Ikut Pertamina, Vivo Juga BP Kompak Naikan Harga BBM RON 92 dan 95
10 Juni 2026, 14:57 WIB
Ada kebiasaan yang perlu dihindari saat pakai bensin E10, untuk meminimalisir potensi karat pada tangki
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penerapan bahan bakar minyak dengan campuran etanol 10 persen alias E10 akan diterapkan pemerintah di Indonesia. Ada banyak hal yang perlu disiapkan para pemangku kepentingan.
Salah satunya adalah kesiapan tangki bensin pada kendaraan. Beberapa manufaktur di dalam negeri meyakini produk yang mereka jual sudah mampu menenggak etanol.
Meskipun begitu patut jadi perhatian karena pada praktiknya kendaraan di Indonesia kemungkinan besar belum pernah diberikan bensin campuran E10.
Sehingga meskipun disebut kompatibel, perlu ada pengujian lebih lanjut dari pihak manufaktur untuk memastikan kendaraan memenuhi kriteria untuk menampung E10.
Mengingat etanol bersifat higroskopik alias menyerap air. Sehingga memperbesar peluang munculnya karat tak diinginkan pada tangki bahan bakar.
Buat mengantisipasi hal tersebut, teknisi mengungkapkan pemilik mobil ataupun motor perlu lebih ekstra memperhatikan kebiasaan mengisi bensin ketika menggunakan E10.
“Sehingga kalau bisa, bensin itu selalu (terisi) penuh (di tangki kendaraan),” kata Lung Lung, owner Dokter Mobil kepada KatadataOTO belum lama ini.
Dia menyarankan agar pemilik kendaraan tidak membiarkan tangki bensin kendaraan sampai kosong apalagi untuk waktu lama.
Kemudian pemilik perlu menguras tangki secara berkala untuk mengeluarkan partikel air yang mungkin muncul selama penggunaan bensin etanol E10.
“Partikel air itu kan lebih besar dari partikel bensin. Kalau masuk ruang injektor biasanya bisa ngelitik dan misfire, itu kalau kasus ekstrem,” lanjut dia.
Ia menegaskan apabila material tangki bensin sudah disesuaikan untuk kebutuhan menampung etanol maka deretan masalah itu bisa dihindari.
Namun pemilik tetap perlu menguras tangki di jangka waktu tertentu buat mengantisipasi terjadinya kerusakan.
“Kalau tangki bensinnya masih (bermaterial) besi, itu menjadi masalah baru. Karena biasanya akan karatan,” tegas Lung Lung.
Sebagai informasi, mandatori bensin etanol 10 persen merupakan bagian dari roadmap pemerintah yang digaungkan lagi baru-baru ini.
Hanya saja pemerintah diminta untuk menerapkannya secara bertahap dan dimulai dari edukasi terlebih dulu.
Harapannya transisi yang baik dapat mengurangi rasa khawatir masyarakat dan membantu pengguna kendaraan lebih paham makna campuran etanol pada bahan bakar.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 Juni 2026, 14:57 WIB
10 Juni 2026, 07:00 WIB
01 Juni 2026, 19:22 WIB
04 Mei 2026, 11:50 WIB
01 Mei 2026, 16:20 WIB
Terkini
17 Juni 2026, 18:37 WIB
Pada Juni 2026 beberapa pabrikan melakukan penyesuaian harga motor matic murah, seperti dialami oleh Yamaha
17 Juni 2026, 11:00 WIB
Jaecoo menjadi merek mobil Cina dengan penjualan retail terlaris sepanjang Mei 2026, berada di atas BYD
17 Juni 2026, 09:00 WIB
E5 Plus jadi SUV PHEV perdana DFSK di pasar Indonesia, klaim daya jelajah komprehensifnya 1.300 kilometer
17 Juni 2026, 07:00 WIB
GWM Ora 7 merupakan mobil listrik hasil kolaborasi dengan BMW, ubah arah desain seri Ora di masa mendatang
17 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini akan mengincar mobil dengan pelat nomor berakhiran genap terutama di jam sibuk
17 Juni 2026, 06:00 WIB
Setelah libur Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, SIM keliling Jakarta kembali melayani masyarakat hari ini
16 Juni 2026, 19:00 WIB
Kiandra Ramadhipa mengaku sering berdiskusi, demi bisa mendapatkan ilmu balapan dari Veda Ega dan Mario Aji
16 Juni 2026, 18:11 WIB
Rencana penyesuaian tarif Transjakarta, pemerintah hanya menyasar rute jauh seperti Blok M - Bandara Soetta