Penjualan Mobil 2025 Lampaui Target, Desember Rekor Tertinggi
10 Januari 2026, 07:00 WIB
Sepanjang Juli 2025 data Gaikindo menunjukkan angka impor mobil tembus 15.091 unit, tertinggi tahun ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Impor mobil secara Completely Built Up (CBU) mencapai angka tertingginya tahun ini di Juli 2025.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang Juli 2025 angka impor mobil adalah 15.091 unit.
Sedangkan secara kumulatif periode Januari-Juli 2025, impor mobil ke Indonesia di angka 76.755 unit.
Banyak penyebab menjadi faktor naiknya jumlah impor, tetapi pemberlakuan insentif mobil listrik impor dinilai menjadi salah satunya.
Saat ini, pendatang baru seperti BYD yang menikmati insentif itu menuai respons positif dari masyarakat.
Sementara fasilitas pabrik mereka masih dalam tahap pembangunan, seluruh unit mobil listrik yang dijual di Indonesia diimpor utuh dari Tiongkok dengan harga kompetitif berkat program subsidi.
Dilihat lebih rinci, pada Juli 2025 Denza D9 diimpor 2.082 unit. Di periode Januari-Juli totalnya adalah 7.892 unit.
Sedangkan BYD yang mencakup beberapa model termasuk Seal, Dolphin sampai M6 adalah 7.235 unit di Juli, dengan total 20.795 unit di Januari-Juli.
Secara keseluruhan BYD mengimpor 9.317 unit atau 61,73 persen dari total impor mobil Juli 2025, jadi kontributor terbesar dan membuat mobil listrik mendominasi porsi impor.
“Sekarang impornya 63 persen Battery Electric Vehicle (BEV), sementara di 2024 itu (hanya) 40 persen,” kata Riyanto, pengamat otomotif dan peneliti LPEM FEB UI di Jakarta beberapa waktu lalu.
Namun perlu diketahui, BYD disebut segera melakukan perakitan lokal lini kendaraannya sebagai bagian dari komitmen investasi, syarat bagi para penerima insentif impor mobil listrik.
Merek asal Tiongkok ini wajib merakit lokal produk yang ditawarkan di Indonesia sesuai jumlah unit diimpor selama periode program insentif.
Jika tidak, bank guarantee yang dibayarkan hangus. Harga mobil listrik BYD berpeluang naik apabila tidak dipotong subsidi pajak.
Sementara di posisi kedua, jumlah manufaktur dengan impor terbanyak di Juli adalah Toyota sebesar 2.335 unit disusul Mitsubishi 1.191 unit.
Perlu diketahui, regulasi insentif mobil listrik impor tertuang dalam Peraturan Menteri Investasi Nomor 6 Tahun 2023 junto Nomor 1 Tahun 2024.
Peraturan tersebut akan dihentikan pada akhir 2025. Sehingga seluruh merek penerima subsidi seperti BYD, GAC Aion sampai Citroen harus mulai melakukan perakitan lokal.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 Januari 2026, 07:00 WIB
08 Januari 2026, 18:00 WIB
07 Januari 2026, 20:00 WIB
07 Januari 2026, 19:17 WIB
07 Januari 2026, 18:00 WIB
Terkini
10 Januari 2026, 17:00 WIB
Diskon Hyundai Creta tembus Rp 45 juta berlaku khusus unit lansiran 2025, tipe Prime jadi Rp 300 jutaan
10 Januari 2026, 15:00 WIB
Honda UC3 hadir untuk menggoda para konsumen di Thailand dan Vietnam dengan berbekal berbagai keunggulan
10 Januari 2026, 13:00 WIB
Jaecoo Indonesia akui ketersediaan jaringan menjadi tantangan buat mereka di 2026 dan harus segera diatasi
10 Januari 2026, 11:00 WIB
ETLE Drone kini resmi beroperasi di lokasi yang selama ini sulit terjangkau oleh para petugas di lapangan
10 Januari 2026, 09:30 WIB
Krisis geopolitik berdampak besar pada sektor otomotif, Toyota Indonesia mewaspadai pengaruhnya pada logistik dan rantai pasok
10 Januari 2026, 09:00 WIB
Ada beberapa faktor mengapa AISI menetapkan target penjualan motor baru di 6,7 juta buat periode 2026
10 Januari 2026, 07:00 WIB
Pada periode Januari-Desember 2025 penjualan mobil mencapai 800 ribu unit lebih, banyak merek alami kenaikan
09 Januari 2026, 19:00 WIB
Sejumlah komunitas motor berkumpul di kawasan Sentul, Jawa Barat untuk kamping bersama menyambut silahturahmi