Penjualan Mobil Cina Anjlok 13 Persen, Insentif Jadi Biang Kerok
08 Juli 2026, 09:00 WIB
Tiga merek mobil Cina catat penjualan positif di Inggris, angka penjualannya diproyeksikan 200 ribu di 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil Cina diprediksi terjual sekitar 200 ribu unit di Inggris sepanjang 2025. Ini menandakan bergesernya tren terhadap mobil Jepang di Eropa.
Dilansir dari Carscoops, jumlah mobil Cina yang diimpor ke Inggris menyumbangkan sekitar 10 persen dari penjualan kendaraan baru di sana.
Jadi hal menarik sebab sebelumnya produk asal Tiongkok kurang dipertimbangkan oleh konsumen khususnya di Eropa.
Berdasarkan data dari analis Eropa, secara total estimasi penjualan mobil Cina di Inggris diproyeksikan tembus 200 ribu unit sepanjang 2025.
Ada tiga merek asal Tiongkok disebut sebagai kontributor utama pangsa pasar di Inggris yaitu MG, BYD dan Jaecoo. Ketiganya juga merupakan brand yang sudah menjual lini kendaraannya di Indonesia.
“Pada saat yang sama, permintaan terhadap mobil Jepang terlihat menurun,” tulis laporan Carscoops dikutip Jumat (02/01).
Bicara soal angka, MG memimpin penjualan dengan jumlah 70.000 unit mobil di 2025. Sementara BYD mencatatkan 40.000, naik pesat dari capaian di 2024 yaitu 9.000 unit.
Jaecoo turut mencatatkan hasil positif, menjual sebanyak 20.000 unit kendaraan. Omoda disebut menyumbangkan angka serupa, tetapi angkanya tidak dijelaskan secara rinci.
Sementara itu sejumlah brand lain seperti Chery, Polestar dan Leapmotor mulai diminati konsumen, meskipun angka penjualannya masih lebih kecil.
Fenomena tersebut jadi perhatian sebab sebelumnya, banyak upaya dilakukan guna mengurangi membanjirnya produk Tiongkok di Eropa seperti pengetatan tarif impor.
Namun karena hanya berlaku untuk mobil listrik saja, banyak produk bermesin konvensional maupun berteknologi hybrid bisa tetap dipasarkan leluasa.
Pasar otomotif Inggris juga disebut terbuka terhadap kedatangan merek-merek asal Tiongkok.
“Tanpa adanya merek volume-maker secara domestik di Inggris, konsumen tidak bisa lagi berpartisipasi dalam apa yang disebut ‘patriotic purchasing’,” kata Matthias Schmidt, analis otomotif.
Banyak konsumen Eropa dahulu lebih suka membeli produk domestik. Tetapi variasi produk Tiongkok tampak semakin menarik, ditambah lagi harganya semakin kompetitif.
Jika melihat kondisi di Indonesia, pabrikan Cina belum bisa dibilang mendominasi. Tetapi trennya bertumbuh ke arah positif, terkhusus untuk lini kendaraan ramah lingkungan dari BYD.
Harga murah dan teknologi terkini jadi dua dari sekian banyak daya tarik yang ditawarkan kepada konsumen.
Meskipun merek Jepang masih jadi pemimpin pasar di Indonesia, patut jadi perhatian sebab di 2026 gempuran mobil Cina masih akan terus berlanjut dan berpotensi mengganggu dominasi brand Negeri Sakura.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Juli 2026, 09:00 WIB
06 Juli 2026, 21:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
24 Juni 2026, 23:00 WIB
24 Juni 2026, 11:00 WIB
Terkini
17 Juli 2026, 09:00 WIB
Selama PRJ 2026 Wahana mencatatkan penjualan positif, sebab ada 6.500 motor Honda yang terpesan di sana
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta merupakan salah satu sistem andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengurangi kemacetan
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung menjadi opsi terbaik untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara
17 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima tempat berbeda hari ini sebelum akhir pekan, simak informasinya
16 Juli 2026, 22:00 WIB
MG ZS Hybrid+ hadir kembali di Indonesia dengan mengusung berbagai teknologi baru terutama keselamatan
16 Juli 2026, 21:00 WIB
KLHN 2026 menjadi wadah para tenaga kerja Honda untuk pengembangan diri dalam melayani para pelanggan
16 Juli 2026, 19:27 WIB
BMW masih memimpin penjualan merek mobil mewah di Indonesia pada Juni 2026, namun angkanya alami penurunan
16 Juli 2026, 12:41 WIB
Mitsubishi Xforce Hybrid resmi dipasarkan untuk konsumen hari ini dengan banderol Rp 400 jutaan di Jakarta