Varian Terjangkau DFSK Gelora E Hadir di GJAW 2025
23 November 2025, 08:00 WIB
Dijual dengan harga kurang dari Rp500 juta, DFSK Gelora E menjadi mobil listrik termurah di Tanah Air
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Salah satu tantangan dalam pengembangan mobil listrik di Indonesia adalah harganya yang terbilang lebih tinggi. Kebanyakan mobil listrik dijual dengan harga lebih dari Rp500 juta sehingga membuat masyarakat meragu.
Padahal mobil listrik memiliki beragam keunggulan karena selain ramah lingkungan, operasional cost juga diklaim lebih terjangkau. Tidak heran bila banyak yang mengatakan mobil listrik adalah inovasi untuk mobilitas di masa depan.
Guna menjawab tantangan, DFSK pun mengenalkan mobil listrik termurah di Tanah Air. Mobil tersebut adalah DFSK Gelora E yang dibanderol hanya Rp490 juta, jauh lebih murah dibandingkan mobil listrik lain.
“Kami memahami bahwasanya para pengusaha membutuhkan kendaraan operasional yang efisien serta terjangkau untuk meningkatkan bisnis mereka dan DFSK Gelora E menawarkan itu semua. Terlebih kendaraan ini merupakan kendaraan komersial listrik murni sehingga nol emisi gas buang serta ramah lingkungan,” ungkap Achmad Rofiqi, PR & Media Manager PT Sokonindo Automobile.
DFSK pun telah membuat Gelora E sedemikan rupa agar bisa menjadi minibus yang cocok digunakan sebagai sarana transportasi wisatawan. Pasalnya mobil ini memiliki kabin lega sehingga bisa menampung penumpang cukup banyak.
Tak hanya itu, DFSK Gelora E juga memiliki varian blind ban untuk digunakan sebagai kendaraan angkutan barang. Mobil ini memiliki volume sebesar 4.8 m3 sehingga mampu menampung banyak barang bawaan sekaligus.
DFSK Gelora E dilengkapi baterai berkapasitas 42 kWh yang cukup untuk menempuh perjalanan sejauh 300 km. Menariknya, bila menggunakan fast charging maka pengisian daya dari 20 persen hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu 80 menit.
Pabrikan mobil asal China ini juga menyebut bahwa biaya operasional harian dari Gelora E terbilang rendah sehingga menguntungkan bila digunakan sebagai bisnis. Mereka menegaskan bahwa baik model minibus dan blind ban hanya membutuhkan kurang lebih biaya sekitar Rp 200 per kilometer.
Angka tersebut diklaim jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan biaya operasional kendaraan komersial konvensional. Hal ini penting karena sangat berpengaruh terhadap keuntungan pemilik kendaraan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 November 2025, 08:00 WIB
05 Agustus 2025, 21:00 WIB
28 April 2025, 21:00 WIB
18 September 2024, 09:00 WIB
14 April 2023, 14:41 WIB
Terkini
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Berakhirnya insentif dari pemerintah membuat kinerja penjualan mobil listrik di Cina pada tahun depan turun
29 Desember 2025, 18:00 WIB
Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi
29 Desember 2025, 17:06 WIB
Bocoran tampilan interior Wuling Almaz Darion mulai terungkap di laman DJKI, pakai basis SUV Xingguang 560
29 Desember 2025, 15:00 WIB
GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen
29 Desember 2025, 14:13 WIB
Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak
29 Desember 2025, 13:00 WIB
Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain
29 Desember 2025, 12:14 WIB
Model-model MPV dan LCGC masih tetap dicari konsumen mobil bekas, rentang harganya Rp 100 juta-Rp 300 jutaan
29 Desember 2025, 11:00 WIB
Menurut Mitsubishi Fuso ada beberapa kendala yang menghambat kinerja penjualan kendaraan niaga pada 2025