertama mempekerjakan lebih dari 125.000 orang, sedangkan sektor kedua mendukung lebih dari 130.000 orang.
Apa yang dilakukan oleh Kanada jelas jauh berbeda dibandingkan di Indonesia. Presiden Joko Widodo justru mengundang para pelaku industri global termasuk China untuk berinvestasi dan menggarap pasar Tanah Air.
Salah satu yang terbaru adalah BYD dengan janji investasi sebesar US$ 1,3 miliar atau setara Rp 20,3 triliun. Dana itu rencananya digunakan untuk membangun pabrik di Subang, Jawa Barat.
Selama proses pembangunan maka pabrikan tersebut masih akan mendatangkan unit langsung dari China.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Mei 2026, 15:49 WIB
24 April 2026, 15:00 WIB
04 Maret 2026, 08:06 WIB
06 Januari 2026, 08:00 WIB
14 November 2025, 09:00 WIB
Terkini
17 September 2026, 15:00 WIB
Merek mobil mewah di RI alami kenaikan penjualan sepanjang periode Agustus 2026, termasuk BMW dan Lexus
17 September 2026, 13:00 WIB
Kei car bertenaga listrik Suzuki e Sky punya peluang hadir di Indonesia sebagai perkenalan atau bahan studi
17 September 2026, 11:00 WIB
Penjualan landai, GWM percaya diri kehadiran produk baru masih bisa bantu tumbuhkan penjualan di 2026
17 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai tampaknya tengah menyiapkan versi baru dari Stargazer Cartenz, PT HMID masih enggan buka suara
17 September 2026, 07:41 WIB
Changan Deepal S05 hadir di Indonesia sebagai kendaraaan dengan jenis penggera REEV pertama di Tanah Air
17 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini ada di dua lokasi, agar bisa lebih mudah ditemukan oleh para pengendara
17 September 2026, 06:00 WIB
Selain mengandalkan ETLE statis dan mobile, sistem Ganjil Genap Jakarta juga dibantu oleh para petugas
17 September 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai salah, SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan untuk SIM yang belum kedaluwarsa