Ganjil Genap Puncak Pertama di Bulan Ramadan 2026
20 Februari 2026, 14:00 WIB
Berbagai upaya tengah dipertimbangkan para pemangku kebijakan guna menangani kemacetan di Puncak Bogor
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kemacetan di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat terjadi terus menerus. Biasanya terulang saat akhir pekan atau libur panjang.
Terkini terjadi pada 15-16 September 2024 atau menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Terlihat ada penumpukan kendaraan di daerah wisata tersebut.
Bahkan mereka terjebak di sana sampai belasan jam. Memaksa pengendara harus bermalam di Jalan Raya Puncak, Bogor.
Padahal kepolisian sudah menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas. Seperti ganjil genap Puncak sampai buka tutup jalur.
Namun hal tersebut ternyata kurang efektif. Sebab tingginya volume kendaraan yang ada digadang-gadang menjadi biang kerok.
Berangkat dari hal tersebut, Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) menyiapkan opsi strategi guna memitigasi kemacetan di jalur Puncak saat libur panjang.
“Opsi yang mungkin bisa dilakukan dengan membagi beban, berarti konsentrasinya disebar tidak hanya di satu titik saja,” ungkap Fadjar Hutomo, Staf Ahli Kemenparekraf di Antara.
Kemudian mereka juga membuka kemungkinan buat menghadirkan transportasi alternatif. Sehingga dapat mengurangi risiko penumpukan kendaraan.
“Kita turut cermati usulan dari Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Cianjur untuk jalur Puncak Dua guna meningkatkan kapasitas jalan,” Fadjar menambahkan.
Meski begitu, Fadjar menilai berbagai program di atas perlu kerja sama antar kementerian atau lembaga terkait. Mengingat sektor pariwisata tak hanya dipangku oleh satu institusi.
Sementara di tempat berbeda Sri Utari Widyastuti, Direktur Pengembangan Destinasi Kemenparekraf mengaku pihaknya bakal melakukan pertemuan dengan beberapa pihak.
Rencananya mereka bakal membahas pengembangan kereta gantung atau Cable Car. Sehingga bisa diterapkan di Puncak Bogor.
“Sedang kami jajaki juga (Cable Car), kemungkinan minggu depan kita akan berkoordinasi dengan mitra terkait serta para Stakeholder,” ucap Sri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Februari 2026, 14:00 WIB
30 Januari 2026, 14:00 WIB
23 Januari 2026, 14:00 WIB
16 Januari 2026, 14:00 WIB
09 Januari 2026, 14:00 WIB
Terkini
24 Juni 2026, 23:00 WIB
Harga Lepas E4 EV berpeluang ada di rentang Rp 400 juta-Rp 500 jutaan ke atas, disinyalir debut di GIIAS 2026
24 Juni 2026, 21:00 WIB
Carsome membuka empat showroom baru untuk memperkuat ekosistem pasar mobil bekas mereka di Indonesia
24 Juni 2026, 19:00 WIB
Produsen motor listrik Alva berkomitmen membangun ekosistem motor listrik di Indonesia, Investasi Rp1 Triliun
24 Juni 2026, 17:00 WIB
Bagi para konsumen yang melakukan pemesanan DFSK E5 Plus akan diberikan ekslusif benefit senilai Rp 60 juta
24 Juni 2026, 15:00 WIB
Yadea Velax H menjadi kendaraan yang bisa diandalkan sebagai motor listrik yang memiliki banyak kelebihan
24 Juni 2026, 13:14 WIB
New Honda Vario Evo 160 baru saja diluncurkan dengan menawarkan beberapa ubahan, salah satunya desain
24 Juni 2026, 11:00 WIB
Pengamat meyakini PHEV bakal semakin populer di RI, didukung produk-produk Tiongkok dengan harga bersaing
24 Juni 2026, 09:00 WIB
Pada MotoGP Belanda 2026, Marc Marquez hingga Marco Bezzecchi sudah tidak bisa lagi mengandalkan holeshot