Insentif Mobil Hybrid Dianggap Kurang, Berkaca dari Tren Global

Saat ini sejumlah negara disebut-sebut mulai fokus mengembangkan mobil hybrid untuk dipasarkan ketimbang BEV

Insentif Mobil Hybrid Dianggap Kurang, Berkaca dari Tren Global

KatadataOTO – Kehadiran mobil hybrid di pasar kendaraan roda empat Indonesia, ternyata mampu menunjukan kinerja positif. Seperti contoh terjadi pada Juli 2025 lalu.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi mobil hybrid dari pabrik ke diler (wholesales) tembus 6.258 unit bulan lalu.

Angka di atas meningkat sekitar 4,3 persen bila dibandingkan dengan Juni 2025 yang hanya 5.998 unit.

Selain itu jumlah wholesales mobil hybrid di Juli sementara menjadi paling tinggi selama 2025. Sebab bulan-bulan sebelumnya berkisar 4.000-an unit.

Daihatsu Rocky hybrid
Photo : Daihatsu

Berangkat dari fakta di atas, Gaikindo meminta pemerintah untuk mempertimbangkan relaksasi tambahan bagi kendaraan roda empat berjantung pacu hibrida.

“Walaupun insentifnya sedikit, ternyata peminatnya juga banyak. Akan jauh lebih bagus lagi kalau kita meninjau kembali PP 73,” ungkap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 tahun 2019 yang disesuaikan menjadi PP Nomor 74 Tahun 2021, mengatur soal tarif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil hybrid.

Dalam peraturan tersebut mobil hybrid dikenakan tarif PPnBM sebesar 15 persen, buat kapasitas mesin sampai 3.000 cc dengan dasar pengenaan pajak mulai dari 40 persen hingga 46 persen.

Sedangkan pada peraturan serupa, mobil listrik murni dibebaskan dari PPnBM. Semula 15 persen menjadi 0 persen.

Salah satu alasan Gaikindo mendorong pemerintah untuk melakukan peninjauan kebijakan mengenai mobil hybrid, dilandasi adanya pergeseran tren kendaran di pasar global.

Sekarang sejumlah negara digadang-gadang bukan lagi memaksimal Battery Electric Vehicle (BEV). Namun mulai fokus mengembangkan hybrid.


Terkini

news
OJK Bakal Tertibkan Praktik Matel dalam Kredit Macet Kendaraan

OJK Bakal Tertibkan Praktik Matel dalam Kredit Macet Kendaraan

Peristiwa dua matel yang tewas dalam kejadian di Kalibata beberapa waktu lalu turut menjadi sorotan OJK

motor
QJMotor Ungkap Fakta Baru Terkait Permasalahan Konsumen di Solo

QJMotor Ungkap Fakta Baru Terkait Permasalahan Konsumen di Solo

QJMotor sampai memutus kerja sama dengan diler Superbiker Motor Solo buntut permasalahan dengan konsumen

mobil
Ganijl Genap Puncak Bogor

Dedi Mulyadi Larang Angkot Beroperasi di Puncak Saat Libur Nataru

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat bakal beri kompensasi agar angkot di Puncak tidak beroperasi saat libur Nataru

mobil
Chery Berniat Boyong Brand Premium Exeed Buat Konsumen Indonesia

Chery Berniat Boyong Brand Premium Exeed untuk Goda Sultan RI

Chery masih malu-malu membocorkan lebih jauh kapan waktu pelucuran brand Exeed untuk pasar Indoneisa

mobil
Merek Mobil Cina Terlaris November 2025, BYD Jual 8 Ribu Unit

Merek Mobil Cina Terlaris November 2025, BYD Jual 8 Ribu Unit

BYD masih terus memimpin sebagai merek mobil Cina terlaris di November 2025, berikut daftar lengkapnya

mobil
Mitsubishi Xforce

Mitsubishi Xforce Punya Fitur Drive Mode Wet, Simak Fungsinya

Mitsubishi Xforce memenuhi kebutuhan para pengendara yang ingin bisa menaklukkan berbagai medan jalan

mobil
VinFast di GJAW 2025

VinFast Siapkan Strategi Matang Buat Pasar Indonesia

VinFast mengaku telah menyiapkan beragam strategi khusus untuk mengembangkan pasar kendaraan di Indonesia

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 17 Desember 2025, Dinilai Masih Efektif

Ganjil genap Jakarta 17 Desember 2025 tetap menjadi andalan gunmengatasi kemacetan Ibu Kota yang tidak ada hentinya