Harga BBM Pertamina Juli 2026, Solar dan Pertamax Turbo Turun
01 Juli 2026, 16:32 WIB
Harga BBM Bersubsidi Dikabarkan Naik Bulan Ini setelah Banggar DPR mengirimkan sinyal untuk menolak penambahan anggaran
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Presiden Joko Widodo mulai khawatir bahwa anggaran subsidi BBM, LPG dan listrik yang telah ditetapkan tidak mencukupi hingga akhir tahun ini. Padahal, Jumlah anggaran sudah ditingkatkan menjadi 502.2 triliun.
Perlu diketahui bahwa anggaran subsidi BBM, LPG dan listrik sebelumnya hanya sebesar Rp152.5 triliun. Namun seiring kenaikan harga minyak, alokasinya dipertebal berkali lipat agar tidak memberatkan masyarakat.
Langkah tersebut pun berdampak positif terhadap perekonomian. Pasalnya inflasi yang mencapai 4.94 persen secara tahunan pada Juli, buah dari tidak dinaikkannya harga BBM bersubsidi, listrik dan LPG 3 kg.
"Tapi apakah APBN akan tetap kuat hingga akhir tahun? Hal inilah yang akan dihitung ulang oleh menteri keuangan,” ungkap Jokowi.
Beberapa waktu lalu, Sri Mulyani, Menteri Keuangan mengatakan bahwa dirinya khawatir apakah anggaran subsidi akan cukup. Pasalnya kuota BBM bersubsidi khusus Pertalite sudah semakin menipis.
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI tampaknya akan sulit untuk menyetujui bila ada penambahan anggaran untuk BBM. Hal ini disampaikan oleh Said Abdullah, Ketua Banggar DPR.
“Kami lihat sudah terjadi perpindahan besar-besaran dari bahan bakar non subsidi ke Pertalite. Bila seperti ini lebih baik tidak ada penambahan anggaran subisid sehingga pemerintah lebih baik menaikkan harga secara bertahap,” ungkapnya.
Ia pun menambahkan bahwa pemerintah sebaiknya menaikkan harga BBM bersubsidi secara 2 tahap mulai bulan ini. Dengan demikian diharapkan kondisi keuangan negara bisa lebih aman ke depannya.
Sementara itu Airlangga Hartanto, Menteri Koodinator Perekonomian mengatakan bahwa harga Pertamax serta Pertalite di Indonesia masih di bawah angka keekonomian. Kedua bahan bakar tersebut seharusnya mencapai Rp15.150 dan Rp13.150.
Dengan ini maka harga Pertamax sebesar Rp12.500 per liter masih lebih murah Rp2.650 dari harga keekonomian. Sementara untuk Pertalite yang dibanderol Rp7.650 per liter selisih Rp5.500 dari harga keekonomian.
Berkat subsidi tersebut maka harga Pertalite di Indonesia menjadi yang termurah dibandingkan beberapa negara lain seperi Thailand Rp19.500, Vietnam Rp16.645 dan Filipina Rp21.352 per liter.
“Harga BBM di Indinesia masih relatif di bawah dibandingkan negara ASEAN lainnya,” tegas Airlangga.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 Juli 2026, 16:32 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 14:57 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
10 Juni 2026, 07:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika