Interior Berkelas Toyota HiAce Premio Ultimate Racikan Lombardi
02 September 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian mobil hidrogen milik Toyota di Karawang memiliki tekanan 700 bar, pertama di Indonesia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) meresmikan stasiun pengisian hidrogen atau Hydrogen Refueling Station di Karawang, Selasa (11/2).
Stasiun pengisian ini nantinya dapat digunakan untuk mobil hidrogen dan kendaraan maupun alat industri lain seperti forklift maupun truk yang menggunakan bahan bakar hidrogen.
“Pembangunan ini merupakan representasi komitmen Toyota Indonesia mendukung pemerintah dalam transisi energi,” kata Nandi Juliyanto, Presiden Direktur PT TMMIN di Karawang, Selasa.
Saat ini dia mengungkapkan bahwa stasiun pengisian tersebut bakal dipakai buat menunjang operasional Mirai, bertahap menunggu Toyota memproduksi hidrogennya sendiri di masa mendatang.
Perlu diketahui sebelumnya stasiun pengisian hidrogen di Indonesia punya tekanan 350 bar. Kali ini fasilitas Toyota bertekanan 700 bar, pertama di dalam negeri.
Hanya saja jika bicara soal kendaraannya, pihak Toyota menegaskan masih dalam tahap studi sebelum matang memperkenalkan salah satu produk mereka yakni Mirai.
Mendukung hal tersebut, Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) juga akan mulai menyebar stasiun pengisian hidrogen di beberapa titik termasuk area Jakarta.
Tujuannya adalah sebagai sarana edukasi dan perkenalan kepada masyarakat soal alternatif kendaraan ramah lingkungan di luar BEV (Battery Electric Vehicle) maupun HEV (Hybrid Electric Vehicle).
“Target prioritas itu di enam titik tadi untuk edukasi dulu. Mengapa harus ada di Senayan, yang milik PLN itu buat edukasi dan mengenalkan bahwa hidrogen itu aman dan bisa digunakan di berbagai kendaraan,” kata Eniya Listiani Dewi, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM dalam kesempatan sama.
Sebagai informasi hidrogen hanyalah satu dari sekian alternatif energi ramah lingkungan. Toyota secara bertahap telah memperkenalkan beberapa lini produknya sebagai bentuk komitmen multi pathway.
Sehingga tak hanya fokus pada mobil listrik, tetapi juga kendaraan lain yang dapat menghasilkan emisi lebih rendah serta efisien penggunaan bahan bakar.
Contoh nyatanya adalah flexy engine, konfigurasi mesin mobil Toyota yang telah dioptimalkan buat meminum bahan bakar alternatif seperti bioetanol.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan