Indonesia Cuma Pendukung, Jetour Pilih Bangun RnD di Malaysia

Jetour pilih bangun pusat pengembangan di Malaysia ketimbang Indonesia meski pasarnya terbilang lebih kecil

Indonesia Cuma Pendukung, Jetour Pilih Bangun RnD di Malaysia

KatadataOTO – Jetour berencana membangun pusat Research and Development (RnD) Asia Pasifik di Malaysia. Langkah ini menarik sebab pabrikan asal China tersebut masih baru masuk dibandingkan Indonesia dan Thailand.

Dilansir Paultan, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memudahkan pengembangan kendaraan di wilayah Asia Pasifik. Menariknya lagi, RnD Jetour Malaysia nantinya juga akan mendapat masukan dari Indonesia, Thailand dan Australia agar mobil bisa lebih sesuai kebutuhan.

Tak hanya itu, mereka juga berencana menjadikan Malaysia sebagai pusat Jetour di Asia Tenggara. Perusahaan bakal membangun pabrik sendiri dalam lima tahun ke depan dan hasil produksinya bakal di ekspor ke Asia Tenggara, Oceania serta Timur Tengah.

Nilai investasi mereka yang mereka rencanakan juga sangat besar. Untuk RnD saja mereka siap mengeluarkan dana hingga RM 216 juta atau setara Rp 809,7 miliar.

Jetour
Photo : Paultan
Kemudian pembangunan pabrik rencananya membutuhkan RM 560 juta atau Rp 2 triliun. Kemudian pembangunan jaringan sebanyak RM 65 juta (Rp 243,6 miliar).

Padahal saat awal Jetour masuk ke Indonesia, mereka mengungkap keinginannya membuka pabrik sendiri dalam lima tahun. Bahkan perusahaan berencana menjadikan Tanah Air sebagai pusat produksi kendaraan setir kanan.

KatadataOTO pun sudah menghubungi Jetour Indonesia terkait alasan perusahaan lebih memilih Malaysia. Sayangnya sampai berita ini dibuat mereka masih belum memberi tanggapan.

Resmikan Fasilitas Produksi di Malaysia

Perlu diketahui bahwa Jetour baru saja meresmikan fasilitas produksinya di Malaysia. Mereka menjalin kerja sama dengan Berjaya Assembly Sdn Bhd selaku pemilik Johor Plant yang memproduksi Chery, Changan, Dongfeng, Honda serta Hyundai.

Jetour bakal membawa 100 unit Dashing secara CBU terlebih dahulu sebagai perkenalan kepada masyarakat Malaysia. Setelah itu komponen CKD baru akan dikirim pada bulan depan.

Cara ini pun sebenarnya juga dilakukan oleh Jetour di Indonesia. Mereka bekerjasama dengan PT Handal Indonesia Motor untuk memproduksi X70 Plus dan Dashing.

Jetour
Photo : Paultan

Strategi ini diambil agar harga jual kendaraan bisa lebih terjangkau serta menarik minat masyarakat. Pabrikan juga telah berkomitmen untuk membuka sejumlah jaringan penjualan dan bengkel resmi di berbagai kota besar di Indonesia.

Dengan demikian diharapkan masyarakat bisa lebih mudah dalam melakukan pembelian maupun perawatan berkala.


Terkini

modifikasi
Modifikasi Stiker

Mau Pakai Stiker Mobil, Simak Perawatan Agar Tidak Belang

Modifikasi stiker mobil terbilang mudah dan harganya juga cukup kompetitif, perawatannya tidak sulit

mobil
MG VS HEV

Penjualan MG VS HEV Redup, Bakal Digantikan Model Baru

Mobil hybrid MG VS HEV tampak kesulitan bersaing, masih CBU Thailand dan hanya catatkan wholesales 204 unit

mobil
Chery

Pikap Perdana Chery Himla EV Meluncur, Harga Rp 300 Jutaan

Perluas jangkauan konsumen, Chery perkenalkan pikap bertenaga listrik Himla dengan banderol kompetitif

mobil
BYD Linghui

BYD Linghui Resmi Debut, Ada Empat Model Baru Khusus Taksi

Merek Linghui yang baru dihadirkan BYD yang dikembangkan untuk kebutuhan khusus komersial termasuk taksi

otosport
Marco Bezzecchi

Marco Bezzecchi Dapat Kontrak Baru, Amankan Tempat di MotoGP 2027

Aprilia Racing kembali memberikan kontrak baru kepada Marco Bezzecchi selama dua tahun atau sampai akhir 2028

news
Shell

Stok BBM Shell Lenyap di Jakarta, Super Kembali Langka Bulan Ini

Menurut informasi di laman resmi Shell, mereka masih berkoordinasi dengan pemerintah terkait kuota impor BBM

mobil
BYD

Pelemahan Pasar Mobil Cina Mulai Terasa, BYD Terdampak Duluan

BYD melaporkan mengalami penurunan penjualan sampai 30,1 persen atau hanya mencatatkan 210.051 di Januari 2026

mobil
Toyota-Subaru

Toyota-Subaru Daftarkan Paten Transmisi Manual Mobil Listrik

Toyota bersama Subaru berkolaborasi kembangkan rekayasa transmisi manual buat mobil listrik, ini detailnya