BYD Bakal Produksi Blade Baterai Generasi Kedua di Subang
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Sepanjang Juli 2025 data Gaikindo menunjukkan angka impor mobil tembus 15.091 unit, tertinggi tahun ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Impor mobil secara Completely Built Up (CBU) mencapai angka tertingginya tahun ini di Juli 2025.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang Juli 2025 angka impor mobil adalah 15.091 unit.
Sedangkan secara kumulatif periode Januari-Juli 2025, impor mobil ke Indonesia di angka 76.755 unit.
Banyak penyebab menjadi faktor naiknya jumlah impor, tetapi pemberlakuan insentif mobil listrik impor dinilai menjadi salah satunya.
Saat ini, pendatang baru seperti BYD yang menikmati insentif itu menuai respons positif dari masyarakat.
Sementara fasilitas pabrik mereka masih dalam tahap pembangunan, seluruh unit mobil listrik yang dijual di Indonesia diimpor utuh dari Tiongkok dengan harga kompetitif berkat program subsidi.
Dilihat lebih rinci, pada Juli 2025 Denza D9 diimpor 2.082 unit. Di periode Januari-Juli totalnya adalah 7.892 unit.
Sedangkan BYD yang mencakup beberapa model termasuk Seal, Dolphin sampai M6 adalah 7.235 unit di Juli, dengan total 20.795 unit di Januari-Juli.
Secara keseluruhan BYD mengimpor 9.317 unit atau 61,73 persen dari total impor mobil Juli 2025, jadi kontributor terbesar dan membuat mobil listrik mendominasi porsi impor.
“Sekarang impornya 63 persen Battery Electric Vehicle (BEV), sementara di 2024 itu (hanya) 40 persen,” kata Riyanto, pengamat otomotif dan peneliti LPEM FEB UI di Jakarta beberapa waktu lalu.
Namun perlu diketahui, BYD disebut segera melakukan perakitan lokal lini kendaraannya sebagai bagian dari komitmen investasi, syarat bagi para penerima insentif impor mobil listrik.
Merek asal Tiongkok ini wajib merakit lokal produk yang ditawarkan di Indonesia sesuai jumlah unit diimpor selama periode program insentif.
Jika tidak, bank guarantee yang dibayarkan hangus. Harga mobil listrik BYD berpeluang naik apabila tidak dipotong subsidi pajak.
Sementara di posisi kedua, jumlah manufaktur dengan impor terbanyak di Juli adalah Toyota sebesar 2.335 unit disusul Mitsubishi 1.191 unit.
Perlu diketahui, regulasi insentif mobil listrik impor tertuang dalam Peraturan Menteri Investasi Nomor 6 Tahun 2023 junto Nomor 1 Tahun 2024.
Peraturan tersebut akan dihentikan pada akhir 2025. Sehingga seluruh merek penerima subsidi seperti BYD, GAC Aion sampai Citroen harus mulai melakukan perakitan lokal.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih