Ekspor Mobil CBU Bantu Maksimalkan Kapasitas Produksi di RI
27 Februari 2026, 07:00 WIB
Ekspor mobil Toyota semester 1 2024 mencapai 132.000 unit dan menjadi penyumbang terbesar dibanding merek lain
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota kembali menjadi penopang ekspor kendaraan Indonesia pada semester 1 2024. Pengiriman pun dilakukan ke 80 negara di kawasan Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan, Australia, Afrika dan Oceania.
Banyaknya jumlah negara tersebut menunjukkan bahwa mobil buatan Indonesia memang diterima masyarakat dunia. Terlebih di era elektrifikasi yang persaingannya semakin ketat dari waktu ke waktu.
“Meski ekspor mobil pada semester pertama 2024 mengalami koreksi namun peran elektrifikasi memberikan optimisme ke depannya. Hal ini menunjukkan ketangguhan dan adaptabilitas industri dalam menghadapi tantangan global khususnya untuk berinovasi serta meningkatkan daya saing,” ujar Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia.
Perlu diketahui bahwa jumlah mobil yang diekspor dari Indonesia adalah 218.000 unit. Jumlah turun terkoreksi 12 persen dibanding pencapaian di periode yang sama pada tahun 2023 sebesar 248.000 unit.
Di tengah penurunan itu, ekspor mobil Toyota masih menjadi penyumbang terbesar karena telah mengirim 132.000 unit. Jumlah itu setara 60 persen dari total pengiriman kendaraan nasional ke luar negeri di semester 1 2024.
Dari jumlah itu, kendaraan elektrifikasi berhasil mencacatkan hasil positif. Berdasarkan data Gaikindo, sedikitnya ada 4.400 unit mobil elektrifikasi Toyota yang sudah dikirim ke luar negeri.
2.200 unit di antaranya adalah Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid disusul oleh Yaris Cross Hybrid dengan lebih dari 2.000 unit. Keduanya dikirim ke berbagau negara seperti Asia, Amerika Latin, Timur Tengah dan Afrika.
"Pencapaian ekspor kendaraan elektrifikasi Toyota pada semester pertama 2024 ini menunjukkan pentingnya pengembangan industri otomotif. Daya saing adalah kunci untuk lebih memperluas kinerja dan berperan dalam rantai nilai global,” ujar Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN.
Untuk mempertahannya maka diperlukan beragam dukungan seperti penguatan pasar dalam negeri, optimalisasi logistik, pengembangan SDM hingga adopsi teknologi terbaru. Dengan ini maka produk ekspor berteknologi tinggi dapat menstimulasi terciptanya nilai tambah serta mendukung devisa
“Upaya ini menjadi langkah strategis mendukung industri otomotif Indonesia dalam meraih dan mempertahankan posisi unggul di pasar global yang semakin kompetitif," tambah Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 Februari 2026, 07:00 WIB
24 Februari 2026, 11:01 WIB
17 Februari 2026, 09:00 WIB
26 Januari 2026, 15:00 WIB
23 Januari 2026, 12:00 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
SUV EV kompak Changan Nevo Q05 membuktikan keandalannya sebagai mobil listrik urban, simak ulasan lengkapnya
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
Ford akan memproduksi SUV crossover pakai platform GEA yang saat ini juga dipakai Geely EX5 dan Starray
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana