Geely Recal 74 Ribu Mobil Lynk & Co di Cina, Ada Cacat di LiDAR
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Ada beberapa hal dinilai memudahkan Gaikindo dalam mewujudkan keinginan pemerintah soal mobil nasional
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Presiden RI Prabowo Subianto sempat menyatakan kekecewaannya melihat Indonesia belum bisa memproduksi kendaraan bermotornya sendiri.
Ia mengungkapkan bahwa di masa mendatang Indonesia harus bisa memproduksi sendiri berbagai barang berteknologi tinggi termasuk mobil dan motor.
Kemenperin (Kementerian Perindustrian) mengatakan sebenarnya harapan pemerintah soal mobil nasional produksi dalam negeri tidak sulit dipenuhi.
“Rata-rata TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) sudah di atas 70 persen, bahkan ada yang 80 persen. Jadi seharusnya tidak sulit untuk kita duduk bersama mendesain mobil Indonesia yang menjadi harapan dari presiden,” kata Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian RI di ICE BSD, Tangerang Selatan, Jumat (22/11).
Menanggapi hal tersebut, Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor) juga turut mendukung harapan pemerintah dan dorongan dari Kemenperin soal mobil Indonesia atau mobil nasional.
“Melihat dan mendengar keinginan tinggi dari pemerintah akan kehadiran kendaraan yang disebut sebagai mobil Indonesia, akan membawa Indonesia sebagai pemain penting dalam industri otomotif global,” ucap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo dalam kesempatan sama.
Nangoi turut mengiyakan bahwa sudah banyak kendaraan bermotor di Indonesia dengan TKDN di atas 70 persen, tepatnya 15 model.
Oleh karena itu pihaknya berkomitmen untuk menerima tantangan dan harapan dari pemerintah RI dalam mewujudkan kehadiran mobil nasional di masa mendatang.
“Gaikindo akan terus menjaga pertumbuhan industri otomotif agar terus berkontribusi terhadap pencapaian negara,” tegas Nangoi.
Berfokus di elektrifikasi, ada beberapa kandidat berpeluang jadi produsen mobil nasional di Indonesia seperti Pindad Morino EV. Meski masih purwarupa, pihak pemerintah berharap model tersebut bisa jadi pemain EV (Electric Vehicle) nasional.
Kemudian mobil listrik hasil pengembangan bersama Geely. Hal ini telah diungkapkan oleh Menko Marves beberapa waktu lalu.
“Kapan lagi kita punya mobil EV karya Indonesia. Jadi risetnya kita bersama-sama dan lakukan lompatan jauh atau Leapfrog,” ucap Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Marves.
Model tersebut diyakini kuat Aletra L8, MPV 7-seater bertenaga listrik. Mengingat perusahaan kolaborasi Geely Group itu mulai berinvestasi dan telah mendirikan pusat RND (Research and Development) di Alam Sutera, Tangerang.
Aletra L8 baru diluncurkan di GJAW 2024 pada Jumat. Bicara harga, MPV itu ditawarkan mulai Rp 415 jutaan khusus 200 konsumen pertama yang melakukan pemesanan di pameran.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
18 Agustus 2026, 14:00 WIB
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Terkini
29 Oktober 2026, 15:00 WIB
Mazda untuk pertama kalinya hadir meramaikan GIIAS Makassar 2026, bawa produk andalannya yakni SUV CX-5
29 Oktober 2026, 13:00 WIB
PEVS 2026 menawarkan banyak berbagai program menarik untuk menstimulus masyarakat beralih ke mobil listrik
29 Oktober 2026, 11:00 WIB
Pertamina Lubricants mengkalim memiliki fasilitas produksi terbesar di Asia Tenggara yang memasok 17 negara
29 Oktober 2026, 09:00 WIB
Buat pencinta skutik, new Honda Genio mendapatkan beberapa opsi kelir anyar yang bikin tampilannya beda
29 Oktober 2026, 07:00 WIB
Di bawah naungan PT Permata Otomotif Indonesia (POI), Peugeot Motorcycle kembali hadir di pasar Indonesia
28 Oktober 2026, 23:44 WIB
Kia Puri resmi dibuka, hasil kerjasama dengan PT Sinar Inti Harapan dan akan terus bertambah di kemudian hari
28 Oktober 2026, 16:13 WIB
Rangkaian seri GIIAS berlanjut, kini GIIAS Makassar 2026 resmi dibuka diramaikan berbagai model elektrifikasi
28 Oktober 2026, 13:00 WIB
Komponen CVT pada motor matik perlu diperiksa secara berkala, ini gejalanya jika terjadi potensi kerusakan