Penjualan Mobil Hybrid Naik, Menko Airlangga Kasih Isyarat
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
Per Januari 2026 wholesales dan retail sales Neta nol unit, tidak ada rencana peluncuran produk baru
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Neta menjadi salah satu manufaktur asal Cina yang masuk Indonesia dengan mobil listrik Rp 200 juta-Rp 300 jutaan.
Strategi masuk di segmen harga itu berhasil di sejumlah merek. Tetapi dampaknya justru berbeda pada Neta.
Penjualannya mengalami penurunan signifikan dari waktu ke waktu. Jika melihat data penjualan mobil terbaru di 2026, angka wholesales maupun retail (distribusi unit dari diler ke konsumen) Neta tercatat nihil.
Pihak Neta sebelumnya telah mengkonfirmasi masih akan berbisnis di Indonesia meskipun dengan penyesuaian skema servis.
Melihat kondisi Neta saat ini, pihak Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) turut buka suara.
“Saya pikir itu terserah mereka (mau lanjut berbisnis di Indonesia atau tidak). Kita kan tidak tahu apa yang terjadi di kantor pusatnya sana,” kata Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo saat ditemui di JIExpo Kemayoran, beberapa waktu lalu.
Jongkie tidak menampik ada peluang Neta angkat kaki dari pasar Tanah Air, jika melihat kondisi terkininya.
Ia juga turut menyorot masih banyak pabrikan Tiongkok lain yang dapat mengembangkan penjualannya di dalam negeri seperti BYD dan Chery.
Meskipun kiprah Neta di dalam negeri terbilang penuh tantangan, Jongkie menegaskan merek yang dikenal sebagai start up di Tiongkok itu memberikan sejumlah efek positif ke industri.
“Paling tidak mereka masuk ke Indonesia dengan investasi tidak terlalu besar. Bisa mencoba untuk masuk ke pasar Indonesia istilahnya tes pasar, tetapi kita diuntungkan (oleh) transfer of technology,” kata Jongkie.
Lebih lanjut dia menjelaskan tenaga kerja lokal mendapatkan pengetahuan lebih soal perakitan mobil listrik.
Kemudian lapangan pekerjaan di fasilitas perakitan terbuka lebar. Dia mengungkapkan pabrik PT Handal Indonesia Motor (HIM) setiap bulannya menambah jumlah pekerja.
“Lama kelamaan dia akan investasi terus kalau volume (penjualannya) naik. Itu bagus, buat negara kita bagus,” tegas Jongkie.
Sekadar informasi, Neta merakit dua model kendaraan yakni Neta V-II dan Neta X di pabrik milik PT HIM.
Imbas kesulitan itu dan restrukturisasi di negara asalnya, Neta belum memiliki rencana mengeluarkan produk baru di 2026 dan fokus pada penyediaan layanan purna jual komprehensif untuk para pelanggannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Terkini
01 September 2026, 20:11 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI baru-baru ini diketahui membeli MPV bertenaga listrik Xpeng X9
01 September 2026, 20:09 WIB
Baik Pertamina, Shell hingga Vivo kompak menaikan harga BBM jenis diesel mereka dengan besaran bervariasi
01 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid akan menjadi salah satu daya tarik dalam acara Kumpul Sahabat yang digelar di Batam
01 September 2026, 07:00 WIB
Robot Mobo buatan AiMoga berbabis Embodied Intelligence dan diperkenalkan dalam ajang atau pameran WRC 2026
01 September 2026, 06:00 WIB
Fasilitas SIM keliling Jakarta berada di lima lokasi berbeda setiap hari, simak informasi biaya dan syaratnya
01 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi terbaik ketika Anda ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
01 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta tetap diandalkan pemerintah Ibu Kota untuk setidaknya mencegah kebuntuan di jam sibuk
31 Agustus 2026, 21:00 WIB
Indonesia Autovaganza 2026 tempat berkumpulnya komunitas para pencinta otomotif sekaligus bersilaturahmi