Hino Tegaskan Produk Buatan Indonesia Punya Standar Tinggi
22 Januari 2026, 12:00 WIB
Hino optimis pasar kendaraan komersial bakal tumbuh di 2025 setelah mendapat tekanan hebat pada tahun lalu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Hino optimis tekanan pada industri otomotif yang dirasakan pada 2024 bisa berkurang di tahun ini. Menurunnya agenda politik diharapkan membuat roda perekonomian stabil sehingga pasar kendaraan khususnya komersial dapat tumbuh.
Walau pertumbuhan diperkirakan belum besar tapi setidaknya membantu pabrikan agar bisa bertahan di pasar otomotif nasional.
“Kami berharap bakal ada kenaikan penjualan sebesar dua hingga lima persen dibanding tahun lalu,” ungkap Susilo Darmawan, Sales Director PT. Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) pada media beberapa waktu lalu.
Potensi terbesar yang diperkirakan dapat berkembang adalah dari sektor kendaraan niaga seperti truk. Pasalnya kini jalan tol sudah banyak tersambung sehingga mobilitas menjadi lebih mudah dibanding sebelumnya.
“Selain itu pengiriman barang antar kota juga pastinya akan semakin banyak karena penjualan barang secara online sudah sangat berkembang,” ungkapnya kemudian.
Meski demikian Susilo mengakui bahwa masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi perusahaan di 2025. Salah satunya adalah ketatnya aturan kredit kendaraan bermotor dari perusahaan pembiayaan.
“Sebagian besar penjualan dilakukan secara kredit. Jadi bila perusahaan pembiayaannya sendiri tidak mendukung secara penuh itu akan menjadi tantangan kami,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia menilai banyaknya praktek Over Dimension Over Loading atau biasa dikenal Odol juga memberi dampak negatif. Pasalnya kapasitas yang seharusnya dibawa oleh dua kendaraan dipaksa untuk diangkut oleh satu truk.
“Contohnya kapasitas truk dalam satu kali angkut adalah 20 ton tetapi kemudian dipaksa agar bisa menampung sebesar 35 ton.,” ungkapnya kemudian.
Situasi tersebut dinilai merugikan perusahaan karena jumlah unit yang terjual menjadi lebih sedikit dibanding seharusnya.
Meski demikian dirinya menegaskan bakal melakukan beberapa strategi guna mengoptimalkan penjualan kendaraan di tahun ini. Salah satunya adalah dengan mempertahankan kualitas produk yang telah dikenal baik oleh masyarakat.
“Kami juga memaksimalkan after sales dengan melakukan pelatihan pada teknisi agar sesuai standar. Sehingga harapannya kepuasan pelanggan terjaga,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 Januari 2026, 12:00 WIB
22 Januari 2026, 11:00 WIB
16 Januari 2026, 11:00 WIB
14 Januari 2026, 12:00 WIB
14 Januari 2026, 11:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan