BYD Atto 1 Versi Baru Meluncur, Ada Tambahan LiDAR
13 Mei 2026, 21:00 WIB
BYD disebut sudah mulai melakukan trial produksi di fasilitas perakitan yang berlokasi di Subang, Jawa Barat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD wajib melakukan perakitan lokal lini kendaraan elektrifikasinya, sesuai dengan jumlah impor yang terjual secara retail (distribusi ke konsumen) selama periode 2024-2025.
Perlu diketahui, BYD merupakan salah satu merek penerima insentif mobil listrik impor dari pemerintah pada 2024.
Artinya seluruh produk BYD yang masih berstatus Completely Built Up (CBU) atau diimpor utuh dapat dijual dengan banderol kompetitif berkat pembebasan biaya bea masuk.
Berdasarkan rencana awal, pada 2026 BYD sudah mulai merakit lokal produk andalannya untuk dijual ke konsumen.
Per Februari 2026 produksi belum dilakukan. Namun pihak BYD memastikan perakitan lokal berjalan sesuai rencana awal.
“Kita sudah berhasil mendapatkan empat sertifikat sebenarnya saat ini,” kata Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia di sela IIMS 2026, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Luther menjelaskan, sertifikat pertama ialah Certificate of Standard. Kemudian World Manufacturer Identifier (WMI) sebagai persyaratan mendapatkan NIK.
Tidak ketinggalan sertifikat implementasi IKD (Incompletely Knock Down) dan sertifikat IKD khusus kendaraan elektrik.
Deretan sertifikat itu, menurut Luther menjadi salah satu bentuk wujud kesiapan fasilitas perakitan BYD di Subang, Jawa Barat.
“Fasilitas yang kita miliki ini sudah sangat siap, ter-recognize, lengkap secara peralatan untuk memproduksi sebuah kendaraan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) diharapkan oleh pemerintah,” tegas Luther.
Ia mengungkapkan sekarang BYD berfokus untuk memastikan setiap model dirakit di Indonesia dalam kondisi sempurna tanpa kesalahan dari sisi produksi.
“Memang dalam proses manufaktur itu ada namanya commissioning, alignment. Ini terdiri dari ratusan peralatan yang harus diintegrasikan, setiap roll off wajib presisi, zero error,” kata Luther.
Proses yang juga ia sebut sebagai trial produksi itu menurutnya tengah dijalankan sebagai salah satu bentuk persiapan.
Meskipun enggan memberikan waktu pasti, pabrik BYD diyakini tetap mulai beroperasi dalam waktu dekat di 2026.
Sebagai informasi, BYD sekarang memasarkan beragam model kendaraan listrik lintas segmen. Termurahnya adalah city car BYD Atto 1, dengan varian terendah Rp 199 jutaan on the road Jakarta.
Penjualannya membludak sejak diluncurkan, bahkan menjelang akhir 2025 wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) tembus 9.000 unit.
Ini membuat Atto 1 jadi kandidat kuat model pertama BYD yang dirakit lokal atau Completely Knocked Down (CKD).
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Mei 2026, 21:00 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 17:03 WIB
27 April 2026, 19:00 WIB
23 April 2026, 19:17 WIB
Terkini
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan para pengendara motor dan mobil
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Hari ini fasilitas SIM keliling Jakarta masih dibuka seperti biasa melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini akan berlaku mulai pagi dan kembali aktif pada sore hari untuk mengurai kemacetan