Komponen Termahal di Mobil Listrik yang Sering Bermasalah
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Naxtra adalah baterai sodium-ion alternatif LFP dan lithium ion, diproduksi CATL mulai Desember 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Perusahaan baterai asal Cina, CATL memperkenalkan sumber penampung daya mobil listrik sodium-ion pertama mereka bernama Naxtra.
Dihadirkan pada April 2025, Naxtra digadang sebagai baterai sodium-ion produksi massal pertama di dunia. Ini menjadi alternatif baru lithium ion dengan karakteristik dan biaya mirip LFP.
Baterai sodium-ion membuat manufaktur tidak bergantung pada kandungan mineral pada lithium ion dan harganya bisa jauh lebih murah dari LFP.
Baterai Naxtra memiliki densitas energi 175 Wh/kg, tertinggi di kelasnya dan menyamai LFP yang banyak digunakan di mobil listrik keluaran Tiongkok.
Per 5 September 2025, Naxtra berhasil lolos sertifikasi GB 38031-2025 Safety Requirements for Power Batteries of Electric Vehicle sebagai standar di Cina.
Sertifikasi GB 38031-2025 memastikan sistem baterai tidak mengeluarkan api atau meledak paling tidak dua jam setelah kejadian termal.
Baterai juga tidak boleh mengeluarkan asap yang dapat mencemari kabin penumpang.
Lalu penampung daya diuji dengan siklus fast charging dari 20 persen ke 80 persen, sebanyak 300 kali.
Rangkaian pengujian itu dilakukan oleh pihak ketiga yakni Automotive Testing Centre of China Automotive Technology and Research Centre (CATARC).
“Baterai Naxtra CATL mendemonstrasikan performa keamanan baik di level sel maupun paket baterai, sukses lolos semua tes,” tulis laporan Carnewschina, dikutip Rabu (10/09).
Material sodium-ion disebut dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya lithium.
Kemudian ekosistem baterainya lebih aman dan mumpuni, terkhusus untuk mobil listrik yang digunakan di wilayah dengan temperatur sangat rendah.
Biaya produksinya secara keseluruhan masih mirip dengan lithium ion. Tetapi seiring perkembangan dan peningkatan produksi massal, perlahan harganya bisa semakin kompetitif.
Di samping itu, kimia ion natrium pada baterai sodium-ion diklaim stabil sehingga lebih tahan beradaptasi di cuaca ekstrem baik panas maupun dingin.
Di atas kertas, CATL mengklaim Naxtra dapat mempertahankan kapasitas 90 persen dan bisa digunakan di temperatur dingin sampai -40 derajat celcius.
Dengan densitas energi 175 Wh/kg, Naxtra mampu menyuguhkan daya jelajah 500 kilometer dalam satu kali pengisian daya dan 10.000 kali siklus pengisian daya.
Belum dijelaskan rinci di merek apa saja CATL bakal mulai menyuplai baterai tersebut.
Namun Naxtra mulai diproduksi massal Desember 2025 dan dihadirkan lebih dulu untuk menyuplai Chocolate Battery Swap milik CATL.
Nantinya, model-model kendaraan yang kompatibel melakukan swap di Chocolate dapat memanfaatkan baterai tersebut.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Juli 2026, 22:00 WIB
13 Juli 2026, 21:00 WIB
13 Juli 2026, 09:00 WIB
05 Juli 2026, 19:42 WIB
05 Juli 2026, 13:33 WIB
Terkini
17 Juli 2026, 09:00 WIB
Selama PRJ 2026 Wahana mencatatkan penjualan positif, sebab ada 6.500 motor Honda yang terpesan di sana
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta merupakan salah satu sistem andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengurangi kemacetan
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung menjadi opsi terbaik untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara
17 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima tempat berbeda hari ini sebelum akhir pekan, simak informasinya
16 Juli 2026, 22:00 WIB
MG ZS Hybrid+ hadir kembali di Indonesia dengan mengusung berbagai teknologi baru terutama keselamatan
16 Juli 2026, 21:00 WIB
KLHN 2026 menjadi wadah para tenaga kerja Honda untuk pengembangan diri dalam melayani para pelanggan
16 Juli 2026, 19:27 WIB
BMW masih memimpin penjualan merek mobil mewah di Indonesia pada Juni 2026, namun angkanya alami penurunan
16 Juli 2026, 12:41 WIB
Mitsubishi Xforce Hybrid resmi dipasarkan untuk konsumen hari ini dengan banderol Rp 400 jutaan di Jakarta