Jaecoo Tepis Rumor Kehadiran J5 Hybrid di RI
12 April 2026, 15:00 WIB
Naxtra adalah baterai sodium-ion alternatif LFP dan lithium ion, diproduksi CATL mulai Desember 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Perusahaan baterai asal Cina, CATL memperkenalkan sumber penampung daya mobil listrik sodium-ion pertama mereka bernama Naxtra.
Dihadirkan pada April 2025, Naxtra digadang sebagai baterai sodium-ion produksi massal pertama di dunia. Ini menjadi alternatif baru lithium ion dengan karakteristik dan biaya mirip LFP.
Baterai sodium-ion membuat manufaktur tidak bergantung pada kandungan mineral pada lithium ion dan harganya bisa jauh lebih murah dari LFP.
Baterai Naxtra memiliki densitas energi 175 Wh/kg, tertinggi di kelasnya dan menyamai LFP yang banyak digunakan di mobil listrik keluaran Tiongkok.
Per 5 September 2025, Naxtra berhasil lolos sertifikasi GB 38031-2025 Safety Requirements for Power Batteries of Electric Vehicle sebagai standar di Cina.
Sertifikasi GB 38031-2025 memastikan sistem baterai tidak mengeluarkan api atau meledak paling tidak dua jam setelah kejadian termal.
Baterai juga tidak boleh mengeluarkan asap yang dapat mencemari kabin penumpang.
Lalu penampung daya diuji dengan siklus fast charging dari 20 persen ke 80 persen, sebanyak 300 kali.
Rangkaian pengujian itu dilakukan oleh pihak ketiga yakni Automotive Testing Centre of China Automotive Technology and Research Centre (CATARC).
“Baterai Naxtra CATL mendemonstrasikan performa keamanan baik di level sel maupun paket baterai, sukses lolos semua tes,” tulis laporan Carnewschina, dikutip Rabu (10/09).
Material sodium-ion disebut dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya lithium.
Kemudian ekosistem baterainya lebih aman dan mumpuni, terkhusus untuk mobil listrik yang digunakan di wilayah dengan temperatur sangat rendah.
Biaya produksinya secara keseluruhan masih mirip dengan lithium ion. Tetapi seiring perkembangan dan peningkatan produksi massal, perlahan harganya bisa semakin kompetitif.
Di samping itu, kimia ion natrium pada baterai sodium-ion diklaim stabil sehingga lebih tahan beradaptasi di cuaca ekstrem baik panas maupun dingin.
Di atas kertas, CATL mengklaim Naxtra dapat mempertahankan kapasitas 90 persen dan bisa digunakan di temperatur dingin sampai -40 derajat celcius.
Dengan densitas energi 175 Wh/kg, Naxtra mampu menyuguhkan daya jelajah 500 kilometer dalam satu kali pengisian daya dan 10.000 kali siklus pengisian daya.
Belum dijelaskan rinci di merek apa saja CATL bakal mulai menyuplai baterai tersebut.
Namun Naxtra mulai diproduksi massal Desember 2025 dan dihadirkan lebih dulu untuk menyuplai Chocolate Battery Swap milik CATL.
Nantinya, model-model kendaraan yang kompatibel melakukan swap di Chocolate dapat memanfaatkan baterai tersebut.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 April 2026, 15:00 WIB
12 April 2026, 13:00 WIB
11 April 2026, 07:11 WIB
09 April 2026, 13:00 WIB
09 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
13 April 2026, 07:00 WIB
BYD Sealion 7 mulai menuai respons positif di tengah krisis energi, jadi mobil operasional pilihan PM Thailand
13 April 2026, 06:00 WIB
Demi memfasilitasi para pengendara motor dan mobil, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
13 April 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta kembali tersedia untuk perpanjangan hari ini, simak informasi lengkapnya
13 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta pada 13 April 2026 diterapkan pada puluhan ruas jalan sehingga masyarakat tidak bisa asal melintas
12 April 2026, 18:27 WIB
BYD Indonesia menanggapi keluhan Akbar Faisal yang mengatakan mobil listrik miliknya mengalami masalah
12 April 2026, 15:00 WIB
Krisis energi dan kemungkinan kenaikan harga bensin jadi alasan Jaecoo enggan membawa J5 versi hybrid
12 April 2026, 13:00 WIB
Foton Indonesia berencana untuk melebarkan fokus pasar mereka, demi mendorong adopsi kendaraan listrik
12 April 2026, 11:00 WIB
Toyota Kijang Innova Diesel bekas lansiran 2023 ditawarkan dengan beragam paket untuk menarik pelanggan