Kendaraan Niaga Juga Butuh Insentif, Tidak Hanya Mobil Penumpang
15 Desember 2025, 09:00 WIB
DFSK Gelora E dihadirkan sebagai opsi kendaraan listrik untuk kebutuhan niaga dengan harga semakin kompetitif
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – DFSK Gelora E, mobil niaga bertenaga listrik hadir di Gaikindo Jakarta Auto Week 2025. Ada varian teranyar dihadirkan dengan banderol terjangkau mulai dari Rp 248 jutaan.
Blind van satu ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelaku usaha dalam menggunakan kendaraan ramah lingkungan yang banderolnya kompetitif.
“Seluruh inovasi yang dibawa ke pasar Indonesia dirancang untuk memberikan nilai nyata bagi para pelaku usaha,” kata Alexander Barus, CEO PT Sokonindo Automobile di Tangerang, Jumat (21/11).
Varian B-Type tersebut dirancang untuk mengangkut muatan, memiliki panjang kargo 2,5 meter dan volume maksimum 4,8 meter kubik.
Dari segi desain dan fungsionalitas, tidak ada perbedaan kentara antara DFSK Gelora E Blind Van dengan tipe terdahulu.
Namun jika ditelisik lebih lanjut, kapasitas baterainya berkurang. Sebelumnya DFSK Gelora E Blind Van punya dibekali baterai 42 kWh, sekarang berganti jadi 38 kWh.
Sehingga ada sedikit pengurangan jarak tempuh dari 300 km ke atas menjadi 268 km dalam satu kali pengisian daya penuh.
Ada dua opsi pengisian daya yaitu Fast Charging buat mengisi daya dari 20 persen ke 80 persen dalam waktu 80 menit.
Lalu ada AC Charging alias pengisian daya standar. Durasi pengisian daya dari persentase yang sama memakan waktu sekitar 3,5 jam.
Kendaraan niaga listrik DFSK Gelora E Blind Van turut dilengkapi sejumlah sistem keamanan seperti proteksi baterai dan sistem kelistrikan berstandar IP67.
Tidak ketinggalan sistem pengereman Anti-Lock Braking System, membantu meningkatkan kontrol serta keselamatan saat berkendara.
Kemudian yang jadi salah satu pertimbangan penting adalah dukungan layanan purnajual memadai, termasuk jaringan servis serta ketersediaan suku cadang.
Ada garansi baterai dan Electric Vehicle (EV) system selama lima tahun atau 200.000 km, garansi kendaraan tiga tahun atau 120.000 km dan bebas biaya perawatan lima tahun atau 200.000 km.
“Mobilitas bukan hanya persoalan perpindahan dari satu lokasi ke lokasi lainnya, melainkan fondasi bagi produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan operasional bisnis,” tegas Alexander.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Desember 2025, 09:00 WIB
13 Desember 2025, 22:00 WIB
12 Desember 2025, 09:00 WIB
11 Desember 2025, 19:16 WIB
11 Desember 2025, 10:00 WIB
Terkini
15 Desember 2025, 20:09 WIB
Pabrik QJMotor yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat akan mempunyai kapasitas produksi sampai 150 ribu unit
15 Desember 2025, 19:00 WIB
Chery melalui sub merek premium mereka, Exeed akan berlaga di balap ketahanan Le Mans di 2030 mendatang
15 Desember 2025, 18:00 WIB
Pabrik VinFast di Indonesia akan produksi lini berkonfigurasi setir kanan buat keperluan domestik dan ekspor
15 Desember 2025, 17:00 WIB
Changan Deepal E07 hadir dengan desain unik, perpaduan antara SUV dengan pikap kabin ganda bertenaga listrik
15 Desember 2025, 16:00 WIB
Resmi dibuka di Subang, model pertama yang akan dirakit di pabrik VinFast adalah mobil listrik mungil VF 3
15 Desember 2025, 15:00 WIB
Induk KUD akan mendistribusikan mobil rakyat ke masyarakat pedesaan, mulai siapkan infrastruktur pendukung
15 Desember 2025, 14:06 WIB
Manajer Jorge Martin melapor ke Massimo Rivola kalau sang rider mendapat tawaran menggiurkan dari Honda
15 Desember 2025, 13:00 WIB
Selama libur Nataru, ada sejumlah rest area yang menyediakan fasilitas SPKLU buat pengguna mobil listrik