Membelah Kemacetan Jakarta Bareng Changan Lumin
27 Januari 2026, 13:00 WIB
Chile mengaku membutuhkan banyak mobil listrik untuk masyarakatnya dan berencana mengimpornya dari Indonesia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia masih menjadi pasar untuk kendaraan listrik. Namun situasi tersebut diharapkan bisa berubah karena pemerintah bercita-cita menjadikan negara ini sebagai salah satu negara produsen EV global.
Harapan tersebut pun semakin terbuka karena beberapa negara sahabat seperti Chile telah membuka peluang untuk mengimpor mobil listrik dari Indonesia. Terlebih ada Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Chile sehingga memudahkan kerja sama antara dua negara.
Claudia Sanhueza, Wakil Menteri Hubungan Ekonomi Internasional Chile mengungkap bahwa kerja sama itu membuat keunggulan dibanding negara lain. Pasalnya produk Indonesia dapat masuk ke negaranya tanpa dikenakan tarif impor atau nol persen.
"Jadi yang penting produk tersebut bisa kompetitif di pasar Chile. Saya berharap industri otomotif bisa mengekspor mobil dan kami terbuka dalam hal itu," ujar Claudia dilansir Antara beberapa waktu lalu.
Ia pun mengungkap bahwa negaranya memang membutuhkan mobil listrik dalam jumlah yang sangat besar sementara harga EV di negara tersebut masih cukup mahal. Sehingga Indonesia harus memanfaatkan peluang untuk berkompetisi.
"Kami membutuhkan lebih banyak mobil listrik di Chile. Sekarang harganya masih cukup mahal, jadi mungkin ini bisa menjadi peluang bagi industri Indonesia," jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Mario Artasa, Duta Besar Chile untuk Republik Indonesia. Ia mengungkap bahwa kerja sama antara kedua negara sangat penting buat membangun ekosistem mobil listrik.
Lebih lanjut, hubungan Indonesia dan Chile akan saling menguntungkan karena negaranya memiliki cadangan litium yang besar, sedangkan Indonesia merupakan sumber nikel terbesar.
“Chile memiliki cadangan litium sangat banyak. Bekerja sama dengan Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar maka industri hilirisasi kendaraan listrik menjadi alternatif yang bisa dijalankan," papar Mario.
Indonesia sendiri juga sudah berhasil menarik beberapa perusahaan otomotif dunia untuk memproduksi mobil listrik di Tanah Air. Pemerintah memberi insentif bagi mereka yang berhasil mencapai TKDN sebesar 40 persen.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 Januari 2026, 13:00 WIB
27 Januari 2026, 12:10 WIB
27 Januari 2026, 07:00 WIB
26 Januari 2026, 17:01 WIB
26 Januari 2026, 15:00 WIB
Terkini
28 Januari 2026, 17:00 WIB
Audi enggan mengikuti tren-tren mobil baru yang mengusung layar infotaiment dan panel meter berukuran besar
28 Januari 2026, 16:01 WIB
Jaecoo Indonesia terus berinovasi dengan menghadirkan sejumlah layanan, terbaru mereka membuka diler di Serpong
28 Januari 2026, 15:00 WIB
BYD sukses menjadi produsen mobil Cina paling laris pada 2025 usai membukukan penjualan sampai 4,6 juta unit
28 Januari 2026, 14:00 WIB
Lepas L8 bakal bersaing dengan semakin banyak merek mobil Cina yang akan debut di Indonesia tahun ini
28 Januari 2026, 13:00 WIB
One way dan contraflow masih menjadi andalan kepolisian dalam memperlancar arus lalu lintas mudik Lebaran 2026
28 Januari 2026, 12:00 WIB
Toyota menegaskan sudah menyiapkan satu jalur khusus untuk merakit baterai mobil listrik yang akan mereka gunakan
28 Januari 2026, 11:00 WIB
Chery berencana lebih fokus untuk mengembangkan pasar mobil hybrid karena diprediksi pasarnya tumbuh besar
28 Januari 2026, 10:00 WIB
Diler BMW Astra berharap dapat terus mempertahankan capaian penjualan yang positif seperti tahun lalu