Pemkot Kendari Ingin Jadikan EV Sebagai Kendaraan Operasional ASN
05 November 2025, 07:00 WIB
ASN diminta kredit kendaraan listrik lewat program khusus yang diberikan oleh pemerintah provinsi dengan Bank DKI
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Aparatur Sipil Negara atau ASN diminta kredit kendaraan listrik untuk meningkatkan kualitas udara di Ibu Kota. Namun keringanan hanya berlaku bagi pegawai di lingkungan pemerintah provinsi DKI.
Dilansir dari Antara, langkah ini dilakukan setelah adanya imbauan agar ASN pemprov DKI menggunakan mobil atau motor listrik guna mengurangi polusi. Harapannya mereka menjadi contoh dan diikuti oleh masyarakat umum di masa depan.
"Saya minta ASN beli baru, nanti dikoordinasi pada Bank DKI agar dalam waktu tertentu bisa memberikan program bunga murah. Semua dihitung siapa yang mendaftar sampai November 2023 untuk mencicil,” ungkap Heru Budi Hartono, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta (26/08).
Melalui program kredit maka diharapkan ASN merasa dimudahkan memiliki mobil atau motor listrik. Hal ini tentu berdampak positif terhadap kualitas udara di Ibu Kota yang dinilai semakin memburuk.
“Saya imbau dalam waktu dekat ASN yang mampu, minimal menggunakan kendaraan listrik roda dua. Kalau beli tunai memberatkan, jadi diberikan program khusus melalui Bank DKI,” ungkapnya kemudian.
Sementara itu Sigit Wijatmoko, Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta menegaskan bahwa ASN telah diberikan tunjangan transportasi. Besarannya berbeda-beda tergantung area kerja namun umumnya sekitar Rp6.5 juta per bulan.
“Tergantung dari area kerjanya karena ada level provinsi, kota, kecamatan dan kelurahan. Tunjangan diberikan untuk mendukung program mendekatkan rumah dengan pekerjaan serta pengganti kendaraan operasional,” kata Sigit.
Ia pun mengatakan bahwa berkat tunjangan tersebut seharusnya ASN memiliki kemampuan membeli kendaraan listrik, setidaknya sepeda motor. Terlebih setelah adanya program kredit yang sedang digodok.
Tak hanya ASN, BUMD seperti TransJakarta juga ikut mendukung dalam penggunaan kendaraan elektrifikasi. Saat ini mereka sudah menyiapkan 52 bus listrik di beberapa rute.
“Bus listrik beroperasi di tiga rute wilayah di Jakarta Selatan untuk dipantau emisi yang dikeluarkan. Apakah sudah bisa berkontribusi menurunkan emisi,” Daud Joseph, Direktur Operasi dan Keselamatan TransJakarta.
Rute bus listrik TransJakarta pertama adalah Lebak Bulus-Universitas Indonesia (UI) yang dalam satu harinya dapat melayani sekitar 8.000 pelanggan. Kedua Kampung Rambutan-Lebak Bulus dengan penumpang cukup besar karena wilayahnya baru berkembang.
Terakhir Pondok Labu ke Blok M. Jalur ini strategis karena di daerah Fatmawati banyak permukiman penduduk.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 November 2025, 07:00 WIB
29 Oktober 2025, 08:00 WIB
24 Agustus 2023, 18:18 WIB
Terkini
17 Januari 2026, 09:00 WIB
Desain utuh Starlight 560 alias Wuling Almaz Darion telah terdaftar di DJKI, peluncurannya semakin dekat
17 Januari 2026, 08:00 WIB
BYD berkomitmen bahwa pabrik mereka di Subang akan mulai aktif kuartal 1 2026 dan langsung produksi beberapa model
17 Januari 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia yang ada guna meningkatkan layanan
16 Januari 2026, 21:00 WIB
Motor TVS Callisto 125 mendapatkan dua tambahan warna baru, melengkapi empat opsi kelir yang sudah ada
16 Januari 2026, 17:00 WIB
Wholesales mobil listrik di RI terus mengalami perkembangan sejak 2020, naik signifikan berkat mobil Cina
16 Januari 2026, 15:00 WIB
Berikut KatadataOTO merangkum daftar biaya pembuatan pelat nomor cantik tahun ini, harga mulai Rp 5 jutaan
16 Januari 2026, 14:00 WIB
Buat Anda yang ingin menghabiskan waktu saat libur Isra Miraj, wajib mengetahui jadwal ganjil genap Puncak
16 Januari 2026, 13:00 WIB
Honda menegaskan menjaga stok di pasar agar tidak berlebihan di 2025 sehingga membuat wholesales turun tajam