Mobil Listrik Tetap Bebas Pajak dan Ganjil Genap di Jakarta
06 Mei 2026, 15:00 WIB
Gaikindo ungkap sebab penjualan mobil hybrid lebih tinggi dari EV meski tidak mendapat insentif pemerintah
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penjualan mobil elektrifikasi di Indonesia pada semester 1 mencapai angka 36.715 unit. Dari jumlah tersebut, kendaraan hybrid berhasil menyumbang jauh lebih besar ketimbang Battery Electric Vehicle atau BEV.
Tercatat penjualan kendaraan hybrid di Indonesia telah mencapai 24.775 unit. Jumlah itu setara 6 persen dari total pasar mobil nasional di semester 1 2024 yang sebesar 408.012 unit.
Jika dibandingkan dengan pencapaian di periode yang sama tahun lalu, maka penjualan mobil hybrid di Indonesia meningkat 43,1 persen. Pasalnya ketika itu permintaan di segmen itu hanya sebesar 17.305 unit
Sementara itu, penjualan mobil listrik terbilang kecil. Pengiriman dari pabrik ke diler tercatat pada Januari hingga Juni 2024 hanya mencapai 11.940 unit.
Meski demikian, jumlah itu naik 104,13 persen dibandingkan periode serupa tahun lalu. Pasalnya ketika itu wholesales mobil listrik hanya 5.849 unit.
Tingginya permintaan mobil hybrid ketimbang BEV pun mendapat perhatian dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor atau Gaikindo. Mereka menyebut ada beragam keunggulan yang membuatnya lebih mudah diterima masyarakat,
“Mobil listrik itu memerlukan infrastruktur khusus dan harganya tinggi dibandingkan mobil biasa. Jadi sekarang masyarakat masun memperhatikan dulu walau nanti BEV pasti akan membaik,” ungkap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo.
Kehadiran banyaknya merek baru diyakini bisa membuat pasar kendaraan listrik meningkat. Pasalnya masyarakat jadi lebih mudah untuk memilih produk yang memang mereka inginkan.
“Kalau permintaan mobil 1 juta unit sementara hybrid dan listrik bisa mencapai 100.000 unit di akhir tahun, itu artinya sudah 10 persen dari penjualan nasional,” ungkapnya.
Meski demikian dirinya mengakui bahwa masih cukup jauh untuk penjualan kendaraan elektrifikasi melampaui sistem pembakaran konvensional. Hal ini karena masyarakat masih belum terbiasa dengan teknologi tersebut.
“Tetap pasar kendaraan Internal Combustion Engine yang lebih banyak. Hanya saja pertumbuhan elektrifikasi cepat,” tegasnya.
Perlu diketahui bahwa whole sales mobil di Tanah Air pada semester pertama 2024 hanya sebesar 408.012 unit. Jumlah itu turun 19,5 persen dari 506.427 unit di 2023.
Penurunan juga terlihat pada retail sales Januari-Juni 2024 karena hanya mampu mencatatkan angka 431.987 unit. Torehan tersebut 14 persen lebih rendah ketimbang periode serupa di 2023 yaitu sebesar 502.533 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Mei 2026, 15:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
22 April 2026, 12:31 WIB
21 April 2026, 18:45 WIB
21 April 2026, 11:37 WIB
Terkini
07 Mei 2026, 07:00 WIB
Sebelum melakukan touring seperti Tour Boemi Nusantara 2026, ada baiknya servis motor di bengkel resmi Yamaha
07 Mei 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi yang berbeda hari ini dan beroperasi mulai pukul 08.00 WIB
07 Mei 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini berlaku sejak pagi pukul 06.00 WIB dan berlanjut sore hari mulai pukul 16.00 WIB
07 Mei 2026, 06:00 WIB
Tidak harus ke kantor Satpas, SIM keliling Bandung bisa jadi alternatif yang berada di dua lokasi hari ini
06 Mei 2026, 18:00 WIB
Leap Motor siap untuk meramaikan ajang GIIAS 2026 dengan beberapa model andalan termasuk SUV elektrik B10
06 Mei 2026, 17:00 WIB
Indomobil Expo hadir untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan populasi mobil listrik di RI
06 Mei 2026, 16:00 WIB
Teknologi PHEV bernama i-DM disematkan ke sederet lini kendaraan JETOUR untuk pasar global, salah satunya T2
06 Mei 2026, 15:00 WIB
Simak kebijakan baru yang mengatur pembebasan pajak dan aturan ganjil genap mobil listrik di Jakarta