Truk Cina Disebut Mulai Gerus Pasar Kendaraan Komersil Indonesia
23 Desember 2025, 09:00 WIB
Hino optimis pasar kendaraan komersial bakal tumbuh di 2025 setelah mendapat tekanan hebat pada tahun lalu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Hino optimis tekanan pada industri otomotif yang dirasakan pada 2024 bisa berkurang di tahun ini. Menurunnya agenda politik diharapkan membuat roda perekonomian stabil sehingga pasar kendaraan khususnya komersial dapat tumbuh.
Walau pertumbuhan diperkirakan belum besar tapi setidaknya membantu pabrikan agar bisa bertahan di pasar otomotif nasional.
“Kami berharap bakal ada kenaikan penjualan sebesar dua hingga lima persen dibanding tahun lalu,” ungkap Susilo Darmawan, Sales Director PT. Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) pada media beberapa waktu lalu.
Potensi terbesar yang diperkirakan dapat berkembang adalah dari sektor kendaraan niaga seperti truk. Pasalnya kini jalan tol sudah banyak tersambung sehingga mobilitas menjadi lebih mudah dibanding sebelumnya.
“Selain itu pengiriman barang antar kota juga pastinya akan semakin banyak karena penjualan barang secara online sudah sangat berkembang,” ungkapnya kemudian.
Meski demikian Susilo mengakui bahwa masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi perusahaan di 2025. Salah satunya adalah ketatnya aturan kredit kendaraan bermotor dari perusahaan pembiayaan.
“Sebagian besar penjualan dilakukan secara kredit. Jadi bila perusahaan pembiayaannya sendiri tidak mendukung secara penuh itu akan menjadi tantangan kami,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia menilai banyaknya praktek Over Dimension Over Loading atau biasa dikenal Odol juga memberi dampak negatif. Pasalnya kapasitas yang seharusnya dibawa oleh dua kendaraan dipaksa untuk diangkut oleh satu truk.
“Contohnya kapasitas truk dalam satu kali angkut adalah 20 ton tetapi kemudian dipaksa agar bisa menampung sebesar 35 ton.,” ungkapnya kemudian.
Situasi tersebut dinilai merugikan perusahaan karena jumlah unit yang terjual menjadi lebih sedikit dibanding seharusnya.
Meski demikian dirinya menegaskan bakal melakukan beberapa strategi guna mengoptimalkan penjualan kendaraan di tahun ini. Salah satunya adalah dengan mempertahankan kualitas produk yang telah dikenal baik oleh masyarakat.
“Kami juga memaksimalkan after sales dengan melakukan pelatihan pada teknisi agar sesuai standar. Sehingga harapannya kepuasan pelanggan terjaga,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Desember 2025, 09:00 WIB
18 Desember 2025, 08:00 WIB
17 Desember 2025, 15:00 WIB
10 Desember 2025, 15:00 WIB
19 November 2025, 16:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV