EV Farizon SV Masuk ke Sektor Transportasi Antar Kota
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Honda akui tertinggal oleh China dalam pengembangan mobil listrik secara global dan harus agresif untuk mengejarnya
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Toshihiro Mibe, CEO Honda akui tertinggal oleh China dalam kompetisi kendaraan listrik secara global. Oleh karena itu dirinya telah menyiapkan sejumlah strategi baru agar bisa bersaing dengan pabrikan lain.
Strategi tersebut sangat bergantung pada model-model baru, ketahanan baterai, teknologi perangkat lunak hingga interior yang didesain ulang. Pabrikan asal Jepang itu juga berencana untuk membangun fasilitas produksi khusus mobil listrik.
Mibe menegaskan bahwa seluruh strategi tersebut akan diaplikasikan secepat mungkin sehingga pada 2025 performa perusahaan membaik. Hal ini ia sampaikan pada rapat tahunan Honda pada Rabu (26/04) waktu setempat.
Komitmennya cukup tegas karena pada Shanghai Auto Show 2023, Honda memang mendapat kejutan tidak menyenangkan. Seluruh merek lokal China telah memenuhi ruang pameran dengan beragam EV yang canggih.
Menurut Mibe, industri kendaraan listrik China telah membuat lompatan besar saat pandemi Covid-19. Padahal ketika itu mereka terputus dari dunia luar karena adanya pembatasan perjalanan dan karantina.
“Mereka berada di depan, lebih dari yang diperkirakan. Cara melawan balik sedang dipikirkan karena bila tidak maka kami akan kalah dari kompetisi ini,” ungkap Mibe.
Honda sendiri telah memiliki ambisi yaitu menghentikan produksi mesin pembakaran internal pada 2040. Pada tahun tersebut mereka akan fokus memasarkan kendaraan listrik dan hidrogen yang dikenal ramah lingkungan.
Mereka juga berencana meningkatkan kapasitas produksi agar bisa menjual setidaknya 2 juta unit kendaraan listrik dan Fuel Cell secara global di 2030. Sedangkan mobil bermesin bensin serta hybrid tetap dijual namun keuntungannya digunakan untuk pengembangan teknologi masa depan.
“Kami berusaha menciptakan struktur bisnis yang menghasilkan keuntungan bahkan di era mobil listrik,” kata Mibe.
Ia menargetkan untuk mendapatkan laba penjualan di atas 7 persen setiap tahunnya hingga 2030.
“Kami yakin bahwa sangat penting untuk secara agresif menginvestasikan kembali arus kas dari bisnis pembakaran internal, termasuk hibrida. Ini bertujuan guna meningkatkan daya saing di kendaraan elektrifikasi masa depan,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
10 April 2026, 15:04 WIB
02 April 2026, 17:00 WIB
19 Februari 2026, 16:27 WIB
19 Februari 2026, 15:00 WIB
Terkini
17 September 2026, 22:00 WIB
Sejumlah motor matic murah dari Suzuki dan TVS mengalami kenaikan bervariasi pada periode September 2026
17 September 2026, 18:59 WIB
Tim satelit KTM, yakni Tech3 baru mengumumkan Agius untuk masuk ke susunan sementara pembalap MotoGP 2027
17 September 2026, 17:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS siap berlanjut ke Semarang di akhir September 2026, ada promo pembelian tiket
17 September 2026, 15:00 WIB
Merek mobil mewah di RI alami kenaikan penjualan sepanjang periode Agustus 2026, termasuk BMW dan Lexus
17 September 2026, 13:00 WIB
Kei car bertenaga listrik Suzuki e Sky punya peluang hadir di Indonesia sebagai perkenalan atau bahan studi
17 September 2026, 11:00 WIB
Penjualan landai, GWM percaya diri kehadiran produk baru masih bisa bantu tumbuhkan penjualan di 2026
17 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai tampaknya tengah menyiapkan versi baru dari Stargazer Cartenz, PT HMID masih enggan buka suara
17 September 2026, 07:41 WIB
Changan Deepal S05 hadir di Indonesia sebagai kendaraaan dengan jenis penggera REEV pertama di Tanah Air