Mantan Bos Ferrari Sindir Desain Kontroversial Luce EV
28 Mei 2026, 17:00 WIB
Naxtra adalah baterai sodium-ion alternatif LFP dan lithium ion, diproduksi CATL mulai Desember 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Perusahaan baterai asal Cina, CATL memperkenalkan sumber penampung daya mobil listrik sodium-ion pertama mereka bernama Naxtra.
Dihadirkan pada April 2025, Naxtra digadang sebagai baterai sodium-ion produksi massal pertama di dunia. Ini menjadi alternatif baru lithium ion dengan karakteristik dan biaya mirip LFP.
Baterai sodium-ion membuat manufaktur tidak bergantung pada kandungan mineral pada lithium ion dan harganya bisa jauh lebih murah dari LFP.
Baterai Naxtra memiliki densitas energi 175 Wh/kg, tertinggi di kelasnya dan menyamai LFP yang banyak digunakan di mobil listrik keluaran Tiongkok.
Per 5 September 2025, Naxtra berhasil lolos sertifikasi GB 38031-2025 Safety Requirements for Power Batteries of Electric Vehicle sebagai standar di Cina.
Sertifikasi GB 38031-2025 memastikan sistem baterai tidak mengeluarkan api atau meledak paling tidak dua jam setelah kejadian termal.
Baterai juga tidak boleh mengeluarkan asap yang dapat mencemari kabin penumpang.
Lalu penampung daya diuji dengan siklus fast charging dari 20 persen ke 80 persen, sebanyak 300 kali.
Rangkaian pengujian itu dilakukan oleh pihak ketiga yakni Automotive Testing Centre of China Automotive Technology and Research Centre (CATARC).
“Baterai Naxtra CATL mendemonstrasikan performa keamanan baik di level sel maupun paket baterai, sukses lolos semua tes,” tulis laporan Carnewschina, dikutip Rabu (10/09).
Material sodium-ion disebut dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya lithium.
Kemudian ekosistem baterainya lebih aman dan mumpuni, terkhusus untuk mobil listrik yang digunakan di wilayah dengan temperatur sangat rendah.
Biaya produksinya secara keseluruhan masih mirip dengan lithium ion. Tetapi seiring perkembangan dan peningkatan produksi massal, perlahan harganya bisa semakin kompetitif.
Di samping itu, kimia ion natrium pada baterai sodium-ion diklaim stabil sehingga lebih tahan beradaptasi di cuaca ekstrem baik panas maupun dingin.
Di atas kertas, CATL mengklaim Naxtra dapat mempertahankan kapasitas 90 persen dan bisa digunakan di temperatur dingin sampai -40 derajat celcius.
Dengan densitas energi 175 Wh/kg, Naxtra mampu menyuguhkan daya jelajah 500 kilometer dalam satu kali pengisian daya dan 10.000 kali siklus pengisian daya.
Belum dijelaskan rinci di merek apa saja CATL bakal mulai menyuplai baterai tersebut.
Namun Naxtra mulai diproduksi massal Desember 2025 dan dihadirkan lebih dulu untuk menyuplai Chocolate Battery Swap milik CATL.
Nantinya, model-model kendaraan yang kompatibel melakukan swap di Chocolate dapat memanfaatkan baterai tersebut.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Mei 2026, 17:00 WIB
26 Mei 2026, 19:13 WIB
24 Mei 2026, 19:00 WIB
22 Mei 2026, 11:00 WIB
22 Mei 2026, 09:00 WIB
Terkini
30 Mei 2026, 13:03 WIB
Honda Racing Indonesia kedatangan satu pembalap baru untuk menyambut musim balap 2026 agar kompetitif
29 Mei 2026, 21:16 WIB
Teaser Mitsubishi Pajero generasi terbaru dibagikan, pakai bahasa desain serupa Xforce dan Destinator
29 Mei 2026, 21:12 WIB
iCAR V23 merupakan SUV listrik yang berkarakter dan memiliki berbagai kelebihan untuk menggoda konsumen
29 Mei 2026, 18:08 WIB
Jetour T1 i-DM mengisi kelas di bawah T2, sudah dibekali teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV)
29 Mei 2026, 13:00 WIB
Marc Marquez bertekad tampil maksimal saat menjalani MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello akhir pekan ini
29 Mei 2026, 09:00 WIB
Mitsubishi Destinator sebagai SUV 7 penumpang menawarkan banyak kemudahan dalam perjalanan sehari-hari
29 Mei 2026, 07:00 WIB
Chery melalui perusahaan patungan yang berbasis di Singapura menyiapkan kei car untuk diluncurkan di 2027
29 Mei 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung masih menjadi salah satu alternatif bagi para pengendara yang ingin mengurus dokumen