Tianneng Resmikan Pangkalan Produksi Strategis di Jawa Timur
25 Juni 2026, 20:58 WIB
Bahlil ungkap perusahaan pengganti LG yang akan membangun ekosistem baterai mobil listrik sudah didapatkan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap bahwa pengganti LG Energy Solution yang menarik investasinya dari Indonesia sudah didapatkan. Perusahaan tersebut adalah Huayou asal Cina.
Kehadiran perusahaan tersebut diharapkan bisa menggantikan peran LG Energy Solution yang sebelumnya masuk ke dalam skema Indonesia Grand Package.
“LG telah digantikan oleh mitra strategis dari Cina, yaitu Huayou bersama BUMN," ucap Bahlil dilansir Antara (23/04).
Ia pun menegaskan bahwa proyek pengembangan ekosistem kendaraan listrik atau EV di Indonesia tetap berjalan.
Bahlil juga menambahkan bahwa pergantian investor di tengah jalan merupakan hal lazim untuk proyek berskala besar.
“Bagi kami yang terpenting adalah semua mitra tetap berkomitmen dan pemerintah hadir untuk memastikan proses transisi berlangsung lancar. Proyek sudah berjalan, sebagian telah diresmikan hingga mulai produksi sementara sisanya akan terus dikawal hingga tuntas sesuai target,” ungkapnya.
Perlu diketahui bahwa pada 18 Desember 2020, LG Energy Solution masuk ke dalam skema Indonesia Grand Package. Di dalamnya sudah mencakup pengembangan rantai pasok baterai EV secara terintegrasi, mulai dari penambangan hingga produksi baterai.
Tetapi konsorsium Korea Selatan yang dipimpin oleh LG akhirnya mundur dari proyek senilai sekitar 11 triliun won (Rp130,7 triliun). Padahal mereka seharusnya membangun rantai pasokan baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia secara menyeluruh.
Perusahaan tersebut mengaku telah berkonsultasi dengan pemerintah Indonesia serta mempertimbangkan beragam hal. Termasuk adanya pergeseran dalam lanskap industri perlambatan sementara permintaan EV global.
"Mempertimbangkan kondisi pasar dan lingkungan investasi, kami telah memutuskan untuk keluar dari proyek tersebut," ungkap seorang pejabat dari LG Energy Solution beberapa waktu lalu.
Keputusan itu pun disayangkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Pasalnya saat ini industri otomotif tengah berupaya mengundang investor asing buat masuk dan memiliki pasar cukup besar.
“Sayang investasi tidak jadi masuk padahal kami sedang membutuhkan investor untuk Indonesia,” ungkap Jongkie D. Sugiarto Ketua I Gaikindo pada KatadataOTO (21/04).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 Juni 2026, 20:58 WIB
20 April 2026, 21:19 WIB
16 April 2026, 07:56 WIB
05 April 2026, 20:10 WIB
16 Maret 2026, 13:34 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins resmi mengakhiri masa bakti mereka bersama tim pabrikan Yamaha musim ini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa