Yamaha Luncurkan Y-On, Layanan Digital Praktis buat Pelanggan
15 April 2026, 18:00 WIB
Menurut laman resmi AISI, ada 577.763 motor baru yang terdistribusikan dari pabrik ke diler pada bulan lalu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar motor baru di Indonesia langsung menunjukkan kinerja positif. Hal tersebut bisa dilihat pada pencapaian di Januari 2026.
Melansir laman resmi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) pada Selasa (10/02), distribusi kendaraan roda dua dari pabrik ke diler (wholesales) mencapai 577.763 unit untuk pasar domestik.
Angka di atas menunjukkan peningkatan 3,1 persen jika dibandingkan dengan 2025. Sebab pada Januari tahun lalu hanya 560.301 unit.
Sebuah pencapaian cukup positif. Mengingat di awal tahun kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih.
Sehingga para pabrikan harus bekerja keras. Seperti memberikan rangsangan kepada para konsumen di Tanah Air.
Di sisi lain, peningkatan wholesales motor baru di awal tahun tidak lepas dari diskon kendaraan roda dua yang diberikan pada Desember 2025.
Masyarakat yang ingin memboyong produk-produk dari Astra Honda Motor (AHM), Yamaha, Kawasaki sampai TVS baru terealisasi pada Januari 2026.
Sementara itu, pencapaian positif tidak hanya untuk kinerja pasar domestik saja. Namun turut terpancar pada ekspor.
Masih di laman resmi AISI, wholesales motor baru buat ekspor mencapai 52.924 unit pada awal tahun.
Meningkat 29,52 persen dibandingkan periode serupa tahun lalu. Mengingat pada Januari 2025 hanya berkisar 40.878 unit saja.
Dengan pencapaian di atas, menandakan pasar motor baru cukup stabil di tengah berbagai rintangan yang ada.
Berbagai kendaraan roda dua dari Yamaha, Honda, Kawasaki, sampai TVS mampu menggoda masyarakat untuk membelanjakan uangnya.
Sebagai informasi, AISI telah menetapkan target penjualan kendaraan roda dua anyar untuk periode 2026.
Akan tetapi, angkanya naik tidak terlalu banyak. Tahun ini mereka ingin ada 6,7 juta unit motor baru terniagakan.
Angka di atas muncul setelah berbagai pertimbangan. Sebab pada 2026 situasinya belum pulih sepenuhnya.
Selain itu, masih ada kemungkinan kebijakan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) menjadi batu sandungan.
Mengingat di sejumlah daerah, peraturan tersebut hanya bersifat sementara saja pada tahun lalu. Sehingga masih ada peluang untuk berubah kembali di 2026.
|
Bulan |
2025 |
2026 |
|
|
|
|
Total |
560.301 unit |
577.763 unit |
|
Bulan |
2025 |
2026 |
|
|
|
|
Total |
40.878 unit |
577.763 unit |
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 April 2026, 18:00 WIB
12 April 2026, 07:00 WIB
09 April 2026, 11:00 WIB
04 April 2026, 07:38 WIB
03 April 2026, 18:43 WIB
Terkini
16 April 2026, 11:00 WIB
Pameran Busworld SEA 2026 bakal dihadiri sejumlah karoseri ternama, siap gaet pengusaha transportasi
16 April 2026, 09:00 WIB
Ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan konsumen kendaraan niaga sebelum beralih ke truk listrik
16 April 2026, 07:56 WIB
Produksi nikel asal Indonesia untuk kendaraan listrik khususnya sudah mencapai 70 persen kebutuhan pasar global
16 April 2026, 06:00 WIB
Hari ini pengendara di Kota Kembang bisa mendatangai salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi
16 April 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara dengan mudah, Anda dapat memanfaatkan SIM keliling Jakarta hari ini
16 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah untuk atasi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi
15 April 2026, 18:00 WIB
Y-ON bakal diintegrasikan aplikasi Y-Connect, tawarkan tiga fungsi fitur baru buat memudahkan pengguna Yamaha
15 April 2026, 17:01 WIB
RoRI berencana menggelar touring lintas chapter pada bulan ini guna merayakan satu dekade mereka berdiri