Mobil Listrik dan Hybrid Jadi Andalan Warga Cina Hadapi Banjir
13 Juli 2026, 09:00 WIB
Water hammer merupakan istilah yang sering digunakan saat mesin mobil tak bisa bekerja ketika melewati banjir
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Musim hujan menjadi penyebab utama banjir di sejumlah wilayah Indonesia. Saat hendak melewatinya, beberapa pengendara harus mengetahui dengan pasti batas ketinggian air.
Apabila nekat memacu kendaraan meski secara tidak langsung, mobil yang digunakan akan mogok karena mesin tak lagi bisa bekerja. Penyebab utama terjadinya hal ini ialah water hammer.
Banyak pemilik kendaraan belum mengerti istilah ini. Karenanya, TrenOto akan menjelaskan pengertian water hammer dan hal yang perlu diketahui pemilik kendaraan.
Seperti dilansir Suzuki Indonesia, water hammer ialah kondisi saat air masuk ke ruang pembakaran dan masuk ke sistem pelumasan pada mobil. Air yang tidak dapat menyatu dengan minyak dalam hal ini oli mengganggu kinerja bahkan cenderung merusak mesin.
Agar mesin dapat bergerak, piston harus bekerja maksimal. Untuk melakukan hal ini, mesin membutuhkan udara sebagai dorongan.
Saat air masuk ke dalam mesin, maka tekanan akan diambil alih oleh komponen ini. Akibatnya, dorongan yang dihasilkan sangat berlebih, sehingga setang piston justru bengkok.
Perlu diperhatikan, saat melewati banjir air bisa masuk ke dalam mesin melalui berbagai celah salah satunya knalpot. Karena itu, sebaiknya mobil tidak melewati area banjir dengan ketinggian air mencapai 50 cm atau lebih.
Selain water hammer, pemilik kendaraan juga perlu mengetahui hydrolocking. Mirip dengan masalah sebelumnya, kinerja mesin dapat terganggu karena air masuk melalui filter udara dan menyebabkan mobil berhenti secara mendadak.
Masalah ini bisa terjadi karena air masuk ke sistem pelumasan dan bercampur dengan oli. Saat tercampur, panas mesin menjadi tak stabil, sehingga beberapa komponen pada jantung pacu akan bengkok.
Tak hanya piston bengkok, air yang masuk ke dalam mesin juga menimbulkan kebocoran pada area sambungan. Jika tidak segera ditangani, kebocoran bisa menjadi besar dan berpengaruh ke bagian lain.
Saat banyak komponen mesin yang rusak, tentu mobil tak bisa digunakan. Apabila hal ini terjadi, pemilik kendaraan harus mengganti beberapa komponen, antara lain bearing connecting rod atau metal jalan, piston dan blok mesin.
Untuk melakukan perbaikan, pemilik harus mengeluarkan biaya cukup mahal. Karena itu, sebaiknya pengendara lebih berhati-hati dan mengetahui batas ketinggian air saat harus melintasinya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Juli 2026, 09:00 WIB
15 April 2026, 07:55 WIB
23 Februari 2026, 17:00 WIB
21 Desember 2025, 17:00 WIB
10 Desember 2025, 21:00 WIB
Terkini
17 Juli 2026, 18:00 WIB
Diler perdana Leapmotor dibuka di kawasan PIK, gabung deretan grup brand Stellantis lain seperti Citroen
17 Juli 2026, 16:23 WIB
PUBG Mobile menjalin kerja sama dengan Ferrari dan Scuderia Ferrari HP, tawarkan pengalaman baru buat pemain
17 Juli 2026, 09:00 WIB
Selama PRJ 2026 Wahana mencatatkan penjualan positif, sebab ada 6.500 motor Honda yang terpesan di sana
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta merupakan salah satu sistem andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengurangi kemacetan
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung menjadi opsi terbaik untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara
17 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima tempat berbeda hari ini sebelum akhir pekan, simak informasinya
16 Juli 2026, 22:00 WIB
MG ZS Hybrid+ hadir kembali di Indonesia dengan mengusung berbagai teknologi baru terutama keselamatan
16 Juli 2026, 21:00 WIB
KLHN 2026 menjadi wadah para tenaga kerja Honda untuk pengembangan diri dalam melayani para pelanggan