Daihatsu Catatkan Kenaikan di Tengah Lesunya Penjualan Mobil Baru
19 Juni 2026, 17:00 WIB
Para pabrikan tidak boleh berharap banyak dengan penyelenggaraan GJAW 2025 buat menggairahkan pasar mobil baru
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar mobil baru di Indonesia pada 2025 penuh dengan tantangan. Para pabrikan harus bekerja keras buat mendongkrak penjualan.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), melakukan berbagai upaya guna menggairahkan pasar di penghujung 2025.
Seperti dengan menggelar Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Acara tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat buat berbelanja.
Akan tetapi Toyota, Daihatsu hingga BYD tidak bisa begitu saja berharap banyak dengan kehadiran GJAW 2025.
“GJAW 2025 bisa membantu mendorong penjualan (mobil baru), namun jika diharapkan kontribusi secara signifikan rasanya terlalu berlebihan,” ungkap Bebin Djuana, pengamat otomotif ketika dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Bebin menilai perlu campur tangan pemerintah, untuk menggairahkan pasar mobil baru. Sebab saat ini kondisi ekonomi masih belum membaik.
Sehingga Presiden Prabowo Subianto beserta para menteri, harus melakukan satu langkah konkret agar bisa mengerek penjualan kendaraan roda empat anyar.
“Pajak-pajak yang masih memberatkan, hal ini yang terus dipertanyakan. Apakah pemerintah mau merevisi perpajakan yang sangat membebankan konsumen,” lanjut Bebin.
Memang jika dilihat, sekarang Indonesia menjadi salah satu negara dengan pajak kendaraan tertinggi di dunia. Hal ini dinilai berkontribusi pada pelemahan daya beli masyarakat.
Oleh sebab itu pemerintah diminta segera melakukan restrukturisasi pajak. Sehingga harga mobil baru semakin terjangkau.
“Jika tidak dibantu, berarti dibiarkan alami. Produsen sudah berdarah untuk bertahan hidup karena stok yang tidak kunjung terjual, bagai luka dalam,” tegas Bebin.
Menurut Bebin kondisi seperti sekarang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sebab berpotensi untuk terulang di tahun depan.
Jika sampai 2026 pasar mobil baru masih kurang bergairah, maka dipastikan dapat membawa banyak dampak buruk.
Seperti contoh pengurangan karyawan atau pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa kian masif. Tidak hanya terjadi di industri kendaraan roda empat saja.
Namun turut berlangsung di berbagai industri pendukung lain. Semisal di sektor komponen yang turut memiliki peran besar.
“Tinggalah ini harapan di akhir tahun, semoga model-model yang diminati tersedia cukup. Sehingga di GJAW 2025 tidak hanya mengumpulkan SPK,” pungkas Bebin.
Sebagai informasi, GJAW 2025 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang. Pameran tersebut berlangsung pada 21-30 November mendatang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Juni 2026, 17:00 WIB
17 Juni 2026, 11:00 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
Terkini
29 Juni 2026, 21:05 WIB
Veda Ega Pratama mengaku kecewa karena mengalami kecelakaan dan tidak menyelesaikan Moto3 Belanda 2026
29 Juni 2026, 16:00 WIB
Usai balapan di Belanda, Martin berhasil menempati puncak klasemen sementara MotoGP 2026 dengan 193 poin
29 Juni 2026, 15:36 WIB
Toyota Astra Motor melengkapi jajaran kendaraan komersial ringan dengan memboyong New Hilux ke Indonesia
29 Juni 2026, 07:00 WIB
Penjualan Jaecoo J5 EV terus bergulir hingga sekarang sehingga menjadi sejarah bagi brand asal Cina tersebut
29 Juni 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi buat Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
29 Juni 2026, 06:04 WIB
Layanan SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di awal pekan ini, simak informasi lokasi dan syaratanya
29 Juni 2026, 06:00 WIB
Selain pantauan petugas di lapangan, aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap berlaku dan didukung ETLE
28 Juni 2026, 21:00 WIB
Xpeng X9 Facelift dan varian baru G6 AWD kini resmi dipasarkan ke konsumen, ada pembaruan eksterior dan fitur