Gebrakan Terbaru Dedi Mulyadi untuk Jawa Barat, Pajak Tidak Naik
06 Januari 2026, 08:00 WIB
Pemerintah Kanada bakal beri pajak tambahan untuk kendaraan listrik China guna mendukung produksi dalam negeri
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah Kanada bakal memberi pajak tambahan untuk kendaraan listrik China hingga 100 persen. Kebijakan berlaku mulai 1 Oktober 2024.
Angka tersebut bahkan lebih besar dibandingkan dengan pajak untuk kendaraan listrik dan hybrid yang tengah berlaku.
Tak hanya itu, pemerintah juga mengumumkan akan memberi pajak tambahan sebesar 25 persen atas produk baja serta alumunium China mulai 15 Oktober.
Bahkan bukan tidak mungkin bakal ada beberapa pajak tambahan lain yang diterapkan pemerintah. Pasalnya para pejabat berencana memeriksa sektor penting lain seperti baterai, komponen baterai hingga semikonduktor.
Departemen Keuangan Kanada mengungkap bahwa langkah tersebut diambil karena mereka menilai ada ketidakadlikan pada persaingan industri otomotif saat ini. Pasalnya China memiliki beragam kebijakan guna memungkinkan produksi kendaraan lebih besar ketimbang negara lain.
“Pekerja Kanada di berbagai sektor menghadapi kebijakan kelebihan kapasitas yang disengaja dan diarahkan oleh negara. Akibatnya melemahkan Kanada dalam persaingan di pasar domestik serta global,” ungkap Chrystia Freeland, Canadian Deputy Prime Minister and Minister of Finance dilansir dari Carscoops.
Selain mengenakan pajak tinggi pada produk otomotif China, pemerintah Kanada juga mengumumkan upaya membatasi insentif kendaraan tanpa emisi. Mereka ingin memberikan insentif secara ekslusif untuk kendaraan buatan negara yang sudah memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan mereka.
Langkah tersebut dirancang guna mendukung industri otomotif Kanada serta produsen baja dan aluminium. Sektor pertama mempekerjakan lebih dari 125.000 orang, sedangkan sektor kedua mendukung lebih dari 130.000 orang.
Apa yang dilakukan oleh Kanada jelas jauh berbeda dibandingkan di Indonesia. Presiden Joko Widodo justru mengundang para pelaku industri global termasuk China untuk berinvestasi dan menggarap pasar Tanah Air.
Salah satu yang terbaru adalah BYD dengan janji investasi sebesar US$ 1,3 miliar atau setara Rp 20,3 triliun. Dana itu rencananya digunakan untuk membangun pabrik di Subang, Jawa Barat.
Selama proses pembangunan maka pabrikan tersebut masih akan mendatangkan unit langsung dari China.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
06 Januari 2026, 08:00 WIB
14 November 2025, 09:00 WIB
08 November 2025, 13:00 WIB
29 Oktober 2025, 08:00 WIB
13 September 2025, 13:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales menggelar seremoni pengukuhan ketua umum baru Karimun Club Indonesia di IIMS 2026