Geely EX2, Mobil Listrik Kompak Untuk Kenyamanan Sehari-hari
18 Juni 2026, 09:00 WIB
Sepanjang Juli 2025 data Gaikindo menunjukkan angka impor mobil tembus 15.091 unit, tertinggi tahun ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Impor mobil secara Completely Built Up (CBU) mencapai angka tertingginya tahun ini di Juli 2025.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang Juli 2025 angka impor mobil adalah 15.091 unit.
Sedangkan secara kumulatif periode Januari-Juli 2025, impor mobil ke Indonesia di angka 76.755 unit.
Banyak penyebab menjadi faktor naiknya jumlah impor, tetapi pemberlakuan insentif mobil listrik impor dinilai menjadi salah satunya.
Saat ini, pendatang baru seperti BYD yang menikmati insentif itu menuai respons positif dari masyarakat.
Sementara fasilitas pabrik mereka masih dalam tahap pembangunan, seluruh unit mobil listrik yang dijual di Indonesia diimpor utuh dari Tiongkok dengan harga kompetitif berkat program subsidi.
Dilihat lebih rinci, pada Juli 2025 Denza D9 diimpor 2.082 unit. Di periode Januari-Juli totalnya adalah 7.892 unit.
Sedangkan BYD yang mencakup beberapa model termasuk Seal, Dolphin sampai M6 adalah 7.235 unit di Juli, dengan total 20.795 unit di Januari-Juli.
Secara keseluruhan BYD mengimpor 9.317 unit atau 61,73 persen dari total impor mobil Juli 2025, jadi kontributor terbesar dan membuat mobil listrik mendominasi porsi impor.
“Sekarang impornya 63 persen Battery Electric Vehicle (BEV), sementara di 2024 itu (hanya) 40 persen,” kata Riyanto, pengamat otomotif dan peneliti LPEM FEB UI di Jakarta beberapa waktu lalu.
Namun perlu diketahui, BYD disebut segera melakukan perakitan lokal lini kendaraannya sebagai bagian dari komitmen investasi, syarat bagi para penerima insentif impor mobil listrik.
Merek asal Tiongkok ini wajib merakit lokal produk yang ditawarkan di Indonesia sesuai jumlah unit diimpor selama periode program insentif.
Jika tidak, bank guarantee yang dibayarkan hangus. Harga mobil listrik BYD berpeluang naik apabila tidak dipotong subsidi pajak.
Sementara di posisi kedua, jumlah manufaktur dengan impor terbanyak di Juli adalah Toyota sebesar 2.335 unit disusul Mitsubishi 1.191 unit.
Perlu diketahui, regulasi insentif mobil listrik impor tertuang dalam Peraturan Menteri Investasi Nomor 6 Tahun 2023 junto Nomor 1 Tahun 2024.
Peraturan tersebut akan dihentikan pada akhir 2025. Sehingga seluruh merek penerima subsidi seperti BYD, GAC Aion sampai Citroen harus mulai melakukan perakitan lokal.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
18 Juni 2026, 09:00 WIB
17 Juni 2026, 11:00 WIB
17 Juni 2026, 07:00 WIB
16 Juni 2026, 08:02 WIB
15 Juni 2026, 15:49 WIB
Terkini
18 Juni 2026, 11:00 WIB
Ducati Corse mendelegasikan Marc Marquez untuk menjalankan pengujian di Sirkuit Brno sebelum seri Ceko
18 Juni 2026, 09:00 WIB
Geely EX2 hadir menawarkan fitur yang komplit sebagai mobil listrik kompak, sehingga relevan bagi aktivitas
18 Juni 2026, 07:00 WIB
Implementasi Biodiesel B50 dinilai bisa menghemat devisa negara sampai Rp 157 triliun sepanjang tahun ini
18 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersedia di lima tempat berbeda sekitar Ibukota, simak informasi lengkapnya di sini
18 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta tetap menjadi andalan dalam memecah kebuntuan lalu lintas terutama di jam sibuk
18 Juni 2026, 06:00 WIB
Buat Anda yang ingin mendatangi SIM keliling Bandung hari ini, wajib memperhatikan jadwal maupun lokasinya
17 Juni 2026, 18:37 WIB
Pada Juni 2026 beberapa pabrikan melakukan penyesuaian harga motor matic murah, seperti dialami oleh Yamaha
17 Juni 2026, 11:00 WIB
Jaecoo menjadi merek mobil Cina dengan penjualan retail terlaris sepanjang Mei 2026, berada di atas BYD