Mitsubishi Xpander Hybrid Facelift Meluncur, Fitur Makin Lengkap
26 Maret 2026, 17:00 WIB
Para pabrikan tidak boleh berharap banyak dengan penyelenggaraan GJAW 2025 buat menggairahkan pasar mobil baru
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar mobil baru di Indonesia pada 2025 penuh dengan tantangan. Para pabrikan harus bekerja keras buat mendongkrak penjualan.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), melakukan berbagai upaya guna menggairahkan pasar di penghujung 2025.
Seperti dengan menggelar Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Acara tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat buat berbelanja.
Akan tetapi Toyota, Daihatsu hingga BYD tidak bisa begitu saja berharap banyak dengan kehadiran GJAW 2025.
“GJAW 2025 bisa membantu mendorong penjualan (mobil baru), namun jika diharapkan kontribusi secara signifikan rasanya terlalu berlebihan,” ungkap Bebin Djuana, pengamat otomotif ketika dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Bebin menilai perlu campur tangan pemerintah, untuk menggairahkan pasar mobil baru. Sebab saat ini kondisi ekonomi masih belum membaik.
Sehingga Presiden Prabowo Subianto beserta para menteri, harus melakukan satu langkah konkret agar bisa mengerek penjualan kendaraan roda empat anyar.
“Pajak-pajak yang masih memberatkan, hal ini yang terus dipertanyakan. Apakah pemerintah mau merevisi perpajakan yang sangat membebankan konsumen,” lanjut Bebin.
Memang jika dilihat, sekarang Indonesia menjadi salah satu negara dengan pajak kendaraan tertinggi di dunia. Hal ini dinilai berkontribusi pada pelemahan daya beli masyarakat.
Oleh sebab itu pemerintah diminta segera melakukan restrukturisasi pajak. Sehingga harga mobil baru semakin terjangkau.
“Jika tidak dibantu, berarti dibiarkan alami. Produsen sudah berdarah untuk bertahan hidup karena stok yang tidak kunjung terjual, bagai luka dalam,” tegas Bebin.
Menurut Bebin kondisi seperti sekarang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sebab berpotensi untuk terulang di tahun depan.
Jika sampai 2026 pasar mobil baru masih kurang bergairah, maka dipastikan dapat membawa banyak dampak buruk.
Seperti contoh pengurangan karyawan atau pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa kian masif. Tidak hanya terjadi di industri kendaraan roda empat saja.
Namun turut berlangsung di berbagai industri pendukung lain. Semisal di sektor komponen yang turut memiliki peran besar.
“Tinggalah ini harapan di akhir tahun, semoga model-model yang diminati tersedia cukup. Sehingga di GJAW 2025 tidak hanya mengumpulkan SPK,” pungkas Bebin.
Sebagai informasi, GJAW 2025 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang. Pameran tersebut berlangsung pada 21-30 November mendatang.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Maret 2026, 17:00 WIB
25 Maret 2026, 07:32 WIB
16 Maret 2026, 17:08 WIB
15 Maret 2026, 18:00 WIB
10 Maret 2026, 15:00 WIB
Terkini
30 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di sejumlah lokasi yang kerap terjadi kemacetan lalu lintas
30 Maret 2026, 06:00 WIB
Jelang akhir bulan, SIM keliling Bandung tetap melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
30 Maret 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali dioperasikan seperti biasa di awal pekan, simak lokasi serta persyaratannya
30 Maret 2026, 03:55 WIB
Marco Bezzecchi memenangkan MotoGP Amerika 2026 ditemani rekan segarasinya, Jorge Martin di urutan kedua
29 Maret 2026, 16:08 WIB
Mobil listrik Denza Z bakal mengisi kelas yang sama dengan Porsche 911, gandeng Daniel Craig untuk promosinya
29 Maret 2026, 11:44 WIB
Kecelakaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 diklaim mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya
29 Maret 2026, 04:07 WIB
Jorge Martin sukses menundukkan Francesco Bagnaia pada lap terakhir sprint race MotoGP Amerika 2026 di COTA
28 Maret 2026, 13:00 WIB
Geely berhasil mencatat angka penjualan yang tinggi di awal 2026 berkat kedua modelnya yaitu EX5 dan EX2