Adu Murah Harga BBM November 2026, Ada Shell dan Pertamina
01 November 2026, 17:37 WIB
Menggelontorkan subsidi ratusan triliun, harga pertalite dan solar tembus belasan ribu tanpa suntikan dana pemerintah
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Melihat subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) lebih banyak dinimati orang dengan penghasilan cukup tinggi, pemerintah memiliki wacana untuk menaikan harga pertalite dan solar dalam waktu dekat.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan subsidi solar senilai Rp143 triliun dinikmati dunia usaha hingga 89 persen atau Rp127 triliun. Sedangkan 40 persen lebih banyak digunakan orang kaya di Indonesia.
Dari total volume subsidi solar sebesar 15,1 juta kiloliter, kelompok miskin hanya menikmati kurang dari 1 juta kiloliter.
Kondisi serupa juga tercermin dari subsidi pertalite senilai Rp93 triliun, Sri Mulyani mengungkapkan 86 persen atau Rp80 triliun dinikmati 30 persen rumah tangga kaya di Tanah Air.
Jika dilihat dari volume subsidi pertalite sebesar 23 juta kiloliter, sebanyak 15,8 juta kiloliter subsidi pertalite dinikmati masyarakat mampu. Hanya 3,9 juta kiloliter subsidi pertalite dinikmati golongan 40 persen masyarakat terbawah.
"Jadi kalau nambah subsidi ratusan triliun lagi uangnya dari mana. Ini juga berarti menambah subsidi orang mampu lebih banyak lagi," tegas Sri Mulyani.
Dalam Rapat Kerja dengan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Jakarta, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut juga menyebut harga solar dan pertalite tanpa subsidi mencapai belasan ribu untuk setiap liternya.
Bila solar saat ini memiliki harga Rp5.150 per liter, pemerintah menegaskan bila pihaknya menanggung Rp8.300 per liter di mana seharusnya banderol sesungguhnya ada di angka Rp13.950 per liter.
"Kalau solar beda antara harga sebenarnya di luar harga yang berlaku di kita itu Rp8.300 per liter," tegas Sri.
Sedangkan untuk pertalite harga sesungguh tanpa subsidi berada di angka Rp14.450 per liter. Sehingga selisih harga yang harus ditanggung pemerintah berada di angka Rp6.800 per liter.
"Saat ini masih kita jual di angka Rp7.650 per liter. Perbedaan sebesar Rp6.800 itu harus kita bayar ke Pertamina," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama Sri Mulyani juga mengatakan, subsidi energi sebesar Rp502 triliun kemungkinan akan habis sebelum akhir tahun 2022. Perkiraan tersebut melihat kuota subsidi solar mencapai 9,88 juta kiloliter dari alokasi 15,1 juta kiloliter sejak Januari sampai Juli 2022.
Untuk kuota subsidi pertalite, dari alokasi 23 juta kiloliter telah terpakai 16,4 juta kiloliter sampai Juli 2022. Dengan begitu diperkirakan kuota subsidi akan habis pada September 2022.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 November 2026, 17:37 WIB
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
01 Maret 2026, 08:26 WIB
23 Februari 2026, 16:00 WIB
18 November 2025, 09:00 WIB
Terkini
06 November 2026, 15:00 WIB
Variasi model kian bertambah dan harga kompetitif, tren penjualan mobil hybrid masih akan meningkat di 2026
06 November 2026, 13:00 WIB
Lima model mobil listrik Wuling diklaim berhasil memenuhi regulasi TKDN 60 persen yang berlaku tahun depan
06 November 2026, 11:00 WIB
Kehadiran Jaecoo J7 SHS SIVP tampak semakin dekat, tawarkan kemudahan mencari parkir di area kantor dan mal
06 November 2026, 09:00 WIB
Jaecoo Indonesia telah melakukan investigasi pada J5 EV yang mengalami patah as di Jakarta Pusat, Rabu (04/11)
06 November 2026, 07:00 WIB
Hyundai Neira diklaim menjadi salah satu mobil listrik yang dikembangkan khusus pasar dan konsumen Indonesia
05 November 2026, 18:58 WIB
Mahindra Farm Equipment menghadrikan produk pertanian lengkap untuk petani sampai perusahaan agribisnis
05 November 2026, 15:00 WIB
Yamaha Nmax E atau model listrik baru saja dipamerkan dalam pameran EICMA 2026 yang berlangsung di Italia
05 November 2026, 13:00 WIB
Pameran kendaraan Astra Auto Fest 2026 hadirkan program pembelian dan kesempatan test drive model anyar