Citroen Pilih Jual Mobil Nyaman Daripada Ikut Tren Banting Harga

Meskipun pasar otomotif disebut masih dalam kondisi menantang, Citroen belum minat banting harga mobil

Citroen Pilih Jual Mobil Nyaman Daripada Ikut Tren Banting Harga
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Merek mobil asal Prancis, Citroen tidak memungkiri bahwa pasar otomotif Indonesia tengah mengalami tantangan sepanjang 2025.

Citroen sendiri telah berusaha untuk menggenjot penjualan lewat model-model yang diyakini ramai diminati konsumen Tanah Air, seperti SUV (Sport Utility Vehicle) kompak.

Contohnya, mobil listrik Citroen E-C3 ditawarkan mulai Rp 377 jutaan dan sudah berstatus CKD (Completely Knocked Down).

Walaupun diklaim mendapatkan respons positif, pihak Citroen enggan mengungkapkan secara gamblang angka penjualannya.

Simak Spesifikasi Citroen C3 Aircross, Jegal Rush dan Terios
Photo : KatadataOTO

Mengacu pada data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) Citroen E-C3 dari Januari-Mei 2025 baru tembus 166 unit.

Ketika ditanya perihal strategi banting harga seperti dilakukan manufaktur Cina, perwakilan Citroen sebut belum akan ke arah sana.

“Kita sampai hari ini masih wait and see. Saat ini kita terus menekankan soal kenyamanan dari mobil kita,” kata Tan Kim Piauw, CEO Citroen Indonesia saat ditemui di Jakarta, Senin (07/07).

Dia tidak memungkiri bahwa banyak pabrikan Cina mulai menurunkan harga dan menggaet lebih banyak konsumen.

Tetapi hal itu merupakan sesuatu yang sudah diantisipasi oleh Citroen. Tan mengungkapkan strategi banting harga dilakukan manufaktur Cina di berbagai negara.

“Kami (sebagai) pemain otomotif melihat cepat atau lambat ini akan terjadi di Indonesia. Citroen sudah memprediksikan, kami tidak terlalu kaget,” kata dia.

Ia menegaskan Citroen masih akan fokus menawarkan kenyamanan sebagai keunggulan lini kendaraan mereka di dalam negeri.

“Mayoritas pelanggan yang pilih Citroen itu mereka cari mobil nyaman,” tegas Tan.

Rapor Penjualan Citroen di RI

First Drive Citroen E-C3
Photo : Citroen

Umumnya pabrikan melakukan perakitan lokal mobil yang dapat menjadi tulang punggung penjualan atau dapat diproduksi dalam jumlah banyak.

Tetapi sepanjang 2025 tampaknya Citroen E-C3 belum dapat memenuhi hal tersebut. Mengacu pada data wholesales, C3 Aircross justru disalurkan ke diler lebih banyak yakni 246 unit.

Berikut kami rangkum data penjualan ritel Citroen di Indonesia periode Januari-Mei 2025.

  • Januari, 85 unit
  • Februari, 113 unit
  • Maret, 144 unit
  • April, 101 unit
  • Mei, 102 unit

Terkini

mobil
Jaecoo

Pengiriman Jaecoo J5 EV Tembus 20.000 Unit, Terlaris di Mei 2026

Penjualan Jaecoo J5 EV terus bergulir hingga sekarang sehingga menjadi sejarah bagi brand asal Cina tersebut

news
SIM keliling Bandung

SIM Keliling Bandung 29 Juni 2026, Tersebar di Dua Lokasi

SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi buat Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini

news
SIM Keliling Jakarta

Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Senin 29 Juni 2026

Layanan SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di awal pekan ini, simak informasi lokasi dan syaratanya

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini Senin 29 Juni 2026 Kembali Berlaku

Selain pantauan petugas di lapangan, aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap berlaku dan didukung ETLE

mobil
Xpeng

Harga Xpeng X9 Facelift dan G6 AWD Diungkap, Mulai Rp 700 Jutaan

Xpeng X9 Facelift dan varian baru G6 AWD kini resmi dipasarkan ke konsumen, ada pembaruan eksterior dan fitur

otosport
MotoGP Belanda 2026

Hasil MotoGP Belanda 2026: Ogura Menang, Bezzecchi dan Pecco DNF

Dalam balapan yang penuh drama, Ai Ogura memantapkan dirinya menjadi pemenang dalam MotoGP Belanda 2026

motor
Honda Beat

Honda Beat Dipercantik Pakai Baju Baru Lebih Meriah

Honda Beat hadir untuk memenuhi kebutuhan anak muda yang enerjik dan aktif serta dinamis dalam kesehariannya

mobil
BMW Seri M

BMW Mengaku Penjualannya Tidak Terganggu Kondisi Ekonomi

Kondisi ekonomi dan fluktuasi kurs saat ini belum memberikan dampak negatif pada penjualan BMW di Indonesia