Pemerintah Tegaskan Bakal Percepat Pembangunan Ekosistem EV
10 April 2026, 15:04 WIB
Biaya operasional EHang 216-S diklaim lebih terjangkau ketimbang helikopter meski waktu tempuhnya sama
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – EHang 216-S digadang-gadang bisa menjadi solusi transportasi perkotaan dan daerah wisata. Pasalnya kemacetan yang selama ini menjadi tidak perlu dirasakan oleh penggunanya.
Menariknya walau mempunyai teknologi terkini, biaya operasional EHang 216-S diklaim sangat terjangkau. Pasalnya untuk terbang sekitar 30 menit, kendaraan hanya butuh diisi daya dengan nilai sekitar Rp 500 ribu.
“Sementara kalau helikopter biaya operasionalnya selama 30 menit mungkin bisa sampai Rp 50 juta. Jadi ini memang murah dan bisa menjadi pilihan transportasi di dalam kota,” ungkap Rudy Salim, Executive Chairman Prestige Aviation (25/06).
Agar bisa optimal, dirinya pun berencana untuk membangun beberapa fasilitas sehingga kendaraan bisa beroperasi secara aman.
“Nanti ke depan mungkin kami akan membangun beberapa landing area, landing pad dan sebagainya,” ungkapnya.
Di lokasi tersebut akan disediakan pengisian daya sehingga kendaraan bisa terus beroperasi.
“Kami juga berencana untuk mengoperasikan di IKN. Tapi masih lama karena baru mau diajukan,” tambahnya kemudian.
Walau sudah memiliki beragam rencana, dirinya mengaku tidak mudah untuk mendatangkan EHang 216-S ke Indonesia. Ia harus menghadapi beragam kendala khususnya di regulasi agar bisa memastikan kendaraan itu beroperasi.
“Karena teknologi lebih cepat dari regulasi. Jadi kemampuannya sudah ada tetapi aturan-aturannya masih dikembangkan sehingga kami harus menunggu agar bisa beroperasi secara legal,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Prestige mendapat izin dari pemerintah untuk melakukan demo terbang EHang 216-S dengan penumpang. Meski hanya sebentar, mereka mengklaim ini merupakan sebuah loncatan tersendiri.
Prestige pun berencana menggelar beberapa demo dengan penumpang di dalamnya. Kegiatan tersebut bakal sangat penting agar masyarakat lebih percaya terhadap teknologi kendaraan terbang.
Raffi Ahmad menjadi salah satu orang pertama yang terbang menggunakan EHang 216-S. Ia pun mengaku sempat khawatir saat melakukannya.
“Saya tadi sudah mencoba terbang secara langsung dan ya agak deg-degan karena biasanya ada pilot. Ini ternyata mereka berada di command center jadi memang sebuah teknologi maju,” ungkapnya di sela-sela acara.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 April 2026, 15:04 WIB
07 April 2026, 11:06 WIB
03 April 2026, 15:39 WIB
02 April 2026, 17:00 WIB
30 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
22 September 2026, 07:00 WIB
Belum kunjung hadir di RI, BYD Atto 2 versi baru diperkenalkan di negara asalnya dengan sejumlah penyegaran
22 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan panjang terutama pada jam-jam sibuk
22 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini beroperasi sejak pagi untuk mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
21 September 2026, 21:00 WIB
Menurut catatan, Daihatsu berhasil meniagakan hingga 97 ribu mobil baru sejak Januari hingga Agustus 2026
21 September 2026, 19:00 WIB
Hyundai dan Shell resmi melanjutkan kerja sama di Indonesia, untuk memberikan pelayanan terbaik ke pelanggan
21 September 2026, 15:43 WIB
KatadataOTO berkesempatan untuk menguji kemampuan SUV mewah Toyota Land Cruiser 300 Hybrid EV di Gumuk Pasir
21 September 2026, 11:16 WIB
Tingginya jumlah mobil bensin yang beredar, bisa membuat industri komponen bisa terus bertahan cukup lama
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda, simak persyaratan dan biayanya