Chery Siap Bangun Pusat R&D di Indonesia Demi Tunjukan Keseriusan
04 Mei 2026, 13:00 WIB
Stasiun pengisian mobil hidrogen milik Toyota di Karawang memiliki tekanan 700 bar, pertama di Indonesia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) meresmikan stasiun pengisian hidrogen atau Hydrogen Refueling Station di Karawang, Selasa (11/2).
Stasiun pengisian ini nantinya dapat digunakan untuk mobil hidrogen dan kendaraan maupun alat industri lain seperti forklift maupun truk yang menggunakan bahan bakar hidrogen.
“Pembangunan ini merupakan representasi komitmen Toyota Indonesia mendukung pemerintah dalam transisi energi,” kata Nandi Juliyanto, Presiden Direktur PT TMMIN di Karawang, Selasa.
Saat ini dia mengungkapkan bahwa stasiun pengisian tersebut bakal dipakai buat menunjang operasional Mirai, bertahap menunggu Toyota memproduksi hidrogennya sendiri di masa mendatang.
Perlu diketahui sebelumnya stasiun pengisian hidrogen di Indonesia punya tekanan 350 bar. Kali ini fasilitas Toyota bertekanan 700 bar, pertama di dalam negeri.
Hanya saja jika bicara soal kendaraannya, pihak Toyota menegaskan masih dalam tahap studi sebelum matang memperkenalkan salah satu produk mereka yakni Mirai.
Mendukung hal tersebut, Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) juga akan mulai menyebar stasiun pengisian hidrogen di beberapa titik termasuk area Jakarta.
Tujuannya adalah sebagai sarana edukasi dan perkenalan kepada masyarakat soal alternatif kendaraan ramah lingkungan di luar BEV (Battery Electric Vehicle) maupun HEV (Hybrid Electric Vehicle).
“Target prioritas itu di enam titik tadi untuk edukasi dulu. Mengapa harus ada di Senayan, yang milik PLN itu buat edukasi dan mengenalkan bahwa hidrogen itu aman dan bisa digunakan di berbagai kendaraan,” kata Eniya Listiani Dewi, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM dalam kesempatan sama.
Sebagai informasi hidrogen hanyalah satu dari sekian alternatif energi ramah lingkungan. Toyota secara bertahap telah memperkenalkan beberapa lini produknya sebagai bentuk komitmen multi pathway.
Sehingga tak hanya fokus pada mobil listrik, tetapi juga kendaraan lain yang dapat menghasilkan emisi lebih rendah serta efisien penggunaan bahan bakar.
Contoh nyatanya adalah flexy engine, konfigurasi mesin mobil Toyota yang telah dioptimalkan buat meminum bahan bakar alternatif seperti bioetanol.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 Mei 2026, 13:00 WIB
30 April 2026, 15:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
22 April 2026, 12:31 WIB
21 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta