Denza B5 Siap Dijual di Indonesia, Ini Catatan Kemampuan Off-roadnya
13 Februari 2026, 17:15 WIB
Gaikindo ungkap sebab penjualan mobil hybrid lebih tinggi dari EV meski tidak mendapat insentif pemerintah
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penjualan mobil elektrifikasi di Indonesia pada semester 1 mencapai angka 36.715 unit. Dari jumlah tersebut, kendaraan hybrid berhasil menyumbang jauh lebih besar ketimbang Battery Electric Vehicle atau BEV.
Tercatat penjualan kendaraan hybrid di Indonesia telah mencapai 24.775 unit. Jumlah itu setara 6 persen dari total pasar mobil nasional di semester 1 2024 yang sebesar 408.012 unit.
Jika dibandingkan dengan pencapaian di periode yang sama tahun lalu, maka penjualan mobil hybrid di Indonesia meningkat 43,1 persen. Pasalnya ketika itu permintaan di segmen itu hanya sebesar 17.305 unit
Sementara itu, penjualan mobil listrik terbilang kecil. Pengiriman dari pabrik ke diler tercatat pada Januari hingga Juni 2024 hanya mencapai 11.940 unit.
Meski demikian, jumlah itu naik 104,13 persen dibandingkan periode serupa tahun lalu. Pasalnya ketika itu wholesales mobil listrik hanya 5.849 unit.
Tingginya permintaan mobil hybrid ketimbang BEV pun mendapat perhatian dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor atau Gaikindo. Mereka menyebut ada beragam keunggulan yang membuatnya lebih mudah diterima masyarakat,
“Mobil listrik itu memerlukan infrastruktur khusus dan harganya tinggi dibandingkan mobil biasa. Jadi sekarang masyarakat masun memperhatikan dulu walau nanti BEV pasti akan membaik,” ungkap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo.
Kehadiran banyaknya merek baru diyakini bisa membuat pasar kendaraan listrik meningkat. Pasalnya masyarakat jadi lebih mudah untuk memilih produk yang memang mereka inginkan.
“Kalau permintaan mobil 1 juta unit sementara hybrid dan listrik bisa mencapai 100.000 unit di akhir tahun, itu artinya sudah 10 persen dari penjualan nasional,” ungkapnya.
Meski demikian dirinya mengakui bahwa masih cukup jauh untuk penjualan kendaraan elektrifikasi melampaui sistem pembakaran konvensional. Hal ini karena masyarakat masih belum terbiasa dengan teknologi tersebut.
“Tetap pasar kendaraan Internal Combustion Engine yang lebih banyak. Hanya saja pertumbuhan elektrifikasi cepat,” tegasnya.
Perlu diketahui bahwa whole sales mobil di Tanah Air pada semester pertama 2024 hanya sebesar 408.012 unit. Jumlah itu turun 19,5 persen dari 506.427 unit di 2023.
Penurunan juga terlihat pada retail sales Januari-Juni 2024 karena hanya mampu mencatatkan angka 431.987 unit. Torehan tersebut 14 persen lebih rendah ketimbang periode serupa di 2023 yaitu sebesar 502.533 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 17:15 WIB
12 Februari 2026, 07:00 WIB
11 Februari 2026, 17:00 WIB
11 Februari 2026, 16:43 WIB
11 Februari 2026, 11:00 WIB
Terkini
13 Februari 2026, 22:48 WIB
Mitsubishi Xforce edisi Anniversary meluncur di IIMS 2026 dengan penambahan fitur eksterior dan eksterior
13 Februari 2026, 21:34 WIB
BYD terus berinovasi untuk menempatkan diri mereka sebagai pemimpin dalam perkembangan teknologi dan otomotif
13 Februari 2026, 19:22 WIB
BYD Indonesia mampu memberi dampak langsung bagi kelangsungan industri dan ekosistem mobil listrik nasional
13 Februari 2026, 17:55 WIB
BYD menorehkan sejarah dalam pasar mobil listrik dunia, hal tersebut terlihat sepanjang periode 2025 lalu
13 Februari 2026, 17:55 WIB
Keahlian BYD di bidang teknologi diterapkan pada lini kendaraan ramah lingkungan yang dijual di pasar global
13 Februari 2026, 17:54 WIB
Berbagai model BYD dihadirkan memenuhi kebutuhan konsumen, mobilitas area kota sampai perjalanan jarak jauh
13 Februari 2026, 17:15 WIB
Setelah terima banyak pemesanan dari Australia, Denza B5 siap dijual di Indonesia. Berikut salah satu daya tariknya yaitu off-road
13 Februari 2026, 16:47 WIB
BYD hadirkan berbagai lini produk lintas segmen untuk konsumen Indonesia dari hatchback, sedan sampai SUV