Tanpa Insentif, Harga BYD Atto 1 Dipertahankan Rp 199 Juta
11 Februari 2026, 21:00 WIB
BYD disebut sudah mulai melakukan trial produksi di fasilitas perakitan yang berlokasi di Subang, Jawa Barat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD wajib melakukan perakitan lokal lini kendaraan elektrifikasinya, sesuai dengan jumlah impor yang terjual secara retail (distribusi ke konsumen) selama periode 2024-2025.
Perlu diketahui, BYD merupakan salah satu merek penerima insentif mobil listrik impor dari pemerintah pada 2024.
Artinya seluruh produk BYD yang masih berstatus Completely Built Up (CBU) atau diimpor utuh dapat dijual dengan banderol kompetitif berkat pembebasan biaya bea masuk.
Berdasarkan rencana awal, pada 2026 BYD sudah mulai merakit lokal produk andalannya untuk dijual ke konsumen.
Per Februari 2026 produksi belum dilakukan. Namun pihak BYD memastikan perakitan lokal berjalan sesuai rencana awal.
“Kita sudah berhasil mendapatkan empat sertifikat sebenarnya saat ini,” kata Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia di sela IIMS 2026, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Luther menjelaskan, sertifikat pertama ialah Certificate of Standard. Kemudian World Manufacturer Identifier (WMI) sebagai persyaratan mendapatkan NIK.
Tidak ketinggalan sertifikat implementasi IKD (Incompletely Knock Down) dan sertifikat IKD khusus kendaraan elektrik.
Deretan sertifikat itu, menurut Luther menjadi salah satu bentuk wujud kesiapan fasilitas perakitan BYD di Subang, Jawa Barat.
“Fasilitas yang kita miliki ini sudah sangat siap, ter-recognize, lengkap secara peralatan untuk memproduksi sebuah kendaraan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) diharapkan oleh pemerintah,” tegas Luther.
Ia mengungkapkan sekarang BYD berfokus untuk memastikan setiap model dirakit di Indonesia dalam kondisi sempurna tanpa kesalahan dari sisi produksi.
“Memang dalam proses manufaktur itu ada namanya commissioning, alignment. Ini terdiri dari ratusan peralatan yang harus diintegrasikan, setiap roll off wajib presisi, zero error,” kata Luther.
Proses yang juga ia sebut sebagai trial produksi itu menurutnya tengah dijalankan sebagai salah satu bentuk persiapan.
Meskipun enggan memberikan waktu pasti, pabrik BYD diyakini tetap mulai beroperasi dalam waktu dekat di 2026.
Sebagai informasi, BYD sekarang memasarkan beragam model kendaraan listrik lintas segmen. Termurahnya adalah city car BYD Atto 1, dengan varian terendah Rp 199 jutaan on the road Jakarta.
Penjualannya membludak sejak diluncurkan, bahkan menjelang akhir 2025 wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) tembus 9.000 unit.
Ini membuat Atto 1 jadi kandidat kuat model pertama BYD yang dirakit lokal atau Completely Knocked Down (CKD).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Februari 2026, 21:00 WIB
11 Februari 2026, 19:00 WIB
10 Februari 2026, 18:00 WIB
10 Februari 2026, 08:00 WIB
07 Februari 2026, 10:00 WIB
Terkini
12 Februari 2026, 13:02 WIB
Nissan Serena diberi diskon Rp 40 juta di IIMS 2026 untuk memudahkan pelanggan melakukan pembelian kendaraan
12 Februari 2026, 12:00 WIB
Toyota masih mendominasi 20 mobil terlaris Januari 2026 dengan menempatkan beberapa modelnya di dalam daftar
12 Februari 2026, 11:00 WIB
Hyundai Subscribe merupakan program baru pabrikan asal Korea Selatan untuk masyarakat Indonesia yang dinamis
12 Februari 2026, 10:00 WIB
GWM Tank 500 Diesel segera dikirim ke rumah konsumen, agar bisa diandalkan untuk kebutuhan mobilitas
12 Februari 2026, 09:00 WIB
Suzuki kembali menggelar program promo spareparts pada di IIMS 2026, sehingga memudahkan para konsumen
12 Februari 2026, 08:00 WIB
Demi menggoda konsumen di Tanah Air, motor matic Honda PCX 160 diberikan penyegaraan dari sisi tampilan
12 Februari 2026, 07:00 WIB
Mobil hybrid perdana Mitsubishi di Indonesia akan langsung dirakit lokal, diyakini LMPV Xpander Hybrid
12 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan dengan diawasi langsung oleh kepolisian di sejumlah titik rawan