Kepolisian Sebut Lalu Lintas Jakarta Lengang Saat Libur Natal
28 Desember 2025, 13:00 WIB
Biaya operasional EHang 216-S diklaim lebih terjangkau ketimbang helikopter meski waktu tempuhnya sama
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – EHang 216-S digadang-gadang bisa menjadi solusi transportasi perkotaan dan daerah wisata. Pasalnya kemacetan yang selama ini menjadi tidak perlu dirasakan oleh penggunanya.
Menariknya walau mempunyai teknologi terkini, biaya operasional EHang 216-S diklaim sangat terjangkau. Pasalnya untuk terbang sekitar 30 menit, kendaraan hanya butuh diisi daya dengan nilai sekitar Rp 500 ribu.
“Sementara kalau helikopter biaya operasionalnya selama 30 menit mungkin bisa sampai Rp 50 juta. Jadi ini memang murah dan bisa menjadi pilihan transportasi di dalam kota,” ungkap Rudy Salim, Executive Chairman Prestige Aviation (25/06).
Agar bisa optimal, dirinya pun berencana untuk membangun beberapa fasilitas sehingga kendaraan bisa beroperasi secara aman.
“Nanti ke depan mungkin kami akan membangun beberapa landing area, landing pad dan sebagainya,” ungkapnya.
Di lokasi tersebut akan disediakan pengisian daya sehingga kendaraan bisa terus beroperasi.
“Kami juga berencana untuk mengoperasikan di IKN. Tapi masih lama karena baru mau diajukan,” tambahnya kemudian.
Walau sudah memiliki beragam rencana, dirinya mengaku tidak mudah untuk mendatangkan EHang 216-S ke Indonesia. Ia harus menghadapi beragam kendala khususnya di regulasi agar bisa memastikan kendaraan itu beroperasi.
“Karena teknologi lebih cepat dari regulasi. Jadi kemampuannya sudah ada tetapi aturan-aturannya masih dikembangkan sehingga kami harus menunggu agar bisa beroperasi secara legal,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Prestige mendapat izin dari pemerintah untuk melakukan demo terbang EHang 216-S dengan penumpang. Meski hanya sebentar, mereka mengklaim ini merupakan sebuah loncatan tersendiri.
Prestige pun berencana menggelar beberapa demo dengan penumpang di dalamnya. Kegiatan tersebut bakal sangat penting agar masyarakat lebih percaya terhadap teknologi kendaraan terbang.
Raffi Ahmad menjadi salah satu orang pertama yang terbang menggunakan EHang 216-S. Ia pun mengaku sempat khawatir saat melakukannya.
“Saya tadi sudah mencoba terbang secara langsung dan ya agak deg-degan karena biasanya ada pilot. Ini ternyata mereka berada di command center jadi memang sebuah teknologi maju,” ungkapnya di sela-sela acara.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 Desember 2025, 13:00 WIB
27 Desember 2025, 07:00 WIB
16 Desember 2025, 15:00 WIB
14 Desember 2025, 15:00 WIB
12 Desember 2025, 14:40 WIB
Terkini
31 Desember 2025, 08:00 WIB
Dinas Perhubungan bakal rekayasa lalu lintas di TMII dan Ragunan untuk hindari kepadatan di malam tahun baru
31 Desember 2025, 07:00 WIB
Koleksi motor mantan atlet dan buron FBI jadi perhatian, banyak unit bersejarah dari Moto2 sampai MotoGP
31 Desember 2025, 06:00 WIB
Di penghujung tahun perpanjangan masa berlaku kartu bisa dimanfaatkan di SIM keliling Jakarta hari ini
31 Desember 2025, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta terakhir di tahun ini tetap dilangsungkan dengan ketat untuk atasi kemacetan lalu lintas
31 Desember 2025, 06:00 WIB
Memasuki libur tahun baru 2026, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan demi memfasilitasi kebutuhan pengendara
30 Desember 2025, 19:00 WIB
Pelarangan door handle elektrik bergaya flush atau hidden pada mobil Cina bakal merevolusi desain kendaraan
30 Desember 2025, 18:00 WIB
Di 2025 angka penjualan mobil Cina diprediksi tembus 27 juta unit, sementara pabrikan Jepang 25 juta unit
30 Desember 2025, 17:18 WIB
Francesco Bagnaia diminta untuk bisa kembali berjuang di barisan terdepan ketika mengarungi MotoGP 2026