Mahindra Bakal Bawa Mobil Penumpang ke Indonesia Tahun Depan
05 Desember 2025, 20:05 WIB
Para pabrikan tidak boleh berharap banyak dengan penyelenggaraan GJAW 2025 buat menggairahkan pasar mobil baru
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar mobil baru di Indonesia pada 2025 penuh dengan tantangan. Para pabrikan harus bekerja keras buat mendongkrak penjualan.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), melakukan berbagai upaya guna menggairahkan pasar di penghujung 2025.
Seperti dengan menggelar Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Acara tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat buat berbelanja.
Akan tetapi Toyota, Daihatsu hingga BYD tidak bisa begitu saja berharap banyak dengan kehadiran GJAW 2025.
“GJAW 2025 bisa membantu mendorong penjualan (mobil baru), namun jika diharapkan kontribusi secara signifikan rasanya terlalu berlebihan,” ungkap Bebin Djuana, pengamat otomotif ketika dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Bebin menilai perlu campur tangan pemerintah, untuk menggairahkan pasar mobil baru. Sebab saat ini kondisi ekonomi masih belum membaik.
Sehingga Presiden Prabowo Subianto beserta para menteri, harus melakukan satu langkah konkret agar bisa mengerek penjualan kendaraan roda empat anyar.
“Pajak-pajak yang masih memberatkan, hal ini yang terus dipertanyakan. Apakah pemerintah mau merevisi perpajakan yang sangat membebankan konsumen,” lanjut Bebin.
Memang jika dilihat, sekarang Indonesia menjadi salah satu negara dengan pajak kendaraan tertinggi di dunia. Hal ini dinilai berkontribusi pada pelemahan daya beli masyarakat.
Oleh sebab itu pemerintah diminta segera melakukan restrukturisasi pajak. Sehingga harga mobil baru semakin terjangkau.
“Jika tidak dibantu, berarti dibiarkan alami. Produsen sudah berdarah untuk bertahan hidup karena stok yang tidak kunjung terjual, bagai luka dalam,” tegas Bebin.
Menurut Bebin kondisi seperti sekarang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sebab berpotensi untuk terulang di tahun depan.
Jika sampai 2026 pasar mobil baru masih kurang bergairah, maka dipastikan dapat membawa banyak dampak buruk.
Seperti contoh pengurangan karyawan atau pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa kian masif. Tidak hanya terjadi di industri kendaraan roda empat saja.
Namun turut berlangsung di berbagai industri pendukung lain. Semisal di sektor komponen yang turut memiliki peran besar.
“Tinggalah ini harapan di akhir tahun, semoga model-model yang diminati tersedia cukup. Sehingga di GJAW 2025 tidak hanya mengumpulkan SPK,” pungkas Bebin.
Sebagai informasi, GJAW 2025 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang. Pameran tersebut berlangsung pada 21-30 November mendatang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 Desember 2025, 20:05 WIB
05 Desember 2025, 11:00 WIB
05 Desember 2025, 07:00 WIB
03 Desember 2025, 21:00 WIB
03 Desember 2025, 13:25 WIB
Terkini
06 Desember 2025, 11:00 WIB
Shell bisa segera menjajakan BBM mereka kepada para pengendara di Indonesia setelah kehabisan stok produk
06 Desember 2025, 09:00 WIB
Airlangga menerangkan bahwa kehadiran Chery, BYD hingga Hyundai membawa dampak positif bagi industri otomotif
06 Desember 2025, 07:00 WIB
Chery menyiapkan 10 unit mobil terdiri dari Tiggo 9 CSH, Tiggo 8 CSH sampai Tiggo Cross untuk mobilitas atlet
05 Desember 2025, 21:00 WIB
Motor yang terendam banjir Sumatera dan Malang berisiko terjadi kerusakan jika tidak ditangani secara benar
05 Desember 2025, 20:05 WIB
Mahindra berencana bawa mobil penumpang ke Indonesia tahun depan untuk menarik lebih banyak pelanggan
05 Desember 2025, 19:00 WIB
PUBG Mobile dan Porsche resmi jalin kerja sama, hadirkan pengalaman baru dan unik buat para penggunanya
05 Desember 2025, 18:00 WIB
Belasan ribu masyarakat umum beserta komunitas hadiri Gesrek Festival yang digelar di akhir November 2025
05 Desember 2025, 17:00 WIB
Memiliki banyak fasilitas unggulan, Krida Toyota tawarkan sensasi lebih dari sebuah diler mobil baru