TKDN Mobil Listrik Perlu Ditingkatkan, Komponen Lokal Jadi Kunci
29 September 2026, 14:39 WIB
Bahlil ungkap perusahaan pengganti LG yang akan membangun ekosistem baterai mobil listrik sudah didapatkan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap bahwa pengganti LG Energy Solution yang menarik investasinya dari Indonesia sudah didapatkan. Perusahaan tersebut adalah Huayou asal Cina.
Kehadiran perusahaan tersebut diharapkan bisa menggantikan peran LG Energy Solution yang sebelumnya masuk ke dalam skema Indonesia Grand Package.
“LG telah digantikan oleh mitra strategis dari Cina, yaitu Huayou bersama BUMN," ucap Bahlil dilansir Antara (23/04).
Ia pun menegaskan bahwa proyek pengembangan ekosistem kendaraan listrik atau EV di Indonesia tetap berjalan.
Bahlil juga menambahkan bahwa pergantian investor di tengah jalan merupakan hal lazim untuk proyek berskala besar.
“Bagi kami yang terpenting adalah semua mitra tetap berkomitmen dan pemerintah hadir untuk memastikan proses transisi berlangsung lancar. Proyek sudah berjalan, sebagian telah diresmikan hingga mulai produksi sementara sisanya akan terus dikawal hingga tuntas sesuai target,” ungkapnya.
Perlu diketahui bahwa pada 18 Desember 2020, LG Energy Solution masuk ke dalam skema Indonesia Grand Package. Di dalamnya sudah mencakup pengembangan rantai pasok baterai EV secara terintegrasi, mulai dari penambangan hingga produksi baterai.
Tetapi konsorsium Korea Selatan yang dipimpin oleh LG akhirnya mundur dari proyek senilai sekitar 11 triliun won (Rp130,7 triliun). Padahal mereka seharusnya membangun rantai pasokan baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia secara menyeluruh.
Perusahaan tersebut mengaku telah berkonsultasi dengan pemerintah Indonesia serta mempertimbangkan beragam hal. Termasuk adanya pergeseran dalam lanskap industri perlambatan sementara permintaan EV global.
"Mempertimbangkan kondisi pasar dan lingkungan investasi, kami telah memutuskan untuk keluar dari proyek tersebut," ungkap seorang pejabat dari LG Energy Solution beberapa waktu lalu.
Keputusan itu pun disayangkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Pasalnya saat ini industri otomotif tengah berupaya mengundang investor asing buat masuk dan memiliki pasar cukup besar.
“Sayang investasi tidak jadi masuk padahal kami sedang membutuhkan investor untuk Indonesia,” ungkap Jongkie D. Sugiarto Ketua I Gaikindo pada KatadataOTO (21/04).
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 September 2026, 14:39 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Juli 2026, 22:00 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
Terkini
29 September 2026, 16:17 WIB
Thailand jadi negara pertama di ASEAN yang akan menjual Mitsubishi Pajero terbaru, ini kisaran harganya
29 September 2026, 14:39 WIB
Mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia, wajib meningkatkan TKDN sampai 80 persen pada 2030 mendatang
29 September 2026, 09:00 WIB
Diler motor Honda siapkan aplikasi dengan fitur Booking Servis, mudahkan pelanggan saat servis kendaraan
29 September 2026, 07:00 WIB
Marc Marquez memiliki bekal penting untuk keluar sebagai pemenang di MotoGP Jepang 2026 di Sirkuit Motegi
29 September 2026, 06:00 WIB
Guna meminimalisir kesalahan pengendara di kawasan maupun jalan protokol di jalan Ibu Kota, diterapkan ganjil genap Jakarta
29 September 2026, 06:00 WIB
Agar mengurus dokumen berkendara lebih mudah, masyarakat disarankan untuk mendatangi SIM keliling Bandung
28 September 2026, 21:01 WIB
Bintang Chemical Indonesia melakukan peletakan batu pertama, siap punya pabrik cat belkote baru di Indonesia
28 September 2026, 17:49 WIB
BYD Atto 1 generasi terbaru siap hadir dengan berbagai ubahan mayor, baik pada eksterior maupun jantung pacu