AHM Kejar Produksi 100 Juta Unit Motor Baru di Indonesia Tahun Ini
26 Februari 2026, 08:00 WIB
Siti Nurbaya Bakar selaku Menteri LHK menuturkan kalau sepeda motor jadi biang kerok polusi udara di Jakarta
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Polusi udara di Jakarta terus menjadi sorotan sejumlah pihak sekarang. Terlebih sudah banyak warga Ibu Kota yang mengalami berbagai penyakit.
Mengutip IQAir, pada Selasa (22/8) kualitas udara di Jakarta dalam kondisi tidak sehat. Bahkan nilai indeksnya ada di angka 172 atau PM2.5.
Melihat hal tersebut, Siti Nurbaya Bakar selaku Menteri LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) menilai kalau sepeda motor menjadi biang kerok polusi udara di Jakarta saat ini.
“Dalam catatan kami ada 24.5 juta kendaraan bermotor pada 2022,” ungkap Siri di Antara (21/08)
Menurut data di atas, Siti menyebut seluruhnya beredar di Ibu Kota. Dengan rincian 78 persen sepeda motor, kemudian sisanya terbagi kendaraan pribadi dan komersial.
Siti menyebutkan rata-rata pertumbuhan kendaraan setiap tahun itu mencapai 5.7 persen, atau setara 1.2 juta unit. Lalu sepeda motor 6.38 persen atau 1.04 juta unit.
Lebih jauh dia mengatakan kalau sektor transportasi berkontribusi 44 persen dari penggunaan bahan bakar, Posisi kedua ada industri energi sebanyak 31 persen.
Selanjutnya ada manufaktur industri 10 persen penggunaan bahan bakar. Sisanya perumahan 14 persen serta komersial satu persen.
Dengan begitu emisi karbon yang dihasilkan motor lebih tinggi dari mobil dengan mesin bensin, solar, baik kategori penumpang dan niaga. Di luar itu penyebab polusi udara di Jakarta semakin buruk adalah musim kemarau maupun banyaknya pabrik.
Kementerian LHK lantas mengungkapkan kalau kendaraan bermotor total menyumbang emisi sebesar 96.36 persen atau 28.317 ton per tahun. Selanjutnya disusul PLTU 1.76 persen setara 5.252 persen per tahun.
Di sisi lain, Heru Budi Hartono, Penjabat (PJ) Gubernur DKI Jakarta meminta tunjangan transportasi ASN (Aparatur Sipil Negara) di Ibu Kota dialihkan untuk membeli kendaraan listrik.
“Kalau DKI kan pejabatnya memiliki tunjangan transportasi nah saya minta alihkan untuk beli motor listrik,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Menurut Heru langkah tersebut diyakini mampu menurunkan polusi udara di Jakarta. Akan tetapi penerapannya masih menunggu waktu, karena dalam tahap pembahasan.
Lebih jauh Heru juga menunturkan kalau pihaknya tengah mengkaji efektivitas sistem ‘4 in 1’. Diharapkan dapat mengurangi kuantitas mobil maupun motor konvensional di jalan raja.
“Iya nanti dibahas, sekitar dua minggu lagi kebijakan terkait 4 in 1 akan digelar,” Heru menutup perkataanya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Februari 2026, 08:00 WIB
20 Februari 2026, 16:00 WIB
19 Februari 2026, 16:27 WIB
19 Februari 2026, 15:00 WIB
10 Februari 2026, 14:00 WIB
Terkini
01 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif
01 April 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
01 April 2026, 06:00 WIB
Di awal April 2026, SIM keliling Jakarta tetap melayani pemohon yang ingin memperpanjang masa berlaku
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
31 Maret 2026, 09:47 WIB
HPM memantau bagaimana antusias masyarakat terhadap mobil listrik Honda 0 Alpha yang akan diluncurkan
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Suzuki Burgman 125 EX direcall karena adanya potensi kerusakan pada kabel rem belakang yang bisa mengurangi performa
31 Maret 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Jakarta menawarkan kemudahan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak lokasinya