Pasar Mobil Hybrid Juli 2026 di Indonesia: PHEV dan HEV Kompak Turun
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
Toyota mulai pertimbangkan implementasi bahan bakar hidrogen untuk kendaraan besar seperti truk di Indonesia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Toyota ikut mendukung komitmen pemerintah dalam mencapai target NZE (Net Zero Emission) melalui penggunaan produk-produk kendaraan ramah lingkungan.
Perlu diketahui saat ini Toyota memiliki strategi multi pathway yang tidak hanya berfokus pada BEV (Battery Electric Vehicle) tetapi juga mobil hybrid dan mesin ramah lingkungan atau flexy engine, bisa menenggak bahan bakar alternatif.
Selain BEV dan HEV, masih ada kendaraan hidrogen. Menurut pihak Toyota, hidrogen cocok diimplementasikan ke kendaraan besar seperti truk.
“Kita sedang pikirkan untuk konversi truk, karena paling cocok dengan FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle). Bisa bekerja sama dengan Pertamina dan lain-lain,” kata Nandi Juliyanto, Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) di Karawang, Selasa (11/2).
Sebagai tahapan awal, Toyota resmi membangun stasiun pengisian hidrogen di kawasan pabrik mereka di Karawang, Jawa Barat.
Fasilitas tersebut bakal digunakan untuk Mirai milik pihak Toyota serta forklift. Selain itu sejumlah tenaga kerja yang telah tersertifikasi dan terlatih juga mulai dikembangkan guna menunjang operasional infrastruktur kendaraan hidrogen.
Hanya saja jika bicara implementasi secara massal, Nandi menegaskan masih perlu waktu dan edukasi kepada masyarakat.
“Edukasi perlu ya. Pengalaman di beberapa negara itu lima sampai enam tahun, mudah-mudahan nanti infrastrukturnya sudah lengkap,” tegas dia.
Sebagai informasi, truk berbahan bakar hidrogen diklaim lebih efisien dibandingkan truk listrik buat alternatif kendaraan besar ramah lingkungan. Mengingat emisi yang dihasilkan truk terbilang besar.
Jika bicara soal truk listrik kendalanya masih banyak. Apabila digunakan sebagai kendaraan logistik mobilitas tinggi, pengisian daya baterainya cukup memakan waktu lama dan menambah jam operasional truk.
Sementara dengan hidrogen waktu isi ulangnya mirip seperti pengisian BBM (bahan bakar minyak) pada truk konvensional, kisarannya empat sampai lima menit saja.
Dilansir dari Clean Air Task Force, truk listrik perlu berhenti lebih sering dalam perjalanannya karena daya jelajah terbatas.
Kemudian truk hidrogen tidak dibekali baterai besar, jadi tidak mengurangi kapasitas kargo khususnya buat kendaraan logistik.
Baterai pada truk hidrogen cenderung berukuran kecil, biasanya memiliki kapasitas sekitar 20 kWh dan hanya menyuplai tenaga di kondisi tertentu seperti akselerasi dan menambah tenaga saat melewati jalan menanjak.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
Terkini
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
BYD Mako PHEV menjadi produk terbaru yang mengisi segmen pikap double cabin, debut di Brasil lebih dulu
28 Agustus 2026, 21:10 WIB
Jorge Martin ingin melanjutkan tren positifnya pada MotoGP Aragon 2026 dengan mengalahkan Marc Marquez
28 Agustus 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 Facelift hadir di Chengdu Auto Show dengan ubahan drastis di bagian depan, tampil mirip Defender
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Geely menemukan ada permasalahan pada LiDAR beberapa model mobil Lynk & Co yang diproduksi mulai awal 2025
28 Agustus 2026, 13:00 WIB
Ai Ogura harus masuk ke ruang operasi karena mengalami patah tulang pada tangan kiri usai kecelakaan di Jepang
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan di lima lokasi berbeda hari ini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pihak aparat untuk membendung jumlah kendaraan di jam sibuk