Tips Hadapi Situasi Darurat saat Berkendara di Momen Libur Nataru
18 November 2025, 17:00 WIB
Pengamat menegaskan bahwa penggunaan etanol pada BBM punya dampak positif bagi kendaraan maupun lingkungan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Etanol tengah jadi perbincangan banyak pihak belakangan ini. Pasalnya diketahui bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina mengandung etanol setidaknya tiga persen.
Hal ini kemudian membuat sejumlah perusahaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) batal menggunakan base fuel dari Pertamina.
Meskipun menuai kontroversi, perlu dicatat bahwa etanol merupakan aditif yang sebenarnya memiliki dampak positif buat kendaraan dan pengurangan emisi gas buang.
BBM ketika di-blending etanol mendapatkan peningkatan angka oktan. Artinya kualitas bensin semakin baik.
“Ini mencegah knocking mesin modern dan mampu meningkatkan efisiensi pembakaran,” kata Yannes Martinus Pasaribu, pengamat dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO, Kamis (09/10).
Dampak terhadap lingkungan juga dapat dirasakan. BBM dengan campuran etanol mengurangi emisi karbon dioksida 20 persen sampai 30 persen.
Persentase etanol yang mau diterapkan di Indonesia rencananya adalah E10, artinya etanol 10 persen dan BBM 90 persen.
Di negara-negara lain, persentasenya lebih tinggi karena telah didukung infrastruktur, regulasi serta spesifikasi kendaraan yang sesuai.
Etanol sendiri adalah hasil proses limbah tani dan material pertanian lain seperti tebu.
Bahan dasar yang diperoleh dari sektor pertanian, dalam jangka waktu panjang bisa menguntungkan petani di Indonesia.
Hanya saja jalan ke sana masih panjang. Sebab perlu transisi dan kesiapan mesin kendaraan produksi dalam negeri.
“E10 sebagai campuran 10 persen etanol dalam bensin dianggap tepat sebagai langkah awal yang efektif untuk kurangi emisi karbon monoksida,” tegas Yannes.
Pihak Pertamina dalam kesempatan terpisah menjelaskan penggunaan etanol pada bahan bakar sudah jadi hal lazim di negara-negara Eropa seperti Prancis, Jerman dan Inggris.
Sementara di India, program yang tengah dicanangkan adalah E20 agar bisa diterapkan optimal per 2030.
Mengingat Net Zero Emission menjadi salah satu target pemerintah RI, Pertamina berkomitmen mendukung melalui penerapan E10.
Hanya saja masih butuh edukasi kepada masyarakat pengguna kendaraan bermotor. Sehingga transisi menuju bahan bakar ramah lingkungan tidak terkesan terburu-buru.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 November 2025, 17:00 WIB
18 November 2025, 09:00 WIB
15 November 2025, 11:00 WIB
11 November 2025, 19:12 WIB
11 November 2025, 15:00 WIB
Terkini
19 November 2025, 18:54 WIB
Alva terus berupaya memanjakan para konsumen motor listrik dengan kemudahan proses pengisian daya baterai
19 November 2025, 17:00 WIB
Motor listrik Polytron Fox 350 dihadirkan sebagai versi pembaruan dari Fox R, bisa skema sewa baterai
19 November 2025, 16:00 WIB
Truk-truk besar sampai kontainer dilarang melintas di Jalan Raya Cillincing, Jakarta Utara pada pagi dan sore
19 November 2025, 15:00 WIB
Pengunjung GJAW 2025 wajib memperhitungkan beberapa hal sebelum memutuskan membeli mobil listrik di sana
19 November 2025, 14:00 WIB
Suzuki Fronx dan Satria sudah resmi diekspor ke berbagai negara ASEAN karena telah memenuhi standar global
19 November 2025, 13:00 WIB
Wuling Eksion berpeluang kembali menggunakan basis salah satu model dari seri Starlight yang dijual di Cina
19 November 2025, 12:00 WIB
Bos Ford menilai regulasi internasional jadi salah satu alasan konsumen mobil mewah menunda pembelian
19 November 2025, 11:00 WIB
Ribuan Wuling Cortez Darion telah berhasil terpesan dan bakal didistribusikan ke pelanggan mulai tahun ini