VinFast Daftarkan Paten Desain SUV Baru di Indonesia
02 April 2026, 13:00 WIB
BYD disebut sudah mulai melakukan trial produksi di fasilitas perakitan yang berlokasi di Subang, Jawa Barat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD wajib melakukan perakitan lokal lini kendaraan elektrifikasinya, sesuai dengan jumlah impor yang terjual secara retail (distribusi ke konsumen) selama periode 2024-2025.
Perlu diketahui, BYD merupakan salah satu merek penerima insentif mobil listrik impor dari pemerintah pada 2024.
Artinya seluruh produk BYD yang masih berstatus Completely Built Up (CBU) atau diimpor utuh dapat dijual dengan banderol kompetitif berkat pembebasan biaya bea masuk.
Berdasarkan rencana awal, pada 2026 BYD sudah mulai merakit lokal produk andalannya untuk dijual ke konsumen.
Per Februari 2026 produksi belum dilakukan. Namun pihak BYD memastikan perakitan lokal berjalan sesuai rencana awal.
“Kita sudah berhasil mendapatkan empat sertifikat sebenarnya saat ini,” kata Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia di sela IIMS 2026, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Luther menjelaskan, sertifikat pertama ialah Certificate of Standard. Kemudian World Manufacturer Identifier (WMI) sebagai persyaratan mendapatkan NIK.
Tidak ketinggalan sertifikat implementasi IKD (Incompletely Knock Down) dan sertifikat IKD khusus kendaraan elektrik.
Deretan sertifikat itu, menurut Luther menjadi salah satu bentuk wujud kesiapan fasilitas perakitan BYD di Subang, Jawa Barat.
“Fasilitas yang kita miliki ini sudah sangat siap, ter-recognize, lengkap secara peralatan untuk memproduksi sebuah kendaraan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) diharapkan oleh pemerintah,” tegas Luther.
Ia mengungkapkan sekarang BYD berfokus untuk memastikan setiap model dirakit di Indonesia dalam kondisi sempurna tanpa kesalahan dari sisi produksi.
“Memang dalam proses manufaktur itu ada namanya commissioning, alignment. Ini terdiri dari ratusan peralatan yang harus diintegrasikan, setiap roll off wajib presisi, zero error,” kata Luther.
Proses yang juga ia sebut sebagai trial produksi itu menurutnya tengah dijalankan sebagai salah satu bentuk persiapan.
Meskipun enggan memberikan waktu pasti, pabrik BYD diyakini tetap mulai beroperasi dalam waktu dekat di 2026.
Sebagai informasi, BYD sekarang memasarkan beragam model kendaraan listrik lintas segmen. Termurahnya adalah city car BYD Atto 1, dengan varian terendah Rp 199 jutaan on the road Jakarta.
Penjualannya membludak sejak diluncurkan, bahkan menjelang akhir 2025 wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) tembus 9.000 unit.
Ini membuat Atto 1 jadi kandidat kuat model pertama BYD yang dirakit lokal atau Completely Knocked Down (CKD).
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 April 2026, 13:00 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
30 Maret 2026, 14:00 WIB
27 Maret 2026, 20:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
Terkini
04 April 2026, 09:00 WIB
Seorang senator di Amerika bakal mengajukan rancangan undang-undang untuk menolak mobil listrik Cina
04 April 2026, 07:38 WIB
Warna baru Honda Stylo 160 yakni Burgundy tampil mewah, ada sejumlah pembaruan pada bagian desain bodi
03 April 2026, 18:43 WIB
Yamaha Gear Ultima kini hadir dalam tiga varian di Indonesia, telah dilengkapi dengan Smart Key System
03 April 2026, 15:39 WIB
Kondisi tol Trans Jawa yang baik diklaim telah menjadi salah satu faktor lancarnya arus mudik Lebaran 2026
03 April 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dibuka di lima tempat berbeda tersebar di sekitar Ibu Kota
03 April 2026, 06:00 WIB
Meski menjelang akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap dihadiri demi memudahkan pengendara di Kota Kembang
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh