GAC Aion Kejar TKDN 60 Persen Untuk 2027
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
Danantara tegaskan ada beberapa perusahaan yang bakal masuk ke Indonesia untuk kembangkan kendaraan lisrik
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau biasa disebut Danantara menegaskan masih ada empat perusahaan pengembangan kendaraan listrik yang akan masuk Indonesia. Kehadirannya dipercaya bisa mempercepat pengembangan EV.
Menariknya, bukan hanya pabrikan mobil saja yang masuk tetapi juga baterai EV, pusat data hingga layanan konsumen.
"Banyak perusahaan mau masuk tapi terdekat itu mungkin ada tiga atau empat, saya tidak bisa sebut nama-namanya. Jadi nanti kita lihat saja satu per satu,” ungkap Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, (26/05).
Ia menambahkan bahwa investasi perusahaan Cina di Indonesia tidak hanya memberi dampak ekonomi. Menurutnya peningkatan kualitas SDM dan pengetahuan teknologi informasi pun sangat penting.
"Jadi per hari ini Cina yang advance dan kita belajar langsung aja dari mereka. Tapi nantinya bukan tidak mungkin Indonesia jadi salah satu pemimpinnya," ujar Pandu.
Hal senada juga diungkap oleh Mahardi Tunggul Wicaksono, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin. Dilansir Antara, dirinya mengungkap bahwa beberapa perusahaan asal Cina hingga Eropa tengah berkeinginan melakukan investasi pengembangan EV di Indonesia akibat penerapan tarif impor Amerika Serikat.
"Ada beberapa produsen dari industri otomotif listrik maupun baterai listrik dari Cina sudah mulai diskusi dengan kami," terangnya disitat Antara.
Menurutnya, perang tarif tarif tidak selamanya membawa dampak negatif. Pasalnya keinginan sama beberapa perusahaan China dan Eropa untuk menanamkan modalnya di Tanah Air menjadi lebih besar dibanding sebelumnya.
Sementara nilai investasinya masih didiskusikan. Namun pada prinsipnya perusahaan yang menanamkan modalnya di Indonesia berkeinginan untuk melanjutkan dan memindahkan investasinya ke Tanah Air.
Tak hanya itu, pemerintah juga sudah melakukan beragam cara untuk menjaga agar iklim investasi di Indonesia terjaga. Beragam aturan baru tengah dirancang sehingga keberlangsungan bisnis bisa lebih terjaga.
Salah satunya adalah Perpres Nomor 46 Tahun 2025 yang menyebut bahwa Kementerian / Lembaga / Perangkat Daerah / Institusi lainnya wajib menggunakan produk dalam negeri, termasuk rancang bangun dan perekayasaan nasional.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan mengucurkan insentif lebih besar untuk kendaraan yang sudah memiliki TKDN lebih tinggi. Sehingga produk bisa lebih mudah terserap pasar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026