Peluang BYD Racco Masuk Indonesia Tunggu Hasil Positif
13 Oktober 2026, 20:46 WIB
Kendaraan listrik dinilai potensial di segmen niaga, Kalista sorot perlu ada insentif dari pemerintah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) dinilai potensial sebagai sarana mobilitas di segmen niaga. Meskipun begitu penyerapannya masih terbilang kecil karena berbagai alasan.
Salah satunya adalah kurangnya dorongan dari pemerintah dan pemangku kepentingan. Kalista sebagai salah satu penyedia layanan kendaraan listrik menyorot pentingnya pemberian insentif.
“Mungkin perlu ada insentif seperti di kendaraan penumpang yang Pajak Pertambahan Nilai (PPN)-nya 10 persen, atau motor (insentif) Rp 7 juta,” kata Albert Aulia Ilyas, Direktur Utama Kalista di Jakarta, Kamis (04/12).
Penggunaan kendaraan listrik untuk keperluan niaga disebut mampu membantu menekan emisi. Mengingat rute operasional kendaraan di segmen tersebut cukup tinggi.
Menurut Albert, di sejumlah negara lain seperti Singapura dan Malaysia insentif diberikan buat kendaraan listrik lintas segmen. Sehingga adopsinya jadi lebih merata.
“Itu bisa menjadi salah satu cara untuk percepatan. Karena kalau orang atau perusahaan diberikan insentif pasti lebih cepat berubah,” kata Albert.
Di sisi lain Kalista turut mendorong pembangunan persebaran infrastruktur yang lebih merata. Sehingga konsumen fleet bisa semakin yakin dalam menggunakan kendaraan listrik untuk kebutuhan armada.
Kalista menyediakan kesempatan bagi para konsumen fleet melakukan uji coba kendaraan elektrifikasi termasuk bus listrik sebelum melakukan pembelian.
Pihak Kalista mengungkapkan hal ini terbukti mampu membuat konsumen semakin yakin menggunakan EV sebagai armada, baik untuk transportasi umum maupun kebutuhan logistik.
“(Konsumen tidak yakin) karena tidak familiar. Sesederhana masalah spesifikasi, (kapasitas) baterai lalu pasang charger-nya bagaimana,” kata Yoga Adiwinarto, Direktur Pengembangan Bisnis Kalista dalam kesempatan sama.
Setelah diberikan kesempatan trial, Yoga mengatakan bahwa banyak konsumen mengaku puas dan menjadi tertarik menggunakan kendaraan listrik sebagai armadanya.
Konsumen juga menjadi semakin paham dengan spesifikasi kendaraan listrik sesuai kebutuhan mereka.
“Itulah akhirnya yang buat kita melihat bahwa selama pengetahuan itu ada, mereka pasti akan akselerasikan (penggunaaan EV),” tegas dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Oktober 2026, 20:46 WIB
06 Oktober 2026, 20:00 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
15 September 2026, 09:00 WIB
Terkini
13 Oktober 2026, 20:46 WIB
Kei car listrik BYD Racco punya peluang besar dihadirkan ke pasar Indonesia, BYD mulai survey ke konsumen
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
Toyota masih jadi merek mobil terlaris secara retail, BYD raih penjualan tertingginya di September 2026
13 Oktober 2026, 18:03 WIB
Mitsubishi Xforce varian mesin bensin diklaim nyaman untuk konsumen pertama yang ingin mencoba sebuah SUV
13 Oktober 2026, 17:05 WIB
Kasus patah as roda Chery Omoda 5 di Malaysia belum lama ini terus menuai sorotan banyak pihak di Indonesia
13 Oktober 2026, 15:40 WIB
Para pembalap MotoGP diwajibkan mengikuti kegiatan Hero Walk minimal 10 menit untuk bertemu dengan penggemar
13 Oktober 2026, 09:00 WIB
Ada beberapa opsi motor matic 150 cc bisa dipilih, mulai dengan harga murah hingga yang paling mahal
13 Oktober 2026, 07:00 WIB
Peraih Best Kustom Bike Show di Kustomfest 2026 menggunakan Honda CB150R dengan gaya Neo Boardtracker
12 Oktober 2026, 23:00 WIB
Pengguna Chery Omoda 5 diminta untuk mendatangi bengkel resmi untuk melakukan pemeriksaan pada as roda