3 Komponen Mobil yang Harus Diperhatikan saat Musim Hujan

Jangan dianggap sepele, ada tiga komponen mobil yang perlu diperhatikan pemilik saat berkendara di musim hujan

3 Komponen Mobil yang Harus Diperhatikan saat Musim Hujan
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Kondisi cuaca yang tidak menentu dan kerap hujan saat ini patut jadi perhatian pengguna kendaraan bermotor, khususnya mobil.

Meskipun kerap dianggap sepele, ada tiga komponen pada mobil yang perlu diperhatikan oleh pemilik agar kondisi kendaraan tetap prima.

1. Wiper

Bahaya Ganti Air Wiper Pakai Campuran Sabun Biasa, Bikin Celaka
Photo : Unsplash/Max Tokarev

“Kalau kita memperhatikan kendaraan itu saat musim hujan, terutama yang sangat berfungsi adalah wiper,” kata Trisno, Regional Head Mobeng di Jakarta Timur, Kamis (19/05).

Komponen satu ini membantu menjaga kondisi kaca depan tetap bersih di saat hujan turun. Jika tak berfungsi dengan baik, ada potensi bahaya muncul.

Sapuan kaca tidak bersih membuat pandangan ke depan semakin terhalang, apalagi dalam kondisi hujan deras. Hal ini dapat mencelakakan pengemudi maupun pengguna jalan lain di dekat kendaraan.

Menurut Trisno, ada beberapa indikator yang menandakan bahwa kondisi wiper sudah tak lagi baik dan bekerja optimal menyapu air pada kaca depan.

“Kalau karet wiper sudah keras, getas itu ciri-ciri sudah harus diganti,” lanjut dia.

2. AC (Air Conditioner) 

3 Komponen Mobil yang Harus Diperhatikan saat Musim Hujan
Photo : Unsplash

Selain karet wiper, Trisno mengungkapkan pentingnya memperhatikan kondisi AC. Dalam kondisi hujan, komponen tersebut lebih cepat lembab sehingga wajib dibersihkan secara rutin.

Dia menegaskan pemilik tak perlu menunggu AC tidak dingin sebelum dibersihkan atau diservis berkala. Karena justru berpeluang menimbulkan masalah lain di masa mendatang.

“Banyak dari kita pengguna kendaraan merasa bahwa selama mobil bisa jalan tidak usah diservis. Apalagi AC, saat dirasa masih dingin, (dianggap) tidak apa-apa,” kata Trisno.

3. Piringan Rem

3 Komponen Mobil yang Harus Diperhatikan saat Musim Hujan
Photo : Wuling

Terakhir, untuk mobil yang kerap dipakai melintasi area tergenang air harus memperhatikan keadaan piringan rem atau brake disc pada mobil.

“Apabila menerjang banjir kemudian tergenang di ban, itu akan menimbulkan karat pada rem. Bisa terjadi macet di piringan-piringan rem,” jelas dia.

Bicara soal biaya servis rem, Trisno mengatakan biayanya bervariasi. Namun pada umumnya pemilik mobil perlu menyiapkan uang sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribuan.


Terkini

otosport
Hasil Sprint Race MotoGP Catalunya 2026

Hasil Sprint Race MotoGP Catalunya 2026: Alex Marquez Solid Terdepan

Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona 

komunitas
JMC Tuntaskan Touring 500 KM, Jelajahi Keindahan Lampung Selatan

JMC Tuntaskan Touring 500 KM, Jelajahi Keindahan Lampung Selatan

Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung

mobil
BYD Atto 1

Spesifikasi BYD Atto 1 Terbaru, Harga Rp 199 Jutaan

BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta

mobil
BYD Atto 1

Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat

BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif

otosport
MotoGP Catalunya 2026

Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2026: Martin Siap Dominasi

Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini

mobil
Hyundai

Hyundai Ajak Empat Orang Nonton Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat

Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April

mobil
Sung Kang, Maxdecal

Maxdecal Gandeng Sung Kang Bawa Indonesia ke Panggung Global

Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial

motor
Omoway

Omoway Beri Subsidi Motor Pertamanya, Omo-X Dijual Rp 35 Jutaan

Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia