Biang Kerok Penjualan Mobil Listrik Tesla Keok dari BYD di 2025
08 Januari 2026, 18:00 WIB
Diler MG Fatmawati yang diresmikan September 2024 sudah tutup, per Oktober 2025 beralih jadi outlet Geely
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Setelah Neta, satu lagi merek Cina menutup operasional dilernya di Indonesia yakni Morris Garage atau MG.
Diler MG Fatmawati sebelumnya diresmikan pada 26 September 2024, melayani perbaikan, penjualan sampai penjualan suku cadang alias berstatus 3S.
Belum genap satu tahun, beberapa waktu lalu diketahui diler tersebut sudah tak lagi beroperasi.
Padahal outlet tersebut berada di lokasi yang strategis. Imbas penutupan diler itu, konsumen bisa memanfaatkan fasilitas terdekat lain di kawasan Pondok Indah maupun Puri.
Tidak lama berselang, ternyata diler MG Fatmawati digantikan oleh Geely, merek Tiongkok yang merupakan salah satu pendatang baru di dalam negeri.
Hal ini juga terlihat dalam keterangan lokasi tercantum di Google Maps. Outlet itu tadinya bernuansa merah khas MG, digantikan dominasi kelir hitam berlogo Geely di bagian depan.
Berbeda dari MG, Geely fokus menghadirkan lini elektrifikasi baik mobil listrik maupun Plug-in Hybrid Electric Vehicle.
Kehadiran diler Geely bermaksud mengejar target untuk membuka setidaknya 100 diler di seluruh Indonesia dalam waktu tiga tahun.
Alasan penutupan diler MG Fatmawati tidak pernah dijelaskan secara gamblang. Namun penjualan mungkin menjadi salah satu faktor yang berperan.
Di antara deretan mobil Cina lain, MG mencatatkan penjualan yang cukup rendah.
Per Agustus 2025, secara retail (diler ke konsumen) MG hanya berhasil menyalurkan 151 unit mobil.
Sementara rival pendatang baru seperti Geely menorehkan angka lebih banyak di 281 unit.
Posisi MG juga semakin terancam setelah kehadiran manufaktur lain, menawarkan produk baru dengan banderol kompetitif seperti Jaecoo.
Jika bicara soal produk elektrifikasi, MG menawarkan dua model mobil listrik dan satu mobil hybrid di kisaran harga Rp 300 juta sampai Rp 400 jutaan on the road Jakarta.
Sedangkan satu produk lainnya merupakan sports car bertenaga listrik yakni MG Cyberster dengan harga fantastis di atas Rp 1 miliar.
Strategi penjualan dan portofolio produk di tengah tantangan ekonomi dan perlambatan daya beli masyarakat berperan sangat penting saat ini.
Dengan kehadiran merek lain memboyong lebih banyak variasi produk, MG tampak mulai kesulitan menyaingi gempuran manufaktur Cina di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Januari 2026, 18:00 WIB
07 Januari 2026, 20:00 WIB
07 Januari 2026, 19:17 WIB
07 Januari 2026, 18:00 WIB
07 Januari 2026, 14:00 WIB
Terkini
08 Januari 2026, 19:07 WIB
Shammie terus berjuang keras hingga SS4 untuk bisa membawa hasil positif pada ajang Rally Dakar 2026
08 Januari 2026, 18:00 WIB
Kebijakan pemerintah federal di Amerika Serikat disebut bikin penjualan mobil listrik Tesla kalah dari BYD
08 Januari 2026, 17:00 WIB
Setelah badai cedera menerpa, kondisi fisik Marc Marquez dirasa sudah tidak seprima seperti dahulu kala
08 Januari 2026, 16:40 WIB
Kunci tertinggal di kabin diduga jadi salah satu penyebab Hyundai Stargazer menyala otomatis ketika diparkir
08 Januari 2026, 15:00 WIB
Mitsubishi Triton Single Cabin tersedia dalam varian baru yang tampil semakin sporti, harga Rp 300 jutaan
08 Januari 2026, 14:00 WIB
Aksi drift di Pondok Indah dianggap sangat membahayakan, seharusnya dilakukan di area khusus yang disediakan
08 Januari 2026, 13:01 WIB
Pergantian nama divisi balap Gazoo Racing tanpa entitas Toyota resmi berlaku, efektif per 7 Januari 2026
08 Januari 2026, 12:00 WIB
Wacana insentif lebih besar buat mobil listrik yang menggunakan baterai berbahan nikel bakal menguntungkan Hyundai