Kalista Sebut Pentingnya Insentif untuk Dorong Adopsi EV Niaga

Kendaraan listrik dinilai potensial di segmen niaga, Kalista sorot perlu ada insentif dari pemerintah

Kalista Sebut Pentingnya Insentif untuk Dorong Adopsi EV Niaga
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) dinilai potensial sebagai sarana mobilitas di segmen niaga. Meskipun begitu penyerapannya masih terbilang kecil karena berbagai alasan.

Salah satunya adalah kurangnya dorongan dari pemerintah dan pemangku kepentingan. Kalista sebagai salah satu penyedia layanan kendaraan listrik menyorot pentingnya pemberian insentif.

“Mungkin perlu ada insentif seperti di kendaraan penumpang yang Pajak Pertambahan Nilai (PPN)-nya 10 persen, atau motor (insentif) Rp 7 juta,” kata Albert Aulia Ilyas, Direktur Utama Kalista di Jakarta, Kamis (04/12).

Penggunaan kendaraan listrik untuk keperluan niaga disebut mampu membantu menekan emisi. Mengingat rute operasional kendaraan di segmen tersebut cukup tinggi.

Kalista
Photo: KatadataOTO

Menurut Albert, di sejumlah negara lain seperti Singapura dan Malaysia insentif diberikan buat kendaraan listrik lintas segmen. Sehingga adopsinya jadi lebih merata.

“Itu bisa menjadi salah satu cara untuk percepatan. Karena kalau orang atau perusahaan diberikan insentif pasti lebih cepat berubah,” kata Albert.

Di sisi lain Kalista turut mendorong pembangunan persebaran infrastruktur yang lebih merata. Sehingga konsumen fleet bisa semakin yakin dalam menggunakan kendaraan listrik untuk kebutuhan armada.

Upaya Kalista Percepat Adopsi EV

Kalista menyediakan kesempatan bagi para konsumen fleet melakukan uji coba kendaraan elektrifikasi termasuk bus listrik sebelum melakukan pembelian.

Pihak Kalista mengungkapkan hal ini terbukti mampu membuat konsumen semakin yakin menggunakan EV sebagai armada, baik untuk transportasi umum maupun kebutuhan logistik.

Usaha Kalista Manjakan Pengguna EV di Indonesia, Gandeng Xapiens
Photo: Kalista

“(Konsumen tidak yakin) karena tidak familiar. Sesederhana masalah spesifikasi, (kapasitas) baterai lalu pasang charger-nya bagaimana,” kata  Yoga Adiwinarto, Direktur Pengembangan Bisnis Kalista dalam kesempatan sama.

Setelah diberikan kesempatan trial, Yoga mengatakan bahwa banyak konsumen mengaku puas dan menjadi tertarik menggunakan kendaraan listrik sebagai armadanya.

Konsumen juga menjadi semakin paham dengan spesifikasi kendaraan listrik sesuai kebutuhan mereka.

“Itulah akhirnya yang buat kita melihat bahwa selama pengetahuan itu ada, mereka pasti akan akselerasikan (penggunaaan EV),” tegas dia.


Terkini

mobil
DFSK E5 Plus

Spesifikasi DFSK E5 Plus yang Bakal Debut di GIIAS 2026

DFSK E5 Plus segera debut di GIIAS 2026, punya klaim daya jelajah komprehensif sampai 1.400 kilometer

news
Ganjil Genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 24 Juli 2026 Jelang Akhir Pekan

Menutup pekan terakhir di Juli 2026, Sistem lalu lintas Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap diberlakukan

otosport
MotoGP 2027

Marquez Sebut MotoGP 2027 Bakal Lebih Kompetitif Seperti Moto3

Menurut Marc Marquez kuda besi skuad Ducati Corse untuk MotoGP 2027 masih harus dilakukan beberapa penyesuaian

news
SIM Keliling Bandung

2 SIM Keliling Bandung Beroperasi Sebelum Akhir Pekan, Ada di MCD

SIM keliling Bandung beroperasi untuk membantu masyarakat mengurus dokumen berkendara sebelum akhir pekan

news
SIM Keliling Jakarta

Biaya dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Sebelum Akhir Pekan 24 Juli

Ada beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan sebelum memperpanjang SIM di layanan SIM keliling Jakarta

mobil
Mobil baru

ACC Sebut Pembiayaan Mobil Baru Masih Kondusif

ACC mengklaim iklim pembiayaan mobil baru di 2026 masih menunjukan kinerja positif meski banyak tantangan

mobil
BYD M6 DM

10 Merek Mobil Cina Terlaris Juni 2026: BYD Kembali Memimpin

BYD mengisi posisi teratas sebagai merek mobil Cina terlaris di Indonesia periode Juni 2026, Jaecoo tergeser

mobil
Changan

Strategi Changan Bersaing di Indonesia, Siapkan 15 Mobil Baru

Changan berencana menghadirkan berbagai mobil baru mulai dari BEV, HEV, REEV sampai PHEV di Indonesia