BYD Atto 2 Terdaftar di Indonesia, Versi Terbarunya Debut
22 September 2026, 07:00 WIB
Mobil yang minim tombol fisik cenderung tidak disukai konsumen Hyundai, dianggap merepotkan meskipun modern
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil keluaran terkini seringkali minim tombol fisik guna mengatur fitur-fitur di kendaraan. Alasannya adalah supaya praktis dan kabin terlihat lebih rapi.
Pengaturan fitur kemudian dipindahkan ke headunit. Beberapa manufaktur bahkan membuat opsi untuk penyesuaian spion serta lampu depan ke layar tersebut.
Tentu jadi sesuatu yang cukup membingungkan dan merepotkan bagi pengguna mobil yang sudah terbiasa dengan kehadiran tombol fisik. Hal ini juga kemudian dilihat oleh merek Korea Selatan, Hyundai.
Bos HDNA (Hyundai Design North America) menjelaskan lebih lanjut bahwa mereka merupakan salah satu pabrikan yang ikut jejak Tesla menghadirkan Infotainment Screen pengatur hampir semua fitur kendaraan.
Tetapi akhirnya Hyundai memutuskan untuk mundur selangkah dan mengembalikan kehadiran tombol fisik di kabin pengemudi, seperti pada Kona. Ada alasan di balik keputusan tersebut.
Bukan sekadar karena alasan keamanan ataupun biaya produksi, tetapi konsumen di Amerika Serikat ternyata tidak menyukai absennya tombol fisik buat mengatur fitur.
“Ketika kita menambahkan layar infotainment terintegrasi, kita juga mencoba menambahkan kendali fitur berbasis layar dan konsumen ternyata tidak suka,” kata Ha Hak-soo, Vice President HDNA seperti dikutip Korea JoongAng Daily, Minggu (10/11).
Contoh sederhananya menurut dia, pengaturan suhu lewat layar infotainment membutuhkan lebih banyak ‘effort’ ketimbang sekadar memutar knop atau menekan tombol fisik.
Sehingga pihaknya menilai keberadaan tombol fisik masih diperlukan pada kendaraan keluaran terkini sekalipun.
“Kami melakukan tes dan menyadari orang menjadi stres, terganggu dan kesal ketika mereka ingin mengatur sesuatu dengan cepat tetapi tidak bisa,” tegas dia.
Sebagai informasi all new Hyundai Kona Electric yang dipasarkan di tanah air masih ramai tombol fisik dan sempat jadi sorotan karena berbeda dari mobil listrik keluaran terkini lainnya.
Misalnya tombol pengaturan AC serta mode berkendara. Harapannya bisa memudahkan pengemudi dan tidak hilang fokus selama mengemudikan Kona Electric.
“Berkendara adalah aktivitas yang butuh banyak konsentrasi, jadi ketika ingin menonaktifkan atau mengoperasikan sebuah fitur mata tidak terlalu fokus ke Head Unit atau layar,” kata Bonar Pakpahan, Product Expert HMID (Hyundai Motors Indonesia) di Bekasi beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 19:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
Terkini
22 September 2026, 21:27 WIB
Pameran IMHAX berhasil mencatatkan rekor baru dalam hal penjualan maupun pengunjung yang datang langsung
22 September 2026, 20:01 WIB
Salah satu pameran otomotif, yakni Gaikindo Auto Week (GAW 2026) akan berlangsung pada akhir November
22 September 2026, 13:00 WIB
Honda meyakini LCGC punya pasarnya sendiri terkhusus untuk pembeli mobil pertama, belum tergantikan EV murah
22 September 2026, 11:35 WIB
Changan mencatatkan penjualan retail 305 unit sepanjang periode 2026, masih berusaha naik di Agustus 2026
22 September 2026, 07:00 WIB
Belum kunjung hadir di RI, BYD Atto 2 versi baru diperkenalkan di negara asalnya dengan sejumlah penyegaran
22 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini beroperasi sejak pagi untuk mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
22 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan panjang terutama pada jam-jam sibuk
21 September 2026, 21:00 WIB
Menurut catatan, Daihatsu berhasil meniagakan hingga 97 ribu mobil baru sejak Januari hingga Agustus 2026