Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Para pabrikan tidak boleh berharap banyak dengan penyelenggaraan GJAW 2025 buat menggairahkan pasar mobil baru
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar mobil baru di Indonesia pada 2025 penuh dengan tantangan. Para pabrikan harus bekerja keras buat mendongkrak penjualan.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), melakukan berbagai upaya guna menggairahkan pasar di penghujung 2025.
Seperti dengan menggelar Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Acara tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat buat berbelanja.
Akan tetapi Toyota, Daihatsu hingga BYD tidak bisa begitu saja berharap banyak dengan kehadiran GJAW 2025.
“GJAW 2025 bisa membantu mendorong penjualan (mobil baru), namun jika diharapkan kontribusi secara signifikan rasanya terlalu berlebihan,” ungkap Bebin Djuana, pengamat otomotif ketika dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Bebin menilai perlu campur tangan pemerintah, untuk menggairahkan pasar mobil baru. Sebab saat ini kondisi ekonomi masih belum membaik.
Sehingga Presiden Prabowo Subianto beserta para menteri, harus melakukan satu langkah konkret agar bisa mengerek penjualan kendaraan roda empat anyar.
“Pajak-pajak yang masih memberatkan, hal ini yang terus dipertanyakan. Apakah pemerintah mau merevisi perpajakan yang sangat membebankan konsumen,” lanjut Bebin.
Memang jika dilihat, sekarang Indonesia menjadi salah satu negara dengan pajak kendaraan tertinggi di dunia. Hal ini dinilai berkontribusi pada pelemahan daya beli masyarakat.
Oleh sebab itu pemerintah diminta segera melakukan restrukturisasi pajak. Sehingga harga mobil baru semakin terjangkau.
“Jika tidak dibantu, berarti dibiarkan alami. Produsen sudah berdarah untuk bertahan hidup karena stok yang tidak kunjung terjual, bagai luka dalam,” tegas Bebin.
Menurut Bebin kondisi seperti sekarang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sebab berpotensi untuk terulang di tahun depan.
Jika sampai 2026 pasar mobil baru masih kurang bergairah, maka dipastikan dapat membawa banyak dampak buruk.
Seperti contoh pengurangan karyawan atau pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa kian masif. Tidak hanya terjadi di industri kendaraan roda empat saja.
Namun turut berlangsung di berbagai industri pendukung lain. Semisal di sektor komponen yang turut memiliki peran besar.
“Tinggalah ini harapan di akhir tahun, semoga model-model yang diminati tersedia cukup. Sehingga di GJAW 2025 tidak hanya mengumpulkan SPK,” pungkas Bebin.
Sebagai informasi, GJAW 2025 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang. Pameran tersebut berlangsung pada 21-30 November mendatang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
24 April 2026, 15:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
20 April 2026, 21:20 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta