BYD Atto 2 Sudah Masuk di Indonesia, Segera Dipasarkan
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Naxtra adalah baterai sodium-ion alternatif LFP dan lithium ion, diproduksi CATL mulai Desember 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Perusahaan baterai asal Cina, CATL memperkenalkan sumber penampung daya mobil listrik sodium-ion pertama mereka bernama Naxtra.
Dihadirkan pada April 2025, Naxtra digadang sebagai baterai sodium-ion produksi massal pertama di dunia. Ini menjadi alternatif baru lithium ion dengan karakteristik dan biaya mirip LFP.
Baterai sodium-ion membuat manufaktur tidak bergantung pada kandungan mineral pada lithium ion dan harganya bisa jauh lebih murah dari LFP.
Baterai Naxtra memiliki densitas energi 175 Wh/kg, tertinggi di kelasnya dan menyamai LFP yang banyak digunakan di mobil listrik keluaran Tiongkok.
Per 5 September 2025, Naxtra berhasil lolos sertifikasi GB 38031-2025 Safety Requirements for Power Batteries of Electric Vehicle sebagai standar di Cina.
Sertifikasi GB 38031-2025 memastikan sistem baterai tidak mengeluarkan api atau meledak paling tidak dua jam setelah kejadian termal.
Baterai juga tidak boleh mengeluarkan asap yang dapat mencemari kabin penumpang.
Lalu penampung daya diuji dengan siklus fast charging dari 20 persen ke 80 persen, sebanyak 300 kali.
Rangkaian pengujian itu dilakukan oleh pihak ketiga yakni Automotive Testing Centre of China Automotive Technology and Research Centre (CATARC).
“Baterai Naxtra CATL mendemonstrasikan performa keamanan baik di level sel maupun paket baterai, sukses lolos semua tes,” tulis laporan Carnewschina, dikutip Rabu (10/09).
Material sodium-ion disebut dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya lithium.
Kemudian ekosistem baterainya lebih aman dan mumpuni, terkhusus untuk mobil listrik yang digunakan di wilayah dengan temperatur sangat rendah.
Biaya produksinya secara keseluruhan masih mirip dengan lithium ion. Tetapi seiring perkembangan dan peningkatan produksi massal, perlahan harganya bisa semakin kompetitif.
Di samping itu, kimia ion natrium pada baterai sodium-ion diklaim stabil sehingga lebih tahan beradaptasi di cuaca ekstrem baik panas maupun dingin.
Di atas kertas, CATL mengklaim Naxtra dapat mempertahankan kapasitas 90 persen dan bisa digunakan di temperatur dingin sampai -40 derajat celcius.
Dengan densitas energi 175 Wh/kg, Naxtra mampu menyuguhkan daya jelajah 500 kilometer dalam satu kali pengisian daya dan 10.000 kali siklus pengisian daya.
Belum dijelaskan rinci di merek apa saja CATL bakal mulai menyuplai baterai tersebut.
Namun Naxtra mulai diproduksi massal Desember 2025 dan dihadirkan lebih dulu untuk menyuplai Chocolate Battery Swap milik CATL.
Nantinya, model-model kendaraan yang kompatibel melakukan swap di Chocolate dapat memanfaatkan baterai tersebut.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
13 Oktober 2026, 20:46 WIB
06 Oktober 2026, 20:00 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Shooting brake perdana dari BYD, Danza Z9GT resmi diluncurkan ke konsumen dengan harga Rp 2,25 miliar