Impor Mobil 2024 Naik, Toyota Paling Banyak
17 Januari 2025, 12:00 WIB
Aturan baru impor kendaraan listrik rampung akhir november untuk menarik minat perusahaan asing berinvestasi
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyatakan kebijakan memudahkan impor kendaraan listrik bisa rampung akhir November. Hal ini tentunya cukup menarik karena sebelumnya aturan baru akan selesai jelang akhir tahun.
Dengan adanya kebijakan baru tersebut maka diharapkan perusahaan otomotif dari berbagai negara tertarik berinvestasi. Sehingga di masa depan Indonesia bisa menjadi pusat produksi Electric Vehicle (EV) dunia.
“Semoga bulan ini bisa keluar peraturannya,” ungkap Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves (10/11).
Dalam kebijakan itu para investor diberi kesempatan mengimpor kendaraan listrik secara utuh atau CBU (Completely Built Up) dengan beragam kemudahan. Salah satunya adalah keringanan bea masuk yang selama ini dinilai cukup memberatkan konsumen.
Namun untuk mendapat insentif tersebut, pabrikan harus berkomitmen membangun pabrik di Tanah Air. Mereka juga wajib memproduksi kendaraan sesuai dengan jumlah mobil yang diimpor.
"Misalnya perusahaan impor dalam jumlah tertentu, mereka juga harus memproduksi dengan jumlah yang sama dan harus produksi sampai 2027. Jadi rasio produksinya satu banding satu," jelasnya.
Disitat dari Antara, ia mengklaim bahwa skema tersebut sudah cukup sukses diterapkan di Thailand. Terlihat dari jumlah penjualan mobil listrik di Negeri Gajah Putih terus meningkat hingga 8 persen dibanding tahun sebelumnya.
Banyaknya investor yang memproduksi mobil listrik membuat masyarakat menjadi memiliki banyak pilihan. Sehingga perpindahan dari kendaraan konvensional ke elektrifikasi menjadi lebih mudah.
“Kalau di Indonesia pilihannya masih relatif terbatas. Boleh dikatakan baru ada dua jenis yaitu Rp200 jutaan dan Rp700 jutaan, jadi belum lengkap," tambahnya.
Rachmat pun mengatakan bahwa saat ini cukup banyak perusahaan yang ingin membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Namun pemerintah mengakui memang masih melakukan negosiasi dengan sejumlah produsen EV global, termasuk BYD.
Sebelumnya diberitakan bahwa Ahmad Rofiqi, Wakil Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) sudah mendapat informasi terkait kebijakan tersebut. Ia pun menilai bahwa kemudahan dari pemerintah seharusnya cukup efektif menarik minat investor.
“Kemudahan iklim investasi penting dihadirkan karena beberapa produsen sudah memutuskan membangun pusat produksi di Thailand. Ini harus jadi bahan pertimbangan,” ungkapnya pada TrenOto (30/10).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 Januari 2025, 12:00 WIB
20 November 2024, 08:00 WIB
02 September 2024, 21:00 WIB
13 Mei 2024, 16:00 WIB
04 Mei 2024, 18:06 WIB
Terkini
01 April 2025, 18:19 WIB
Mengawali April 2025, harga BBM di seluruh SPBU milik swasta mengalami penurunan dengan jumlah bervariasi
01 April 2025, 15:00 WIB
Kepolisian memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 terjadi di akhir pekan, masyarakat diminta waspada
01 April 2025, 13:00 WIB
Dengan berbagai pertimbangan AHM memprediksi penjualan motor baru Honda akan meningkat pada kuartal pertama
01 April 2025, 11:00 WIB
Hyundai Stargazer facelift diduga terdaftar di RI dengan nama varian Carten, berpeluang meluncur tahun ini
01 April 2025, 08:00 WIB
Pihak kepolisian dapat menerapkan one way di Puncak Bogor secara situasional, berikut rincian aturannya
01 April 2025, 06:43 WIB
Ganjil genap Jakarta ditiadakan selama libur Lebaran 2025 sehingga masyarakat bisa bebas beraktivitas
31 Maret 2025, 16:17 WIB
Hybrid BYD Shark semakin dekat ke Indonesia, debut di Thailand dengan harga di kisaran Rp 800 jutaan
31 Maret 2025, 12:03 WIB
200 peserta mengikuti program mudik gratis bareng Diton 2025 dengan berbagai kota tujuan seperti ke Semarang