Penjualan Mobil Mei 2026 Turun, Konsumen Tunda Pembelian
10 Juni 2026, 13:00 WIB
Pemkot Kendari bakal jadikan mobil listrik sebagai kendaraan operasional para ASN karena dinilai murah
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berencana menjadikan mobil listrik sebagai kendaraan operasional aparatur sipil negara (ASN). Kehadiran fasilitas tersebut dipercaya bisa menghemat anggaran.
Tak tanggung-tanggung, penghematan yang bisa didapat mencapai lebih dari 30 persen ketimbang kendaraan umum. Hal ini karena mobil tidak lagi menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sehingga operasional lebih terjangkau.
"Kami akan mencoba ke depannya menggunakan produk ini. Kami diskusikan dulu dengan Ibu Wali Kota," ungkap Sudirman, Wakil Wali Kota Kendari.
Menurutnya dengan penggunaan daya tersebut maka anggaran bisa lebih hemat. Demikian pula perawatan serta biaya operasional yang selama ini dialokasikan pemerintah daerah dapat ditekan.
"Karena menggunakan listrik, mungkin bisa menghemat lebih dari 70 persen dari biaya yang dipakai untuk bahan bakar. Jadi cukup satu kali pengisian selama satu jam bisa dipakai satu minggu," ujarnya.
Ia mengatakan upaya tersebut sesuai dengan kondisi dan kebijakan pemerintah yang menghemat anggaran (efisiensi).
Sudirman mencontohkan selama ini biaya bahan bakar untuk ASN di Pemkot Kendari mencapai Rp 300 juta sampai Rp 500 juta dalam satu tahun. Namun, dengan produk kendaraan listrik itu, bisa memangkas biaya sebesar Rp 100 juta.
"Kalau sudah digunakan oleh pegawai dan ASN kami, bisa dicas di kantor," katanya lagi.
Perlu diketahui bahwa sejak 2022, pemerintah memang mengupayakan agar kendaraan dinas di berbagai lembaga beralih ke EV. Hal ini bertujuan untuk mempercepat perkembangan di sektor otomotif khususnya elektrifikasi.
Salah satu provinsi yang sudah melakukannya adalah pemerintah provinsi Bali. Gubernur dan Wakil Gubernur sudah menjadikan kendaraan listrik buat mobilitas mereka sehari-hari.
Mobil dibekali BYD Blade Battery (LFP) berkapasitas 82,56 kWh. Besarnya kapasitas itu cukup untuk membuat kendaraan mampu menempuh perjalanan hingga 580 km dalam satu kali pengisian daya.
Daya tersimpan dipakai guna menggerakkan motor listik yang sanggup melepas tenaga 532 hp dan torsi 670 Nm. Berkat itu maka mobil bisa melesat dari 0-100 km per jam dalam waktu 3,8 detik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Juni 2026, 13:00 WIB
05 Juni 2026, 14:06 WIB
26 Mei 2026, 20:30 WIB
18 Mei 2026, 19:17 WIB
10 April 2026, 15:04 WIB
Terkini
25 Juni 2026, 20:58 WIB
Grup Tianneng meresmikan basis produksi yang berlokasi di Surabaya, fokus pada baterai kendaraan listrik
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Setelah E4 EV, Lepas masih punya rencana untuk memperkenalkan produk mobil listrik lain untuk pasar RI
25 Juni 2026, 19:27 WIB
Tiga model mobil baru dari BMW resmi diluncurkan hari ini, ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 1 miliar
25 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pihak kepolisian untuk bisa memecah kebuntuan arus lalu lintas
25 Juni 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta bisa dimanfaatkan untuk perpanjangan masa berlaku kartu, berikut daftarnya
25 Juni 2026, 06:00 WIB
Salah satu cara agar SIM keliling Bandung lebih mudah ditemukan adalah dengan menyebarnya di dua lokasi
24 Juni 2026, 23:00 WIB
Harga Lepas E4 EV berpeluang ada di rentang Rp 400 juta-Rp 500 jutaan ke atas, disinyalir debut di GIIAS 2026
24 Juni 2026, 21:00 WIB
Carsome membuka empat showroom baru untuk memperkuat ekosistem pasar mobil bekas mereka di Indonesia